Seputar Kaltim

    Gas LPG 3 KG di Samarinda Langka, Zulfirman Sebut Ada Indikasi Penyelewenangan dari Pangkalan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    09 Juni 2023 pukul 19:56 WITA

    Tambung Gas LPG 3 KG di warung di jual eceran. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tabung gas LPG ukuran 3 kilogram (Kg) di Kota Samarinda mengalami kelangkaan dalam beberapa waktu ini.

    Kelangkaan ini pun langsung direspon DPRD dengan menggelar hearing dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samrinda, Pertamina dan instansi terkait.

    Sales Branch Manager Pertamina Rayon II Samarinda dan Kukar, Zulfirman menyebut ada indikasi terjadi penyelewangan oleh pihak pangkalan.

    "Kami akan melakukan crosscheck kembali setelah rapat koordinasi ini. Memang tidak di semua daerah, tapi beberapa perlu ada pemantauan, penindakan dan setelahnya akan diberikan pembinaan," ungkapnya.

    Sebelum itu, pihaknya juga melakukan crosscheck ke Palaran dan melakukan sampling. Hasilnya, terdapat banyak pembeli LPG 3 kg berasal dari kalangan atas.

    "Ketika kami waktu melakukan peninjauan, terdapat orang yang bermobil CR-V ingin beli gas LPG subsidi, tentu saya langsung menolak. Kami mengimbau warga kalangan atas untuk membeli yang non subsidi, seperti BrightGas 5,5 kg," ujarnya.

    Zulfirman ingin masyarakat berkomunikasi melalui customer service Pertamina jika menemukan pangkalan atau pengusaha nakal yang memanfaatkan kondisi kelangkaan ini.

    "Jika masyarakat menemukan pangkalan nakal dan sebagainya, silahkan lapor ke 135 disertai dengan foto dan bukti. Kami akan tindak lanjut," terangnya.

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas membenarkan jika masih ada masyarakat kalangan atas yang membeli gas LPG 3 KG.

    "Kami sudah siapkan sistem zonasi jauh hari, penempatan distribusi melalui pangkalan yang telah ditentukan. Kemudian masyarakat setiap bulan mendapatkan empat tabung dalam seminggu, dan ini semua berdasarkan data yang telah kita tetapkan di setiap kelurahan," bebernya.

    Dirinya mengaku berupaya menghindari dari pengambilan hak-hak orang yang kurang mampu.

    "Kalau seperti saya ini sudah ada tabung gas yang besar, kalau yang tukang bakso dan lainnya, mereka membutuhkan itu, dan kita bersama-sama perangi hal-hal yang merugikan rakyat kurang mampu," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Gas LPG 3 KG di Samarinda Langka, Zulfirman Sebut Ada Indikasi Penyelewenangan dari Pangkalan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    09 Juni 2023 pukul 19:56 WITA

    Tambung Gas LPG 3 KG di warung di jual eceran. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tabung gas LPG ukuran 3 kilogram (Kg) di Kota Samarinda mengalami kelangkaan dalam beberapa waktu ini.

    Kelangkaan ini pun langsung direspon DPRD dengan menggelar hearing dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samrinda, Pertamina dan instansi terkait.

    Sales Branch Manager Pertamina Rayon II Samarinda dan Kukar, Zulfirman menyebut ada indikasi terjadi penyelewangan oleh pihak pangkalan.

    "Kami akan melakukan crosscheck kembali setelah rapat koordinasi ini. Memang tidak di semua daerah, tapi beberapa perlu ada pemantauan, penindakan dan setelahnya akan diberikan pembinaan," ungkapnya.

    Sebelum itu, pihaknya juga melakukan crosscheck ke Palaran dan melakukan sampling. Hasilnya, terdapat banyak pembeli LPG 3 kg berasal dari kalangan atas.

    "Ketika kami waktu melakukan peninjauan, terdapat orang yang bermobil CR-V ingin beli gas LPG subsidi, tentu saya langsung menolak. Kami mengimbau warga kalangan atas untuk membeli yang non subsidi, seperti BrightGas 5,5 kg," ujarnya.

    Zulfirman ingin masyarakat berkomunikasi melalui customer service Pertamina jika menemukan pangkalan atau pengusaha nakal yang memanfaatkan kondisi kelangkaan ini.

    "Jika masyarakat menemukan pangkalan nakal dan sebagainya, silahkan lapor ke 135 disertai dengan foto dan bukti. Kami akan tindak lanjut," terangnya.

    Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas membenarkan jika masih ada masyarakat kalangan atas yang membeli gas LPG 3 KG.

    "Kami sudah siapkan sistem zonasi jauh hari, penempatan distribusi melalui pangkalan yang telah ditentukan. Kemudian masyarakat setiap bulan mendapatkan empat tabung dalam seminggu, dan ini semua berdasarkan data yang telah kita tetapkan di setiap kelurahan," bebernya.

    Dirinya mengaku berupaya menghindari dari pengambilan hak-hak orang yang kurang mampu.

    "Kalau seperti saya ini sudah ada tabung gas yang besar, kalau yang tukang bakso dan lainnya, mereka membutuhkan itu, dan kita bersama-sama perangi hal-hal yang merugikan rakyat kurang mampu," pungkasnya.

    (Sf/By)