Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam Tenggarong, Abdul Larif (Dok: Istimewa)
Tenggarong - Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai merasakan dampak dari fenomena El Nino yang ditandai datangnya musim kemarau lebih awal dari biasanya.
Kondisi ini tentu dapat memengaruhi siklus air di Sungai Mahakam, termasuk potensi masuknya air laut ke wilayah perairan tawar.
Seperti di Samarinda, air sungai di kawasan Palaran diduga telah berubah menjadi lebih asin akibat dampak yang ditimbulkan dari fenomena El Nino belum lama ini.
Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam Tenggarong, Abdul Larif mengatakan meski pihaknya belum mendapat laporan terkait perubahan kualitas air di Kukar, namun pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi air.
“Sejauh ini belum ada, namun potensi masuknya air laut tetap ada, terutama jika kemarau berlangsung lama,” ujar Abdul, Selasa (7/4/2026).
Ia mengungkapkan pihaknya akan mengurangi produksi air di daerah yang dianggap rawan terdampak, seperti Kecamatan Anggana, Loa Kulu dan Sanga sanga.
Selain mengurangi produksi air, Perumda Tirta Mahakam juga akan melakukan pengerukan terhadap sedimentasi di area Instalasi Pengolahan Air (IPA) guna menjaga kelancaran suplai air bersih.
Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi yang dilakukan Perumda Tirta Mahakam dalam menghadapi dampak dari fenomena El Nino apabila muncul di Kukar.
“Kalau kemarau berkepanjangan, debit air pasti menurun. Karena itu kami lakukan pengerukan endapan di intake, terutama di wilayah Loa Kulu,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar bisa menghemat serta menampung air sejak dini sebagai bentuk persiapan menghadapi kekeringan, terutama di musim kemarau saat ini.
“Masyarakat diharapkan menggunakan air seperlunya dan mulai menampung air sebagai langkah antisipasi,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam Tenggarong, Abdul Larif (Dok: Istimewa)
Tenggarong - Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai merasakan dampak dari fenomena El Nino yang ditandai datangnya musim kemarau lebih awal dari biasanya.
Kondisi ini tentu dapat memengaruhi siklus air di Sungai Mahakam, termasuk potensi masuknya air laut ke wilayah perairan tawar.
Seperti di Samarinda, air sungai di kawasan Palaran diduga telah berubah menjadi lebih asin akibat dampak yang ditimbulkan dari fenomena El Nino belum lama ini.
Direktur Teknik Perumda Tirta Mahakam Tenggarong, Abdul Larif mengatakan meski pihaknya belum mendapat laporan terkait perubahan kualitas air di Kukar, namun pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi air.
“Sejauh ini belum ada, namun potensi masuknya air laut tetap ada, terutama jika kemarau berlangsung lama,” ujar Abdul, Selasa (7/4/2026).
Ia mengungkapkan pihaknya akan mengurangi produksi air di daerah yang dianggap rawan terdampak, seperti Kecamatan Anggana, Loa Kulu dan Sanga sanga.
Selain mengurangi produksi air, Perumda Tirta Mahakam juga akan melakukan pengerukan terhadap sedimentasi di area Instalasi Pengolahan Air (IPA) guna menjaga kelancaran suplai air bersih.
Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi yang dilakukan Perumda Tirta Mahakam dalam menghadapi dampak dari fenomena El Nino apabila muncul di Kukar.
“Kalau kemarau berkepanjangan, debit air pasti menurun. Karena itu kami lakukan pengerukan endapan di intake, terutama di wilayah Loa Kulu,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat agar bisa menghemat serta menampung air sejak dini sebagai bentuk persiapan menghadapi kekeringan, terutama di musim kemarau saat ini.
“Masyarakat diharapkan menggunakan air seperlunya dan mulai menampung air sebagai langkah antisipasi,” tandasnya.
(Sf/Rs)