Seputar Kaltim

    Fantastis, Pedagang di Teras Samarinda Bisa Raup Belasan juta dalam Sehari 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2024 pukul 15:02 WITA

    Salah satu stan UMKM yang diserbu pengunjung Teras Samarinda, Rabu (18/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka stan di Teras Samarinda mengaku mendapat omzet jutaan rupiah perharinya.

    Ia menjabarkan bahwa omzet penjualan mereka saat akhir pekan bisa mencapai Rp12 juta per hari. Namun, pada hari-hari biasa, pendapatan cenderung melambat, berkisar sekitar Rp3,6 juta per hari.

    "Penjualan paling banyak adalah es teh dan bakso," jelas Irma saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2024). 

    Ia menjelaskan secara teknis dalam penjualan itu tidak menggunakan kompor, hanya menggunakan listrik untuk memanaskan. Beberapa produk yang dijual yakni makanan berat seperti nasi yang sudah disatukan dengan lauk dalam wadah, serta minuman dingin. 

    "Janan-jajanan dalam kemasan mika seperti gorengan, donat, sosis solo, dan risol juga menjadi produk yang paling laris," ungkapnya. 

    Irma telah mengisi stan ini sejak Teras Samarinda direskian pada 9 September 2024 lalu. Berdasarkan pengakuannya, waktu paling ramai dikunjungi pembeli adalah pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga malam hari pukul 22.00 WITA. 

    Sebanding dengan animo masyarakat yang berkunjung, ia menjelaskan kondisi  ramai pengunjung membuat beberapa stan UMKM kewalahan melayani pembeli. Setiap hari, mereka harus melakukan pengadaan produk kembali. 

    "Setiap hari kami restock karena barang cepat habis. Namun, ada pembatasan jumlah titipan barang, yaitu masing-masing hanya 20 kemasan atau per-mika. Jika habis, langsung diganti dengan produk lainnya," jelasnya.

    UMKM yang ada saat ini bersifat sementara, nantinya akan diisi oleh UMKM yang lolos seleksi pendaftaran. Ia pun menyebut pihaknya juga telah mendaftar melalui link pendaftaran yang disediakan oleh Pemkot Samarinda. 

    "Kami mengikuti seleksinya, dan hingga hari ini biaya sewa tempat masih gratis," tambahnya.

    Meskipun proses pendaftaran terbilang mudah, salah satu syarat yang sedikit menyulitkan adalah pembuatan video perkenalan produk UMKM. 

    "Syarat yang agak sulit hanya pada pembuatan video perkenalan produk UMKM, tetapi selain itu tidak ada masalah," katanya.

    Salah satu penjaga UMKM lainnya yang tak ingin disebut namanya juga mengatakan hal yang sama perihal omzet. Padahal jenis produk yang dijualnya berbeda yaitu roti. 

    "Paling rendah kami dapat masih sekitar Rp3 juta, paling ramai itu pasti weekend," ungkapnya. 

    Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun pada 12 September lalu yang mengatakan pertumbuhan ekonomi di Teras Samarinda berjalan dengan sangat signifikan.

    "Hasilnya luar biasa sekali, mereka bisa berpenghasilan Rp4 sampai Rp5 juta sehari," ujar Andi Harun. 

    Ia berharap kedepannya akan lebih banyak UMKM yang terlibat sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Samarinda. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Fantastis, Pedagang di Teras Samarinda Bisa Raup Belasan juta dalam Sehari 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2024 pukul 15:02 WITA

    Salah satu stan UMKM yang diserbu pengunjung Teras Samarinda, Rabu (18/9/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka stan di Teras Samarinda mengaku mendapat omzet jutaan rupiah perharinya.

    Ia menjabarkan bahwa omzet penjualan mereka saat akhir pekan bisa mencapai Rp12 juta per hari. Namun, pada hari-hari biasa, pendapatan cenderung melambat, berkisar sekitar Rp3,6 juta per hari.

    "Penjualan paling banyak adalah es teh dan bakso," jelas Irma saat dikonfirmasi, Rabu (18/9/2024). 

    Ia menjelaskan secara teknis dalam penjualan itu tidak menggunakan kompor, hanya menggunakan listrik untuk memanaskan. Beberapa produk yang dijual yakni makanan berat seperti nasi yang sudah disatukan dengan lauk dalam wadah, serta minuman dingin. 

    "Janan-jajanan dalam kemasan mika seperti gorengan, donat, sosis solo, dan risol juga menjadi produk yang paling laris," ungkapnya. 

    Irma telah mengisi stan ini sejak Teras Samarinda direskian pada 9 September 2024 lalu. Berdasarkan pengakuannya, waktu paling ramai dikunjungi pembeli adalah pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga malam hari pukul 22.00 WITA. 

    Sebanding dengan animo masyarakat yang berkunjung, ia menjelaskan kondisi  ramai pengunjung membuat beberapa stan UMKM kewalahan melayani pembeli. Setiap hari, mereka harus melakukan pengadaan produk kembali. 

    "Setiap hari kami restock karena barang cepat habis. Namun, ada pembatasan jumlah titipan barang, yaitu masing-masing hanya 20 kemasan atau per-mika. Jika habis, langsung diganti dengan produk lainnya," jelasnya.

    UMKM yang ada saat ini bersifat sementara, nantinya akan diisi oleh UMKM yang lolos seleksi pendaftaran. Ia pun menyebut pihaknya juga telah mendaftar melalui link pendaftaran yang disediakan oleh Pemkot Samarinda. 

    "Kami mengikuti seleksinya, dan hingga hari ini biaya sewa tempat masih gratis," tambahnya.

    Meskipun proses pendaftaran terbilang mudah, salah satu syarat yang sedikit menyulitkan adalah pembuatan video perkenalan produk UMKM. 

    "Syarat yang agak sulit hanya pada pembuatan video perkenalan produk UMKM, tetapi selain itu tidak ada masalah," katanya.

    Salah satu penjaga UMKM lainnya yang tak ingin disebut namanya juga mengatakan hal yang sama perihal omzet. Padahal jenis produk yang dijualnya berbeda yaitu roti. 

    "Paling rendah kami dapat masih sekitar Rp3 juta, paling ramai itu pasti weekend," ungkapnya. 

    Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun pada 12 September lalu yang mengatakan pertumbuhan ekonomi di Teras Samarinda berjalan dengan sangat signifikan.

    "Hasilnya luar biasa sekali, mereka bisa berpenghasilan Rp4 sampai Rp5 juta sehari," ujar Andi Harun. 

    Ia berharap kedepannya akan lebih banyak UMKM yang terlibat sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Samarinda. 

    (Sf/Rs)