Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kekerasan seksual terhadap anak terus menjadi isu utama di Kota Balikpapan. Menanggapi hal ini, Komisi IV DPRD Balikpapan menggarisbawahi pentingnya penguatan kerjasama antarlembaga dalam menanggulangi kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyatakan, bahwa koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan akan terus dilakukan untuk mencari solusi yang tepat dan efektif.
“Untuk mengatasi hal itu, keterlibatan keluarga hingga masyarakat sekitar sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak,” ucap Gasali pada media, Kamis (14/11/2024).
Menurutnya, pengawasan dan pembinaan harus lebih digencarkan. Karena hal itu tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi harus ada kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait.
“Artinya semua pihak harus terlibat aktif dalam melakukan sosialisasi dan pembinaan di masyarakat,” jelasnya.
Gasali berharap, dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan semua lapisan, kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir.
“Ini adalah pekerjaan rumah kami bersama, dan kami harus bisa bekerja sama dalam upaya pencegahannya," terangnya.
Kekerasan seksual terhadap anak, lanjut Gasali, adalah pelanggaran serius terhadap hak anak untuk mendapat perlindungan dan pengasuhan yang baik. Anak-anak, yang seharusnya berada dalam lingkungan yang aman, kini menjadi korban tindakan yang tidak seharusnya mereka terima.
“Oleh karena itu, pembinaan dan pengawasan yang intensif menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Maka itu ia mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam memberikan perhatian terhadap lingkungan sekitar, serta mendukung setiap upaya perlindungan anak.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kekerasan seksual terhadap anak terus menjadi isu utama di Kota Balikpapan. Menanggapi hal ini, Komisi IV DPRD Balikpapan menggarisbawahi pentingnya penguatan kerjasama antarlembaga dalam menanggulangi kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, menyatakan, bahwa koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan akan terus dilakukan untuk mencari solusi yang tepat dan efektif.
“Untuk mengatasi hal itu, keterlibatan keluarga hingga masyarakat sekitar sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak,” ucap Gasali pada media, Kamis (14/11/2024).
Menurutnya, pengawasan dan pembinaan harus lebih digencarkan. Karena hal itu tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi harus ada kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait.
“Artinya semua pihak harus terlibat aktif dalam melakukan sosialisasi dan pembinaan di masyarakat,” jelasnya.
Gasali berharap, dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan melibatkan semua lapisan, kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir.
“Ini adalah pekerjaan rumah kami bersama, dan kami harus bisa bekerja sama dalam upaya pencegahannya," terangnya.
Kekerasan seksual terhadap anak, lanjut Gasali, adalah pelanggaran serius terhadap hak anak untuk mendapat perlindungan dan pengasuhan yang baik. Anak-anak, yang seharusnya berada dalam lingkungan yang aman, kini menjadi korban tindakan yang tidak seharusnya mereka terima.
“Oleh karena itu, pembinaan dan pengawasan yang intensif menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Maka itu ia mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam memberikan perhatian terhadap lingkungan sekitar, serta mendukung setiap upaya perlindungan anak.
(Sf/Rs)