Festival Nondoi 2025 Digelar, Tradisi Turun-temurun Suku Adat Paser

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    03 November 2025 08:47 WIB

    Potret meriahnya pembukaan Festival Belian Adat Nondoi (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Festival Belian Adat Paser Nondoi resmi digelar di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Penajam mulai 3-8 November 2025.

    Festival kali ini mengusung tema Jakit Aso Erai Siret, Dalai Aso Erai Urai yang memiliki arti Satu Ikatan Sebangsa dan Satu Tanah Air. 

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan Festival Nondoi sudah menjadi warisan turun-temurun dari leluhur suku adat Paser.

    “Kegiatan ini bukan hanya pertunjukan budaya, tapi juga bentuk penghormatan kita kepada warisan leluhur terhadap nilai-nilai yang telah menjaga harmoni antara manusia, alam dan sang pencipta,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

    Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar PPU, Christian Nur Selamat menjelaskan Festival Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang dilakukan leluhur Suku Paser dan sudah ada sejak zaman dahulu.

    “Ritual bersih-bersih itu dipercaya masyarakat setempat mampu memberikan mereka keselamatan dan kesejahteraan," terangnya.

    Pada upacara Nondoi, Suku Paser percaya bahwa roh-roh nenek moyang akan ikut menghadiri ritual dan mempunyai kekuatan gaib.

    Festival ini diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai leluhur suku Paser dan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke PPU.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Festival Nondoi 2025 Digelar, Tradisi Turun-temurun Suku Adat Paser

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    03 November 2025 08:47 WIB

    Potret meriahnya pembukaan Festival Belian Adat Nondoi (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Festival Belian Adat Paser Nondoi resmi digelar di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Penajam mulai 3-8 November 2025.

    Festival kali ini mengusung tema Jakit Aso Erai Siret, Dalai Aso Erai Urai yang memiliki arti Satu Ikatan Sebangsa dan Satu Tanah Air. 

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan Festival Nondoi sudah menjadi warisan turun-temurun dari leluhur suku adat Paser.

    “Kegiatan ini bukan hanya pertunjukan budaya, tapi juga bentuk penghormatan kita kepada warisan leluhur terhadap nilai-nilai yang telah menjaga harmoni antara manusia, alam dan sang pencipta,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

    Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan dan Pariwisata Disbudpar PPU, Christian Nur Selamat menjelaskan Festival Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang dilakukan leluhur Suku Paser dan sudah ada sejak zaman dahulu.

    “Ritual bersih-bersih itu dipercaya masyarakat setempat mampu memberikan mereka keselamatan dan kesejahteraan," terangnya.

    Pada upacara Nondoi, Suku Paser percaya bahwa roh-roh nenek moyang akan ikut menghadiri ritual dan mempunyai kekuatan gaib.

    Festival ini diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai leluhur suku Paser dan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke PPU.

    (Sf/Lo)