Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah Lahan Sawit di Paser (Foto: Padliannor/Seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebagian besar petani di Kabupaten Paser lebih memilih menjual Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke loading ramp ketimbang pabrik.
Meskipun harga TBS sawit di Paser saat ini dalam kondisi normal, para petani masih memilih menjual hasil panennya ke loading ramp dengan alasan biaya penjualan lebih murah.
Salah satu petani sawit, Dani mengaku harga jual di loading ramp memang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harga beli pabrik. Namun, faktor biaya transportasi menjadi pertimbangan utama.
Menurutnya jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sawit juga memengaruhi besarnya pengeluaran petani saat proses penjualan.
"Kalau dijual ke perusahaan itu antre dan pengeluaran juga lebih besar," ujarnya, Kamis (28/8/2205).
Dani menyebut rata-rata harga sawit yang dijual ke loading ramp per Agustus sekitar Rp2.800 sampai Rp2.900 per Kg. Sementara harga di pabrik sekitar Rp3.100 per Kg.
"Alhamdulillah harga masih normal di Agustus ini. Mungkin juga karena sekarang buahnya lagi kurang," kata Dani,
Ia menambahkan untuk proses pengelolaan hasil sawit, petani biasanya akan membagi per kebutuhan dari pengelolaan lahan mereka. Seperti kebutuhan pupuk sebagai hal mendasar guna menunjang hasil yang ingin didapatkan.
"Biasa sudah dibagi karena tidak mungkin semua diambil untung. Pasti ada untuk kebutuhan lahan, contohnya pupuk," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah Lahan Sawit di Paser (Foto: Padliannor/Seputarfakta.com)
Tana Paser - Sebagian besar petani di Kabupaten Paser lebih memilih menjual Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke loading ramp ketimbang pabrik.
Meskipun harga TBS sawit di Paser saat ini dalam kondisi normal, para petani masih memilih menjual hasil panennya ke loading ramp dengan alasan biaya penjualan lebih murah.
Salah satu petani sawit, Dani mengaku harga jual di loading ramp memang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harga beli pabrik. Namun, faktor biaya transportasi menjadi pertimbangan utama.
Menurutnya jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sawit juga memengaruhi besarnya pengeluaran petani saat proses penjualan.
"Kalau dijual ke perusahaan itu antre dan pengeluaran juga lebih besar," ujarnya, Kamis (28/8/2205).
Dani menyebut rata-rata harga sawit yang dijual ke loading ramp per Agustus sekitar Rp2.800 sampai Rp2.900 per Kg. Sementara harga di pabrik sekitar Rp3.100 per Kg.
"Alhamdulillah harga masih normal di Agustus ini. Mungkin juga karena sekarang buahnya lagi kurang," kata Dani,
Ia menambahkan untuk proses pengelolaan hasil sawit, petani biasanya akan membagi per kebutuhan dari pengelolaan lahan mereka. Seperti kebutuhan pupuk sebagai hal mendasar guna menunjang hasil yang ingin didapatkan.
"Biasa sudah dibagi karena tidak mungkin semua diambil untung. Pasti ada untuk kebutuhan lahan, contohnya pupuk," tutupnya.
(Sf/Lo)