Seputar Kaltim

    Faktor Cuaca, Harga Cabai di Samarinda Tembus Rp100 Ribu

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2025 pukul 16:51 WITA

    Cabai yang ada di pasar Segiri Samarinda, Rabu (26/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Harga cabai di Kota Samarinda mengalami lonjakan signifikan, dengan kisaran harga mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu perkilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang berdampak pada produksi cabai di berbagai daerah.  

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus berupaya menjaga stabilitas harga, salah satunya dengan memperkuat kerja sama antar daerah.  

    "Tadi kita sudah survei, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Kenaikan ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Namun, bukan termasuk kondisi ekstrem yang dapat menyebabkan gagal panen secara masif," ujar Marnabas usai tinjauan di Pasar Segiri, Rabu (26/2/2025).  

    Untuk mengantisipasi lonjakan harga di masa mendatang, Marnabas menyebut Pemkot Samarinda melalui BUMD telah menjalin kerja sama dengan beberapa daerah pemasok cabai, seperti Banjarmasin dan wilayah perbatasan. 

    "Kami memiliki dua tugas utama, yakni menjaga stabilitas harga di Samarinda serta menjalin kerja sama antar daerah. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan daerah pemasok untuk memastikan ketersediaan cabai tetap terjaga," jelasnya.  

    Ia berharap dengan langkah ini, lonjakan harga cabai yang terjadi saat ini tidak akan terulang di masa mendatang. Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga serta memastikan distribusi berjalan lancar agar pasokan tetap tersedia di pasar.  

    Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memperparah lonjakan harga di pasaran.

    "Mudah-mudahan ke depannya tidak ada terjadi lagi harga cabai yang naik," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Faktor Cuaca, Harga Cabai di Samarinda Tembus Rp100 Ribu

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2025 pukul 16:51 WITA

    Cabai yang ada di pasar Segiri Samarinda, Rabu (26/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Harga cabai di Kota Samarinda mengalami lonjakan signifikan, dengan kisaran harga mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu perkilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang berdampak pada produksi cabai di berbagai daerah.  

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus berupaya menjaga stabilitas harga, salah satunya dengan memperkuat kerja sama antar daerah.  

    "Tadi kita sudah survei, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Kenaikan ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Namun, bukan termasuk kondisi ekstrem yang dapat menyebabkan gagal panen secara masif," ujar Marnabas usai tinjauan di Pasar Segiri, Rabu (26/2/2025).  

    Untuk mengantisipasi lonjakan harga di masa mendatang, Marnabas menyebut Pemkot Samarinda melalui BUMD telah menjalin kerja sama dengan beberapa daerah pemasok cabai, seperti Banjarmasin dan wilayah perbatasan. 

    "Kami memiliki dua tugas utama, yakni menjaga stabilitas harga di Samarinda serta menjalin kerja sama antar daerah. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan daerah pemasok untuk memastikan ketersediaan cabai tetap terjaga," jelasnya.  

    Ia berharap dengan langkah ini, lonjakan harga cabai yang terjadi saat ini tidak akan terulang di masa mendatang. Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga serta memastikan distribusi berjalan lancar agar pasokan tetap tersedia di pasar.  

    Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan aksi borong yang dapat memperparah lonjakan harga di pasaran.

    "Mudah-mudahan ke depannya tidak ada terjadi lagi harga cabai yang naik," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)