Cari disini...
Seputar Kaltim
150 peserta diberi penghargaan pada malam puncak Festival Pea Paser (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Festival Pea Paser yang digelar perdana oleh Forum Komunikasi Pemuda Kabupaten Paser (FKPKP) telah sampai di puncak penutupan setelah dua hari berlangsung, 29-30 November 2024.
Event lokal yang membawa beragam pertunjukan bakat kawula muda itu berjalan sukses, disebut sebagai panggung bakat menampilkan kreatifitas.
Plt Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Syarif Rakhmadani mengatakan melalui event tersebut dapat mengasah kemampuan para generasi muda ditengah kemajuan teknologi.
“Generasi-generasi seperti inilah yang kita butuhkan di tengah maraknya gempuran budaya asing dan kecanggihan teknologi yang semakin meresahkan akibat penyalahgunaan sosial media,” kata Syarif di Tanah Grogot.
Ketua FKPKP Dodi Wahyudi, mengatakan selama dua hari berlangsung, kegitan itu berjalan dengan lancar dan pra peserta begitu antusias.
Ia berharap agar pemetintah turut memberi dukungan, khususnya bangunan gedung, agar dapat kegiatan dapat dilaksanakan secara indoor atau dalam ruangan.
Untuk kedepan, ia bakal kembali menggelar agenda yang sama, bahkan harapannya dapat lebih meriah yang dimanfaatkan anak muda untuk menampilkan karyanya.
“Festival Pea Paser menjadi rangkaian sejarah pertama dan bisa berlanjut di tahun depan,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

150 peserta diberi penghargaan pada malam puncak Festival Pea Paser (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Tanah Grogot - Festival Pea Paser yang digelar perdana oleh Forum Komunikasi Pemuda Kabupaten Paser (FKPKP) telah sampai di puncak penutupan setelah dua hari berlangsung, 29-30 November 2024.
Event lokal yang membawa beragam pertunjukan bakat kawula muda itu berjalan sukses, disebut sebagai panggung bakat menampilkan kreatifitas.
Plt Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Syarif Rakhmadani mengatakan melalui event tersebut dapat mengasah kemampuan para generasi muda ditengah kemajuan teknologi.
“Generasi-generasi seperti inilah yang kita butuhkan di tengah maraknya gempuran budaya asing dan kecanggihan teknologi yang semakin meresahkan akibat penyalahgunaan sosial media,” kata Syarif di Tanah Grogot.
Ketua FKPKP Dodi Wahyudi, mengatakan selama dua hari berlangsung, kegitan itu berjalan dengan lancar dan pra peserta begitu antusias.
Ia berharap agar pemetintah turut memberi dukungan, khususnya bangunan gedung, agar dapat kegiatan dapat dilaksanakan secara indoor atau dalam ruangan.
Untuk kedepan, ia bakal kembali menggelar agenda yang sama, bahkan harapannya dapat lebih meriah yang dimanfaatkan anak muda untuk menampilkan karyanya.
“Festival Pea Paser menjadi rangkaian sejarah pertama dan bisa berlanjut di tahun depan,” tandasnya.
(Sf/Rs)