Seputar Kaltim

    Gandeng Perguruan Tinggi, PMII Dukung Samarinda Jadi Kota Kota Pendidikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    29 Juli 2023 pukul 11:51 WITA

    Agenda Public Lecture yang digelar Oleh PMII Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sejumlah perguruan tinggi melaksanakan Public Lecture deklarasi untuk mendukung Kota Samarinda menjadi kota pendidikan.

    Perguruan tinggi ialah Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU KT) yang diwakili Wakil Rektor untuk menyampaikan beberapa gagasan utama dari tema yang diusung, yakni kesiapan perguruan tinggi di Kaltim dalam menyambut IKN.

    Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin hadir pula dalam memberikan dukungan terhadap Pendidikan di Kota Samarinda untuk menyetujui jantungnya Kota Peradaban adalah pendidikan.

    Rektor UNU Kaltim, Farid Wadjdy sebagai tuan rumah menyambut tamu undangan dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PMII Samarinda dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

    "Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PMII Samarinda, bahwa pemuda harus berani bersikap dan bukan hanya menjadi penonton atas datangnya IKN," ungkap Farid di Gedung UNU Kaltim, Samarinda, Jum'at (28/7/2023) sore kemarin.

    Ketua PMII Samarinda, Ahmad Naelul Abrori menyebut latar belakang mendukung Samarinda sebagai kota pendidikan karena memiliki jumlah sekolah formal yang bertaraf nasional hingga nantinya akan dikembangkan menjadi internasional.

    Kemudian perguruan tinggi di Kota Samarinda sendiri berjumlah 34. "Samarinda sebagai penyangga IKN harus berani melahirkan SDM yang unggul, terampil dan memiliki daya saing, sehingga pasca lulus bisa mengambil posisi-posisi strategis di IKN," ungkapnya.

    Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai Kota Peradaban yang harus bisa memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya.

    Abrori memberikan beberapa isu yang harus dituntaskan Pemkot Samarinda. "Ada tiga isu yang kami fokuskan, pertama soal afirmasi alokasi anggaran pendidikan baik itu beasiswa atau dana bos yang tepat sasaran. Kedua, Infrastruktur pendidikan harus diperhatikan dan ketiga pendataan serta pendistribusian pasca pendidikan, itu yang harus disiapkan oleh pemerintah," pungkasnya.

    (Sf/By)

     

    Seputar Kaltim

    Gandeng Perguruan Tinggi, PMII Dukung Samarinda Jadi Kota Kota Pendidikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    29 Juli 2023 pukul 11:51 WITA

    Agenda Public Lecture yang digelar Oleh PMII Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sejumlah perguruan tinggi melaksanakan Public Lecture deklarasi untuk mendukung Kota Samarinda menjadi kota pendidikan.

    Perguruan tinggi ialah Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur (UNU KT) yang diwakili Wakil Rektor untuk menyampaikan beberapa gagasan utama dari tema yang diusung, yakni kesiapan perguruan tinggi di Kaltim dalam menyambut IKN.

    Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin hadir pula dalam memberikan dukungan terhadap Pendidikan di Kota Samarinda untuk menyetujui jantungnya Kota Peradaban adalah pendidikan.

    Rektor UNU Kaltim, Farid Wadjdy sebagai tuan rumah menyambut tamu undangan dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PMII Samarinda dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

    "Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PMII Samarinda, bahwa pemuda harus berani bersikap dan bukan hanya menjadi penonton atas datangnya IKN," ungkap Farid di Gedung UNU Kaltim, Samarinda, Jum'at (28/7/2023) sore kemarin.

    Ketua PMII Samarinda, Ahmad Naelul Abrori menyebut latar belakang mendukung Samarinda sebagai kota pendidikan karena memiliki jumlah sekolah formal yang bertaraf nasional hingga nantinya akan dikembangkan menjadi internasional.

    Kemudian perguruan tinggi di Kota Samarinda sendiri berjumlah 34. "Samarinda sebagai penyangga IKN harus berani melahirkan SDM yang unggul, terampil dan memiliki daya saing, sehingga pasca lulus bisa mengambil posisi-posisi strategis di IKN," ungkapnya.

    Ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai Kota Peradaban yang harus bisa memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya.

    Abrori memberikan beberapa isu yang harus dituntaskan Pemkot Samarinda. "Ada tiga isu yang kami fokuskan, pertama soal afirmasi alokasi anggaran pendidikan baik itu beasiswa atau dana bos yang tepat sasaran. Kedua, Infrastruktur pendidikan harus diperhatikan dan ketiga pendataan serta pendistribusian pasca pendidikan, itu yang harus disiapkan oleh pemerintah," pungkasnya.

    (Sf/By)