Seputar Kaltim

    Galian Terowongan Segmen Kakap Cukup Besar, PUPR Minta Pengertian Warga

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Februari 2024 pukul 15:12 WITA

    Pengerjaan proyek terowongan segmen Jalan Kakap dari depan RSJD Atma Husada Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengerjaan proyek terowongan yang menyambungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap di Samarinda terus digarap. Pengerjaan dari dua sisi jalan itu ditargetkan selesai akhir tahun 2024. 

    Teknik Jalan dan Ahli Pratama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Rezky Samudra Apriliyan menyampaikan galian di sisi Jalan Kakap cukup besar.

    Galian dengan ukuran dan kedalaman yang cukup besar itu akan membuat masyarakat sekitar cukup terdampak. Misal seperti debu, lalu lintas yang sedikit terganggu karena kendaraan proyek, dan getaran juga kebisingan meski tidak cukup signifikan. 

    “Tapi tidak lama, mungkin sebulan kami sudah selesai setting lereng, jadi mungkin sudah bisa normal lagi,” jelas pria yang akrab disapa Rezky itu, Rabu (28/2/2024).

    Ia mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kendala-kendala yang terjadi kedepan, utamanya gangguan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Pasti ada gangguan ke masyarakat dan beberapa kali kita bertemu mereka untuk cari solusi. Pengennya kita kerja 24 jam. 
    Tapi atas aspirasi masyarakat, mereka minta untuk jam 10 malam berhenti. Jadi kami menyesuaikan,” tuturnya. 

    Pekerjaan yang bisa dihentikan, kata Rezky hanya berlangsung sampai jam 10 malam. Tapi tidak untuk penggalian yang ada di dalam terowongan, pihaknya tetap bekerja selama 24 jam. 

    “Karena kalau kita gali, terus menunggu pagi lagi itu tidak bisa, batu punya standing time sendiri jadi siklus itu harus terus berjalan,” jelasnya. 

    Rezky bilang, pekerjaan di dalam terowongan tidak terlalu menimbulkan kebisingan dan efek getaran yang signifikan. Sehingga tidak terlalu mengganggu warga sekitar. Pihaknya juga selalu melakukan pengecekan dari luar terowongan. 

    “Untuk udara juga sudah terkontrol di dalam melalui gas monitoring,” katanya. 

    Panjang terowongan ini akan dibangun sekitar 400 meter, dengan lebar jalan 12 meter dan tinggi 10 meter sudah termasuk ruang bebas setinggi 5 meter.

    “Kami buat seperti itu supaya kendaraan-kendaraan berat bisa melintas nantinya. Dan itu sudah sesuai perhitungan, dan kelengkapan untuk keamanan lainnya ketika nanti difungsikan,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Galian Terowongan Segmen Kakap Cukup Besar, PUPR Minta Pengertian Warga

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Februari 2024 pukul 15:12 WITA

    Pengerjaan proyek terowongan segmen Jalan Kakap dari depan RSJD Atma Husada Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengerjaan proyek terowongan yang menyambungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap di Samarinda terus digarap. Pengerjaan dari dua sisi jalan itu ditargetkan selesai akhir tahun 2024. 

    Teknik Jalan dan Ahli Pratama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Rezky Samudra Apriliyan menyampaikan galian di sisi Jalan Kakap cukup besar.

    Galian dengan ukuran dan kedalaman yang cukup besar itu akan membuat masyarakat sekitar cukup terdampak. Misal seperti debu, lalu lintas yang sedikit terganggu karena kendaraan proyek, dan getaran juga kebisingan meski tidak cukup signifikan. 

    “Tapi tidak lama, mungkin sebulan kami sudah selesai setting lereng, jadi mungkin sudah bisa normal lagi,” jelas pria yang akrab disapa Rezky itu, Rabu (28/2/2024).

    Ia mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kendala-kendala yang terjadi kedepan, utamanya gangguan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Pasti ada gangguan ke masyarakat dan beberapa kali kita bertemu mereka untuk cari solusi. Pengennya kita kerja 24 jam. 
    Tapi atas aspirasi masyarakat, mereka minta untuk jam 10 malam berhenti. Jadi kami menyesuaikan,” tuturnya. 

    Pekerjaan yang bisa dihentikan, kata Rezky hanya berlangsung sampai jam 10 malam. Tapi tidak untuk penggalian yang ada di dalam terowongan, pihaknya tetap bekerja selama 24 jam. 

    “Karena kalau kita gali, terus menunggu pagi lagi itu tidak bisa, batu punya standing time sendiri jadi siklus itu harus terus berjalan,” jelasnya. 

    Rezky bilang, pekerjaan di dalam terowongan tidak terlalu menimbulkan kebisingan dan efek getaran yang signifikan. Sehingga tidak terlalu mengganggu warga sekitar. Pihaknya juga selalu melakukan pengecekan dari luar terowongan. 

    “Untuk udara juga sudah terkontrol di dalam melalui gas monitoring,” katanya. 

    Panjang terowongan ini akan dibangun sekitar 400 meter, dengan lebar jalan 12 meter dan tinggi 10 meter sudah termasuk ruang bebas setinggi 5 meter.

    “Kami buat seperti itu supaya kendaraan-kendaraan berat bisa melintas nantinya. Dan itu sudah sesuai perhitungan, dan kelengkapan untuk keamanan lainnya ketika nanti difungsikan,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)