Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto (tengah) saat memberikan masukan terkait film Nuju Erau 2025 (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto menyoroti penggunaan bahasa pada film Nuju Erau 2025 yang dinilai tidak konsisten.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi penayangan film Nuju Erau 2025 di ruang rapat Dispar Kukar, Rabu (28/1/2026).
“Kalau perannya itu disebutkan dari wilayah Hulu maka harusnya konsisten dialek Kutainya bahasa Hulu,” ujar Arianto.
Menurutnya, penggunaan bahasa Hulu dalam film tersebut seharusnya konsisten dan tidak berubah-ubah dari awal hingga akhir tayangan.
Ketidakkonsistenan dialek bahasa dianggap dapat mengganggu alur cerita serta mengaburkan peran yang ditampilkan dalam film tersebut.
“Setidaknya di pertengahan cerita itu ada pemberitahuan bahwa pemeran yang berasal dari wilayah Hulu itu mulai beralih menggunakan bahasa pada umumnya,” jelas Arianto.
Sementara Sutradara film Nuju Erau 2025, Endri Satriyo mengaku tidak bisa melakukan syuting ulang untuk memperbaiki kesalahan pada penggunaan bahasa dalam film tersebut karena momentum Erau sudah berakhir pada 29 September 2025 lalu.
“Nggak mungkin syutingnya kita ulang dan mulai dari awal lagi, jadi kami nanti hanya akan menambahkan subtitle,” paparnya.
Ia menjelaskan Film Nuju Erau 2025 mengisahkan tentang sepasang suami-istri yang rela berpergian dari wilayah Hulu ke Tenggarong demi menyaksikan festival Erau dan Sultan Kukar Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin secara langsung untuk pertama kalinya.
Film yang menghabiskan dana sekitar Rp100 juta tersebut rencananya akan ditayangkan di Pendopo pada awal Februari 2026 mendatang.
“Jadi dalam rapat ini, kita meminta saran dan masukan terkait film Nuju Erau 2025 agar sesuai dan tidak menyinggung, mengingat film ini akan disaksikan oleh Sultan Kukar Ing Martadipura dan kepala daerah,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto (tengah) saat memberikan masukan terkait film Nuju Erau 2025 (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto menyoroti penggunaan bahasa pada film Nuju Erau 2025 yang dinilai tidak konsisten.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri rapat koordinasi penayangan film Nuju Erau 2025 di ruang rapat Dispar Kukar, Rabu (28/1/2026).
“Kalau perannya itu disebutkan dari wilayah Hulu maka harusnya konsisten dialek Kutainya bahasa Hulu,” ujar Arianto.
Menurutnya, penggunaan bahasa Hulu dalam film tersebut seharusnya konsisten dan tidak berubah-ubah dari awal hingga akhir tayangan.
Ketidakkonsistenan dialek bahasa dianggap dapat mengganggu alur cerita serta mengaburkan peran yang ditampilkan dalam film tersebut.
“Setidaknya di pertengahan cerita itu ada pemberitahuan bahwa pemeran yang berasal dari wilayah Hulu itu mulai beralih menggunakan bahasa pada umumnya,” jelas Arianto.
Sementara Sutradara film Nuju Erau 2025, Endri Satriyo mengaku tidak bisa melakukan syuting ulang untuk memperbaiki kesalahan pada penggunaan bahasa dalam film tersebut karena momentum Erau sudah berakhir pada 29 September 2025 lalu.
“Nggak mungkin syutingnya kita ulang dan mulai dari awal lagi, jadi kami nanti hanya akan menambahkan subtitle,” paparnya.
Ia menjelaskan Film Nuju Erau 2025 mengisahkan tentang sepasang suami-istri yang rela berpergian dari wilayah Hulu ke Tenggarong demi menyaksikan festival Erau dan Sultan Kukar Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin secara langsung untuk pertama kalinya.
Film yang menghabiskan dana sekitar Rp100 juta tersebut rencananya akan ditayangkan di Pendopo pada awal Februari 2026 mendatang.
“Jadi dalam rapat ini, kita meminta saran dan masukan terkait film Nuju Erau 2025 agar sesuai dan tidak menyinggung, mengingat film ini akan disaksikan oleh Sultan Kukar Ing Martadipura dan kepala daerah,” tandasnya.
(Sf/Rs)