Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota KPU RI, Agus Mellaz, bersama kru film tepatilah janji. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mempersembahkan sebuah karya film berjudul "Tepatilah Janji".
Film ini merupakan garapan dari sutradara kondang, Garin Nugroho yang khusus diperuntukkan momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Film edukasi yang dikemas dengan komedi ini merupakan sequel dari film garapan KPU sebelumnya yakni kejarlah janji.
Dibalik suksesnya menghibur penonton, film ini diperankan oleh aktor dan aktris papan atas, seperti Cut Mini, Ibnu Jamil, Shenina Chinamon, dan Bima Zeno.
Semenjak film ini dirilis pada awal Bulan Agustus, Samarinda baru mendapatkan giliran. Pemutaran film ini diakomodir langsung oleh KPU Kaltim yang diselenggarakan di XXI Samarinda Square, Samarinda, Senin (2/9/2024) malam.
KPU Kaltim mengundang beberapa elemen, dari anak sekolah hingga rekan-rekan jurnalis. Sebelum pemutaran film, para penonton dikejutkan oleh kedatangan kru, seperti aktor Bima Zeno, Kevin Abani dan Alim Sudia sebagai penulis.
Anggota KPU RI yang hadir di studio, Agus Mellaz menyampaikan bahwa film ini disajikan dengan isu terkini, banyak pelanggaran juga disematkan dalam film ini.
"Selain isu mengenai politik uang, tadi secara tidak sadar ada pelanggaran yang terdapat dalam aturan seperti melakukan kegiatan kampanye di tempat ibadah, hal kecil ini kita masukkan dalam film," ungkap Agus Mellaz.
Menurut Agus, pemutaran film ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk memberikan pemahaman terhadap dinamika politik yang terjadi. Sehingga pendekatan dari sisi film ini memberikan dampak lainnya.
"Pemilu bisa dipahami dalam berbagai konteks, salah satunya kebudayaan. Lewat film ini, kami ingin masyarakat melihat bahwa Pilkada bukan hanya tentang politik, tapi juga bisa menjadi sarana pembelajaran budaya dan sosial," tambahnya.
Selanjutnya, kata dia, film ini nantinya akan disebar luaskan tentunya melalui agenda-agenda besar nasional, dan ditayangkan dan disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Momentum terdekat seperti hari santri, kita akan tayangkan, sekaligus mengedukasi," tukasnya.
Sebagai penulis, Alim Sudia mengaku ia menggarap sebuah karya ini lebih cepat dari sebelumnya, bahkan proses syuting hanya memakan waktu 11 hari lamanya.
"Waktu penulisan film ini kita perlu mengetahui terlebih dahulu, sebenarnya isu politik apa yang bisa dihadirkan, dari kompleksitas permasalahan kita susun jadi satu dan ini umum di tengah masyarakat kita," tutur Alim.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota KPU RI, Agus Mellaz, bersama kru film tepatilah janji. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia telah mempersembahkan sebuah karya film berjudul "Tepatilah Janji".
Film ini merupakan garapan dari sutradara kondang, Garin Nugroho yang khusus diperuntukkan momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Film edukasi yang dikemas dengan komedi ini merupakan sequel dari film garapan KPU sebelumnya yakni kejarlah janji.
Dibalik suksesnya menghibur penonton, film ini diperankan oleh aktor dan aktris papan atas, seperti Cut Mini, Ibnu Jamil, Shenina Chinamon, dan Bima Zeno.
Semenjak film ini dirilis pada awal Bulan Agustus, Samarinda baru mendapatkan giliran. Pemutaran film ini diakomodir langsung oleh KPU Kaltim yang diselenggarakan di XXI Samarinda Square, Samarinda, Senin (2/9/2024) malam.
KPU Kaltim mengundang beberapa elemen, dari anak sekolah hingga rekan-rekan jurnalis. Sebelum pemutaran film, para penonton dikejutkan oleh kedatangan kru, seperti aktor Bima Zeno, Kevin Abani dan Alim Sudia sebagai penulis.
Anggota KPU RI yang hadir di studio, Agus Mellaz menyampaikan bahwa film ini disajikan dengan isu terkini, banyak pelanggaran juga disematkan dalam film ini.
"Selain isu mengenai politik uang, tadi secara tidak sadar ada pelanggaran yang terdapat dalam aturan seperti melakukan kegiatan kampanye di tempat ibadah, hal kecil ini kita masukkan dalam film," ungkap Agus Mellaz.
Menurut Agus, pemutaran film ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk memberikan pemahaman terhadap dinamika politik yang terjadi. Sehingga pendekatan dari sisi film ini memberikan dampak lainnya.
"Pemilu bisa dipahami dalam berbagai konteks, salah satunya kebudayaan. Lewat film ini, kami ingin masyarakat melihat bahwa Pilkada bukan hanya tentang politik, tapi juga bisa menjadi sarana pembelajaran budaya dan sosial," tambahnya.
Selanjutnya, kata dia, film ini nantinya akan disebar luaskan tentunya melalui agenda-agenda besar nasional, dan ditayangkan dan disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Momentum terdekat seperti hari santri, kita akan tayangkan, sekaligus mengedukasi," tukasnya.
Sebagai penulis, Alim Sudia mengaku ia menggarap sebuah karya ini lebih cepat dari sebelumnya, bahkan proses syuting hanya memakan waktu 11 hari lamanya.
"Waktu penulisan film ini kita perlu mengetahui terlebih dahulu, sebenarnya isu politik apa yang bisa dihadirkan, dari kompleksitas permasalahan kita susun jadi satu dan ini umum di tengah masyarakat kita," tutur Alim.
(Sf/Rs)