Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin (Foto : Umar Daud : Seputarfakta.com)
Samarinda - Pascabanjir yang melanda di Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda berencana merelokasi sejumlah sekolah yang dianggap rawan tergenang banjir.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menerangkan, sebanyak 13 sekolah yang terdiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) yang terdampak banjir. Hanya saja 2 diantaranya yang paling parah sehingga direncanakan untuk direlokasi.
"Yang paling parah itu ada 2, SMP 24 dan SD 013 yang berada di Jalan P. Suryanata. Sudah kami usulkan untuk dipindahkan," ungkap Asli sapaannya, Rabu (11/6/2025).
Asli menyebut, apabila lokasi sekolah tersebut tidak dialihkan maka dampak banjir tidak akan terselesaikan. Ini juga akan menghambat kegiatan belajar dan mengajar ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Disdikbud juga, lanjut Asli, sudah menyediakan alternatif lokasi yang akan digunakan untuk membangun gedung baru. Sehingga pemindahan sekolah nantinya, tidak akan menimbulkan dampak sosial bagi siswa maupun orang tua.
"Tapi kadang memindahkan sekolah menimbulkan masalah baru, kalau lokasinya jauh pasti masyarakat menolak. Jadi lokasi pembangunan sekolah tidak jauh dari bangunan lama," paparnya.
Untuk lahan yang dipersiapkan oleh pemerintah sendiri, seluas 4 hektare yang berada tepat dibelakan bangunan SD 013. Nantinya kedua sekolah tersebut akan dibangun di lokasi yang sama.
"Insyaallah tahun depan akan kita bangun (gedung baru SD 013 dan SMP 24) dan tahun ini akan kita buat perencanaannya," katanya.
Sementara untuk 11 sekolah lainnya yang terdampak banjir, ia menegaskan, akan dilakukan perencanaan pembangunan atau perbaikan saluran drainase. Sebab, dampak banjir yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan.
"Beberapa sekolah yang lain masih bisa ditolerir dengan membuat drainase. Ini ranah dari DPUPR," tegas Asli.
"kita terus mencari solusi agar sekolah yang terdampak banjir bisa teratasi," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin (Foto : Umar Daud : Seputarfakta.com)
Samarinda - Pascabanjir yang melanda di Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda berencana merelokasi sejumlah sekolah yang dianggap rawan tergenang banjir.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menerangkan, sebanyak 13 sekolah yang terdiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) yang terdampak banjir. Hanya saja 2 diantaranya yang paling parah sehingga direncanakan untuk direlokasi.
"Yang paling parah itu ada 2, SMP 24 dan SD 013 yang berada di Jalan P. Suryanata. Sudah kami usulkan untuk dipindahkan," ungkap Asli sapaannya, Rabu (11/6/2025).
Asli menyebut, apabila lokasi sekolah tersebut tidak dialihkan maka dampak banjir tidak akan terselesaikan. Ini juga akan menghambat kegiatan belajar dan mengajar ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Disdikbud juga, lanjut Asli, sudah menyediakan alternatif lokasi yang akan digunakan untuk membangun gedung baru. Sehingga pemindahan sekolah nantinya, tidak akan menimbulkan dampak sosial bagi siswa maupun orang tua.
"Tapi kadang memindahkan sekolah menimbulkan masalah baru, kalau lokasinya jauh pasti masyarakat menolak. Jadi lokasi pembangunan sekolah tidak jauh dari bangunan lama," paparnya.
Untuk lahan yang dipersiapkan oleh pemerintah sendiri, seluas 4 hektare yang berada tepat dibelakan bangunan SD 013. Nantinya kedua sekolah tersebut akan dibangun di lokasi yang sama.
"Insyaallah tahun depan akan kita bangun (gedung baru SD 013 dan SMP 24) dan tahun ini akan kita buat perencanaannya," katanya.
Sementara untuk 11 sekolah lainnya yang terdampak banjir, ia menegaskan, akan dilakukan perencanaan pembangunan atau perbaikan saluran drainase. Sebab, dampak banjir yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan.
"Beberapa sekolah yang lain masih bisa ditolerir dengan membuat drainase. Ini ranah dari DPUPR," tegas Asli.
"kita terus mencari solusi agar sekolah yang terdampak banjir bisa teratasi," pungkasnya.
(Sf/Rs)