Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Anggaran Influencer yang mencapai Rp1,7 miliar. (Diedit oleh Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran hingga Rp1,7 miliar untuk menggandeng influencer dalam mempromosikan potensi wisata Bumi Etam.
Anggaran itu tercatat dalam penyempurnaan rancangan akhir P-RKPD Kaltim 2025.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut kerja sama dengan influencer dinilai penting agar jangkauan promosi semakin luas.
Nantinya sekitar 20-30 influencer akan dipilih untuk membuat konten kreatif seperti storytelling, siaran langsung, hingga video kolaborasi.
“Benar, anggaran Rp1,7 miliar disiapkan untuk publikasi influencer. Harapannya pariwisata Kaltim makin dikenal luas,” kata Ririn, Selasa (16/9/2025).
*Seleksi Ketat dan Kriteria Khusus*
Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, menegaskan pemilihan influencer dilakukan secara ketat.
Influencer yang dipilih harus berbadan hukum, baik perusahaan maupun agensi resmi.
“Tidak sembarangan. Ada pertimbangan konten, followers, hingga track record. Misalnya diminta mempromosikan Labuan Cermin, harus benar-benar ke sana dan bikin konten berkualitas,” jelas Eki.
*Kritik Pemilihan Influencer*
Namun langkah ini menuai catatan dari praktisi media sosial. Nuril Hafizh Wardah menilai pemilihan influencer harus disesuaikan dengan segmen. Jika tidak relevan, konten promosi justru bisa sepi penonton.
“Kalau influencer kecantikan dipakai promosi wisata, hasilnya minim like. Kecuali kontennya dikemas sesuai segmen,” ujarnya.
*Ada Komunitas Lokal yang Bergerak*
Di sisi lain, sejumlah komunitas lokal juga gencar mempromosikan wisata Kaltim. Salah satunya Borneo Venture (BV), komunitas yang didirikan Rojo Octavian.
BV berhasil memperkenalkan destinasi tersembunyi di desa-desa Kaltim dan mengajak hampir 2.000 orang ikut jelajah alam dan budaya.
“Selama BV berdiri, kami sudah bawa massa terbanyak ke beberapa spot wisata desa. Ini juga bagian nyata dari perputaran ekonomi di desa,” ungkap Rojo.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Anggaran Influencer yang mencapai Rp1,7 miliar. (Diedit oleh Seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran hingga Rp1,7 miliar untuk menggandeng influencer dalam mempromosikan potensi wisata Bumi Etam.
Anggaran itu tercatat dalam penyempurnaan rancangan akhir P-RKPD Kaltim 2025.
Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut kerja sama dengan influencer dinilai penting agar jangkauan promosi semakin luas.
Nantinya sekitar 20-30 influencer akan dipilih untuk membuat konten kreatif seperti storytelling, siaran langsung, hingga video kolaborasi.
“Benar, anggaran Rp1,7 miliar disiapkan untuk publikasi influencer. Harapannya pariwisata Kaltim makin dikenal luas,” kata Ririn, Selasa (16/9/2025).
*Seleksi Ketat dan Kriteria Khusus*
Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dispar Kaltim, Restiawan Baihaqi, menegaskan pemilihan influencer dilakukan secara ketat.
Influencer yang dipilih harus berbadan hukum, baik perusahaan maupun agensi resmi.
“Tidak sembarangan. Ada pertimbangan konten, followers, hingga track record. Misalnya diminta mempromosikan Labuan Cermin, harus benar-benar ke sana dan bikin konten berkualitas,” jelas Eki.
*Kritik Pemilihan Influencer*
Namun langkah ini menuai catatan dari praktisi media sosial. Nuril Hafizh Wardah menilai pemilihan influencer harus disesuaikan dengan segmen. Jika tidak relevan, konten promosi justru bisa sepi penonton.
“Kalau influencer kecantikan dipakai promosi wisata, hasilnya minim like. Kecuali kontennya dikemas sesuai segmen,” ujarnya.
*Ada Komunitas Lokal yang Bergerak*
Di sisi lain, sejumlah komunitas lokal juga gencar mempromosikan wisata Kaltim. Salah satunya Borneo Venture (BV), komunitas yang didirikan Rojo Octavian.
BV berhasil memperkenalkan destinasi tersembunyi di desa-desa Kaltim dan mengajak hampir 2.000 orang ikut jelajah alam dan budaya.
“Selama BV berdiri, kami sudah bawa massa terbanyak ke beberapa spot wisata desa. Ini juga bagian nyata dari perputaran ekonomi di desa,” ungkap Rojo.
(Sf/Rs)