Seputar Kaltim

    Fisik Rampung, Dinkes Kaltim Sesuaikan Lebar Pintu Gedung Pandurata Jelang Operasional Juni

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 April 2026 pukul 20:54 WITA

    Gedung Pandurata RSUD AWS yang swbentar lagi diresmikan (foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Gedung Pandurata yang berlokasi di kompleks RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda ditargetkan mulai beroperasi dan melayani pasien pada Juni 2026 mendatang.

    Kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim tengah fokus mengebut persiapan operasional, terutama yang berkaitan dengan pengadaan dan instalasi alat kesehatan (alkes).

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin mengungkapkan pemerintah juga telah mengamankan anggaran khusus untuk biaya pemeliharaan sarana prasarana.

    "Alat baru kita mau laksanakan. Ini sudah berlangsung. Tahun ini kan sudah dikasih anggaran Rp34 miliar untuk maintenance dan perbaikan," ujar Jaya saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

    Gedung delapan lantai ini merupakan salah satu mega proyek kesehatan di Kaltim. Sejak peletakan batu pertama pada 2023 lalu, total alokasi dana dari APBD Kaltim yang telah dikucurkan mencapai angka Rp380 miliar.

    Dengan kapasitas daya tampung hingga 500 tempat tidur, kehadiran Gedung Pandurata diproyeksikan mampu memecah masalah antrean panjang pasien di RSUD AWS. 

    Gedung ini nantinya akan dilengkapi fasilitas perawatan intensif yang komprehensif, mulai dari ruang ICU, layanan hemodialisa (cuci darah), hingga fasilitas radiologi modern.

    Meski secara fisik bangunan megah tersebut sudah berdiri tegak, Jaya mengakui masih ada sejumlah penyesuaian minor di lapangan yang perlu diselesaikan sebelum peresmian. 

    Keputusan ini diambil setelah tim Dinkes melakukan inspeksi ulang demi memastikan kenyamanan dan efisiensi mobilitas tenaga medis.

    "Sebenarnya sudah selesai, tetapi setelah kita lakukan peninjauan kembali, ada yang harus disesuaikan," ungkapnya.

    Salah satu evaluasi teknis yang dilakukan adalah perombakan ukuran pintu ruangan. Jaya menyebut dimensi pintu yang terpasang sebelumnya dinilai terlalu sempit untuk akses keluar masuk brankar (ranjang pasien) model terbaru yang berukuran lebih lebar.

    Pihak Dinkes Kaltim menargetkan seluruh proses penyesuaian fisik bangunan dan masuknya alat kesehatan ini dapat rampung dalam waktu dekat.

    "Jadi mudah-mudahan di bulan April ini (selesai penyesuaian). April ini kan sudah mulai pengadaan alkes, targetnya Juni sudah bisa jalanlah," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Fisik Rampung, Dinkes Kaltim Sesuaikan Lebar Pintu Gedung Pandurata Jelang Operasional Juni

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 April 2026 pukul 20:54 WITA

    Gedung Pandurata RSUD AWS yang swbentar lagi diresmikan (foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Gedung Pandurata yang berlokasi di kompleks RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda ditargetkan mulai beroperasi dan melayani pasien pada Juni 2026 mendatang.

    Kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim tengah fokus mengebut persiapan operasional, terutama yang berkaitan dengan pengadaan dan instalasi alat kesehatan (alkes).

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin mengungkapkan pemerintah juga telah mengamankan anggaran khusus untuk biaya pemeliharaan sarana prasarana.

    "Alat baru kita mau laksanakan. Ini sudah berlangsung. Tahun ini kan sudah dikasih anggaran Rp34 miliar untuk maintenance dan perbaikan," ujar Jaya saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

    Gedung delapan lantai ini merupakan salah satu mega proyek kesehatan di Kaltim. Sejak peletakan batu pertama pada 2023 lalu, total alokasi dana dari APBD Kaltim yang telah dikucurkan mencapai angka Rp380 miliar.

    Dengan kapasitas daya tampung hingga 500 tempat tidur, kehadiran Gedung Pandurata diproyeksikan mampu memecah masalah antrean panjang pasien di RSUD AWS. 

    Gedung ini nantinya akan dilengkapi fasilitas perawatan intensif yang komprehensif, mulai dari ruang ICU, layanan hemodialisa (cuci darah), hingga fasilitas radiologi modern.

    Meski secara fisik bangunan megah tersebut sudah berdiri tegak, Jaya mengakui masih ada sejumlah penyesuaian minor di lapangan yang perlu diselesaikan sebelum peresmian. 

    Keputusan ini diambil setelah tim Dinkes melakukan inspeksi ulang demi memastikan kenyamanan dan efisiensi mobilitas tenaga medis.

    "Sebenarnya sudah selesai, tetapi setelah kita lakukan peninjauan kembali, ada yang harus disesuaikan," ungkapnya.

    Salah satu evaluasi teknis yang dilakukan adalah perombakan ukuran pintu ruangan. Jaya menyebut dimensi pintu yang terpasang sebelumnya dinilai terlalu sempit untuk akses keluar masuk brankar (ranjang pasien) model terbaru yang berukuran lebih lebar.

    Pihak Dinkes Kaltim menargetkan seluruh proses penyesuaian fisik bangunan dan masuknya alat kesehatan ini dapat rampung dalam waktu dekat.

    "Jadi mudah-mudahan di bulan April ini (selesai penyesuaian). April ini kan sudah mulai pengadaan alkes, targetnya Juni sudah bisa jalanlah," pungkasnya.

    (Sf/Lo)