Seputar Kaltim

    Fraksi Gabungan PKS include PPP Soroti Masalah Banjir Hingga Usulan Insentif Marbut Masjid

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Fraksi Gabungan PKS include PPP DPRD Balikpapan, Jafar Sidik saat sampaikan beberapa hal dalam paripurna DPRD. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Fraksi Gabungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Balikpapan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk kembali memberikan insentif untuk marbut masjid. 

    Meski sebelumnya insentif tersebut sempat diberikan, namun dihentikan sejak tahun 2020 lalu. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Gabungan PKS include PPP DPRD Balikpapan, Jafar Sidik.

    Menurutnya, pemberian insentif kepada marbut adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.

    “Marbut masjid adalah ujung tombak kenyamanan masyarakat dalam beribadah," ujar Jafar sapaan akrabnya kepada media, Rabu (20/11/2024).

    Melalui pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, dirinya sangat berharap agar insentif tersebut bisa dimasukkan kembali dalam APBD 2025.

    Selain itu, permasalahan banjir juga menjadi sorotan Fraksi Gabungan PKS include PPP. Mereka menilai bahwa perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastrukturnya perlu dievaluasi untuk mengatasi masalah banjir secara lebih efektif.

    “Salah satu proyek yang disorotan yakni pembangunan tanggul di Hotel Zurich yang dinilai belum sepenuhnya mengatasi masalah banjir, bahkan memperburuk kondisi di beberapa wilayah sekitar RT 1, 2, 3, dan 4 yang melaporkan bahwa air sering meluap masuk ke rumah mereka,” tegasnya.

    Fraksi PKS include PPP pun meminta agar OPD terkait segera melakukan kajian ulang terhadap desain dan efektivitas tanggul tersebut. Serta mendorong Pemkot untuk memprioritaskan pembangunan sistem drainase yang lebih baik di wilayah-wilayah rawan banjir, guna mengurangi genangan air dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Fraksi kami juga mengingatkan pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk proyek-proyek strategis guna mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” terangnya.

    Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Balikpapan diharapkan dapat menunjukkan komitmen nyata untuk memenuhi aspirasi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga kota Balikpapan. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Fraksi Gabungan PKS include PPP Soroti Masalah Banjir Hingga Usulan Insentif Marbut Masjid

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ketua Fraksi Gabungan PKS include PPP DPRD Balikpapan, Jafar Sidik saat sampaikan beberapa hal dalam paripurna DPRD. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Fraksi Gabungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Balikpapan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk kembali memberikan insentif untuk marbut masjid. 

    Meski sebelumnya insentif tersebut sempat diberikan, namun dihentikan sejak tahun 2020 lalu. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Gabungan PKS include PPP DPRD Balikpapan, Jafar Sidik.

    Menurutnya, pemberian insentif kepada marbut adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.

    “Marbut masjid adalah ujung tombak kenyamanan masyarakat dalam beribadah," ujar Jafar sapaan akrabnya kepada media, Rabu (20/11/2024).

    Melalui pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, dirinya sangat berharap agar insentif tersebut bisa dimasukkan kembali dalam APBD 2025.

    Selain itu, permasalahan banjir juga menjadi sorotan Fraksi Gabungan PKS include PPP. Mereka menilai bahwa perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastrukturnya perlu dievaluasi untuk mengatasi masalah banjir secara lebih efektif.

    “Salah satu proyek yang disorotan yakni pembangunan tanggul di Hotel Zurich yang dinilai belum sepenuhnya mengatasi masalah banjir, bahkan memperburuk kondisi di beberapa wilayah sekitar RT 1, 2, 3, dan 4 yang melaporkan bahwa air sering meluap masuk ke rumah mereka,” tegasnya.

    Fraksi PKS include PPP pun meminta agar OPD terkait segera melakukan kajian ulang terhadap desain dan efektivitas tanggul tersebut. Serta mendorong Pemkot untuk memprioritaskan pembangunan sistem drainase yang lebih baik di wilayah-wilayah rawan banjir, guna mengurangi genangan air dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Fraksi kami juga mengingatkan pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk proyek-proyek strategis guna mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” terangnya.

    Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkot Balikpapan diharapkan dapat menunjukkan komitmen nyata untuk memenuhi aspirasi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga kota Balikpapan. 

    (Sf/Rs)