Seputar Kaltim

    Gadis 15 Tahun Jadi Korban Persetubuhan, Kerap Dipukuli dan Diancam Sebar Videonya

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    31 Agustus 2024 pukul 11:51 WITA

    Ilustrasi. (Dok. Pinterest)

    Tenggarong - Gadis 15 tahun asal Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi korban persetubuhan dan kekerasan fisik yang dilakukan kekasihnya sendiri.

    Kasus ini bermula pada Februari 2023 saat usia korban masih 14 tahun. Waktu itu pelaku mengajak korban untuk keluar rumah pada malam hari dan tanpa menaruh curiga, korban pun menuruti kemauan pelaku.

    "Saya tidak curiga dengan dia saat mengajak keluar rumah pada malam hari karena kami memang ada hubungan pacaran. Dia waktu itu maksa untuk melakukan persetubuhan di sebuah hotel di Kota Samarinda, dipaksa dan ingin dipukul saya pasrah saja karena takut disakiti," kata korban, Sabtu (31/8/2024).

    Kejadian persetubuhan itu terulang lagi pada Oktober 2023. Pelaku juga memaksa untuk bertemu dan melakukan hal yang sama kepada korban dengan ancaman akan menyebarkan videonya saat berhubungan pada Februari lalu.

    "Kejadian pada Oktober itu sama, saya dipaksa untuk melayaninya di hotel yang juga sama. Kalau tak mau, maka video akan disebarkan," sebutnya. 

    Korban mengaku terakhir berhubungan dengan pelaku pada Juni 2024 saat korban berusia 15 tahun. 

    Sambil mengancam, pelaku juga melakukan kekerasan seperti menampar dan menginjak muka korban saat berada di dalam mobil. 

    "Saya mendapat perlakukan kekerasan didalam mobil kalau saya tak mau mengikuti kemauannya. Sempat trauma," ungkapnya. 

    Pelaku, kata korban, juga mencari mangsa baru untuk digauli yang ternyata target selanjutnya adalah kakak korban.

    Dirinya diajak berkenalan di sebuah aplikasi WhatsApp oleh nomor yang tak dikenal. "Saya kaget ada nomor baru menghubungi untuk mengajak berkenalan, saya layani saja pesannya. Tak lama dia langsung mengirim video hasil berhubungan badan dan ternyata itu adik saya," ungkapnya. 

    Ia menyebut telah mengetahui perbuatan pelaku kepada adiknya dan telah melaporkan perlakuan tersebut kepada polisi. 

    "Kami sudah melapor, sekarang masih proses untuk mengecek adik saya ke rumah sakit sebab dia mual seperti orang hamil," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Gadis 15 Tahun Jadi Korban Persetubuhan, Kerap Dipukuli dan Diancam Sebar Videonya

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    31 Agustus 2024 pukul 11:51 WITA

    Ilustrasi. (Dok. Pinterest)

    Tenggarong - Gadis 15 tahun asal Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi korban persetubuhan dan kekerasan fisik yang dilakukan kekasihnya sendiri.

    Kasus ini bermula pada Februari 2023 saat usia korban masih 14 tahun. Waktu itu pelaku mengajak korban untuk keluar rumah pada malam hari dan tanpa menaruh curiga, korban pun menuruti kemauan pelaku.

    "Saya tidak curiga dengan dia saat mengajak keluar rumah pada malam hari karena kami memang ada hubungan pacaran. Dia waktu itu maksa untuk melakukan persetubuhan di sebuah hotel di Kota Samarinda, dipaksa dan ingin dipukul saya pasrah saja karena takut disakiti," kata korban, Sabtu (31/8/2024).

    Kejadian persetubuhan itu terulang lagi pada Oktober 2023. Pelaku juga memaksa untuk bertemu dan melakukan hal yang sama kepada korban dengan ancaman akan menyebarkan videonya saat berhubungan pada Februari lalu.

    "Kejadian pada Oktober itu sama, saya dipaksa untuk melayaninya di hotel yang juga sama. Kalau tak mau, maka video akan disebarkan," sebutnya. 

    Korban mengaku terakhir berhubungan dengan pelaku pada Juni 2024 saat korban berusia 15 tahun. 

    Sambil mengancam, pelaku juga melakukan kekerasan seperti menampar dan menginjak muka korban saat berada di dalam mobil. 

    "Saya mendapat perlakukan kekerasan didalam mobil kalau saya tak mau mengikuti kemauannya. Sempat trauma," ungkapnya. 

    Pelaku, kata korban, juga mencari mangsa baru untuk digauli yang ternyata target selanjutnya adalah kakak korban.

    Dirinya diajak berkenalan di sebuah aplikasi WhatsApp oleh nomor yang tak dikenal. "Saya kaget ada nomor baru menghubungi untuk mengajak berkenalan, saya layani saja pesannya. Tak lama dia langsung mengirim video hasil berhubungan badan dan ternyata itu adik saya," ungkapnya. 

    Ia menyebut telah mengetahui perbuatan pelaku kepada adiknya dan telah melaporkan perlakuan tersebut kepada polisi. 

    "Kami sudah melapor, sekarang masih proses untuk mengecek adik saya ke rumah sakit sebab dia mual seperti orang hamil," pungkasnya.

    (Sf/By)