Seputar Kaltim

    Farid Wadjdy Kenang Figur Awang Faroek sebagai Pemimpin Visioner

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 12:46 WITA

    Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Periode 2008-2013, Farid Wadjdy saat mengikuti prosesi salat jenazah di Masjid Nurul Mu’minin. (Foto: Biro Adpim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2008-2013, Farid Wadjdy mengenang sosok almarhum Gubernur Awang Faroek Ishak sebagai pemimpin yang visioner dan pekerja keras. Hal ini disampaikan Farid saat ditemui usai upacara pelepasan jenazah Awang Faroek di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/12/2024).

    "Beliau sangat visioner, penuh dengan gagasan-gagasan yang tidak pernah berhenti, terutama inovasi, kreativitas, dan dedikasi," ungkap Farid yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

    Selama lima tahun mendampingi Awang Faroek, Farid mengaku banyak belajar dari sosok pemimpin yang sangat mencintai Kaltim itu. Salah satu yang paling ia ingat adalah semangat kerja keras Awang Faroek yang tak kenal lelah.

    "Beliau meminta seluruh staf, termasuk saya, untuk mengaktifkan ponsel 24 jam. Ini menunjukkan bahwa beliau selalu siap bekerja kapan pun dan di mana pun," kenang Farid.

    Menurut Farid, semangat kerja keras Awang Faroek ini jauh sebelum slogan "kerja, kerja, kerja" populer. "Beliau sudah menerapkannya sejak puluhan tahun lalu," ujarnya.

    Awang Faroek, kata Farid, memiliki visi yang kuat untuk membangun Kaltim menjadi provinsi yang makmur dan sejahtera. Hal ini tercermin dari berbagai pembangunan infrastruktur yang digagasnya, seperti jalan tol dan jembatan.

    "Beliau selalu menyampaikan dalam setiap sambutan tentang cita-citanya untuk membangun infrastruktur di Kaltim. Berkat pemikiran visioner beliau, kita bisa menikmati infrastruktur yang lebih baik saat ini," kata Farid.

    Farid berharap semangat dan dedikasi Awang Faroek dapat menginspirasi generasi muda untuk terus membangun Kalimantan Timur. "Kita tidak boleh berlarut dalam kesedihan, tetapi harus memikirkan bagaimana melahirkan pemimpin-pemimpin seperti Awang Faroek di masa depan," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Farid Wadjdy Kenang Figur Awang Faroek sebagai Pemimpin Visioner

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 12:46 WITA

    Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Periode 2008-2013, Farid Wadjdy saat mengikuti prosesi salat jenazah di Masjid Nurul Mu’minin. (Foto: Biro Adpim/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Mantan Wakil Gubernur Kalimantan Timur periode 2008-2013, Farid Wadjdy mengenang sosok almarhum Gubernur Awang Faroek Ishak sebagai pemimpin yang visioner dan pekerja keras. Hal ini disampaikan Farid saat ditemui usai upacara pelepasan jenazah Awang Faroek di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/12/2024).

    "Beliau sangat visioner, penuh dengan gagasan-gagasan yang tidak pernah berhenti, terutama inovasi, kreativitas, dan dedikasi," ungkap Farid yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

    Selama lima tahun mendampingi Awang Faroek, Farid mengaku banyak belajar dari sosok pemimpin yang sangat mencintai Kaltim itu. Salah satu yang paling ia ingat adalah semangat kerja keras Awang Faroek yang tak kenal lelah.

    "Beliau meminta seluruh staf, termasuk saya, untuk mengaktifkan ponsel 24 jam. Ini menunjukkan bahwa beliau selalu siap bekerja kapan pun dan di mana pun," kenang Farid.

    Menurut Farid, semangat kerja keras Awang Faroek ini jauh sebelum slogan "kerja, kerja, kerja" populer. "Beliau sudah menerapkannya sejak puluhan tahun lalu," ujarnya.

    Awang Faroek, kata Farid, memiliki visi yang kuat untuk membangun Kaltim menjadi provinsi yang makmur dan sejahtera. Hal ini tercermin dari berbagai pembangunan infrastruktur yang digagasnya, seperti jalan tol dan jembatan.

    "Beliau selalu menyampaikan dalam setiap sambutan tentang cita-citanya untuk membangun infrastruktur di Kaltim. Berkat pemikiran visioner beliau, kita bisa menikmati infrastruktur yang lebih baik saat ini," kata Farid.

    Farid berharap semangat dan dedikasi Awang Faroek dapat menginspirasi generasi muda untuk terus membangun Kalimantan Timur. "Kita tidak boleh berlarut dalam kesedihan, tetapi harus memikirkan bagaimana melahirkan pemimpin-pemimpin seperti Awang Faroek di masa depan," tukasnya.

    (Sf/Rs)