Cari disini...
Seputar Kaltim
Seorang pelaku pria yang terekam kamera warga. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Seorang pria yang berdomisili di Samarinda Seberang sedang ramai diperbincangkan warga setempat. Bagaimana tidak, gara-gara ulahnya yang membawa senjata tajam hingga meneror warga menjadi sasaran amukan massa.
Atas kejadian yang berlangsung di Jalan Sumber Baru RT 015 Kelurahan Mesjid, Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, pada Kamis (17/10/2024) sekitar pukul 20.50 WITA membuat seorang pria yang bertingkah nyeleneh tersebut telah dikabarkan meninggal dunia (MD). Namun tak banyak warga mengetahui bagaimana latar belakang kejadiannya. Berikut fakta-fakta mengenai sosok pria yang mengamuk tersebut.
Diduga Gangguan Jiwa
Sosok pria ini bernama M Ramlan atau yang lebih dikenal dengan Mellang. Pria yang berusia 42 tahun ini rupanya memiliki gangguan jiwa. Hal ini diakui oleh warga sekitar, bahkan warga net ikut membanjiri kolom komentar dengan sebutan ODGJ.
Tindakan Mellang juga menjadi penanda, sebab dirinya telah melakukan tingkah yang tidak biasa sejak waktu maghrib hingga berkumandang azan Isya saat kejadian. Ia berteriak keras hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar. Bahkan yang tidak biasa, Mellan juga menggenggam sebuah tombak yang berukuran kurang lebih satu meter.
Warga sekitar yang merasa terganggu juga nampak khawatir. Dengan kelakuannya tersebut, Mellang juga telah membahayakan warga bahkan membuat terluka parah. Aksinya tak cukup sekali, kemudian ia berjalan dan memburu warga lainnya termasuk anak kecil.
Adapun salah satu warga mengaku, walaupun jarang ketemu Mellang, ramai sering diperbincangkan warga. Namun baru hari itu melakukan tindakan tersebut. "Saya belum pernah ketemu, cuman dari informasi warga di sekitar, pelaku memang ada gangguan jiwa," ungkap Saputra saat ditanya oleh Seputarfakta.
Korban Tertusuk Tombak
Kejadian nahas ini juga memakan korban. Salah satu korban yang sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis ialah Syamsul Bahri. Insiden itu berlangsung di Dermaga Sumber Baru. Kejadian yang begitu cepat tersebut, ternyata ada perbincangan sebelumnya.
Mengutip dari laman Tribunnews Kaltim, Daniel seorang pemuda yang merupakan pemilik klotok yang baru datang menceritakan kejadian tersebut. Ia sedang bercengkerama dengan temannya termasuk Syaiful Bahri di sekitar dermaga. Kedatangan Mellang sontak membuat kaget, mereka ikut merasakan kepanikan. Daniel menyebut Mellang sedang mencari seseorang yang bernama Nono.
Setelah Daniel menjawab, tak berpikir panjang, Mellang langsung melayangkan tombaknya ke perut Syaiful Bahri. Mellang melakukan hal itu berkali-kali. Teman Bahri yang di sekitar tak memiliki daya lebih untuk melawan. Setelah Bahri terkapar, Mellang kemudian lari terbirit-birit ke arah Masjid yang ada di Jalan Sumber Baru tersebut.
Sebelumnya, korban yang mengalami luka tusukan ini juga telah memperingatkan keluarganya di rumah untuk tidak menghiraukan Mellang saat berteriak. Pihak keluarga Bahri juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan mengurung diri di rumah. Atas kejadian yang menimpanya, Bahri hingga kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD.
Amukan Massa Keroyok Mellang di Parit
Setelah kejadian Penusukan di dermaga, Polisi dari Kepolisian Sektor Samarinda Seberang kemudian datang untuk mengamankan kondisi sekitar dan menangkap Mellang. Namun amarah yang sudah memuncak, warga berusaha main hakim sendiri.
Terekam dalam video yang ramai di media sosial, Mellang dihajar warga hingga turun ke parit atau saluran drainase. Polisi yang disekitar pun turut menghalau aksi warga hingga ikut turun ke parit hingga polisi juga memberikan peringatan dengan mengeluarkan tembakan ke udara. Namun usaha yang dilakukan juga tak dihiraukan oleh warga.
Ramai-ramai warga yang menyaksikan dari pinggir selokan. Sedangkan warga lainnya yang ikut turun ke parit menghajar habis dengan tangan kosong, ada pula yang menggunakan ,balok. Dengan itu, Mellang setelah polisi berhasil mengamankan, ternyata nyawanya tak terselamatkan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Seorang pelaku pria yang terekam kamera warga. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Seorang pria yang berdomisili di Samarinda Seberang sedang ramai diperbincangkan warga setempat. Bagaimana tidak, gara-gara ulahnya yang membawa senjata tajam hingga meneror warga menjadi sasaran amukan massa.
Atas kejadian yang berlangsung di Jalan Sumber Baru RT 015 Kelurahan Mesjid, Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, pada Kamis (17/10/2024) sekitar pukul 20.50 WITA membuat seorang pria yang bertingkah nyeleneh tersebut telah dikabarkan meninggal dunia (MD). Namun tak banyak warga mengetahui bagaimana latar belakang kejadiannya. Berikut fakta-fakta mengenai sosok pria yang mengamuk tersebut.
Diduga Gangguan Jiwa
Sosok pria ini bernama M Ramlan atau yang lebih dikenal dengan Mellang. Pria yang berusia 42 tahun ini rupanya memiliki gangguan jiwa. Hal ini diakui oleh warga sekitar, bahkan warga net ikut membanjiri kolom komentar dengan sebutan ODGJ.
Tindakan Mellang juga menjadi penanda, sebab dirinya telah melakukan tingkah yang tidak biasa sejak waktu maghrib hingga berkumandang azan Isya saat kejadian. Ia berteriak keras hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar. Bahkan yang tidak biasa, Mellan juga menggenggam sebuah tombak yang berukuran kurang lebih satu meter.
Warga sekitar yang merasa terganggu juga nampak khawatir. Dengan kelakuannya tersebut, Mellang juga telah membahayakan warga bahkan membuat terluka parah. Aksinya tak cukup sekali, kemudian ia berjalan dan memburu warga lainnya termasuk anak kecil.
Adapun salah satu warga mengaku, walaupun jarang ketemu Mellang, ramai sering diperbincangkan warga. Namun baru hari itu melakukan tindakan tersebut. "Saya belum pernah ketemu, cuman dari informasi warga di sekitar, pelaku memang ada gangguan jiwa," ungkap Saputra saat ditanya oleh Seputarfakta.
Korban Tertusuk Tombak
Kejadian nahas ini juga memakan korban. Salah satu korban yang sudah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis ialah Syamsul Bahri. Insiden itu berlangsung di Dermaga Sumber Baru. Kejadian yang begitu cepat tersebut, ternyata ada perbincangan sebelumnya.
Mengutip dari laman Tribunnews Kaltim, Daniel seorang pemuda yang merupakan pemilik klotok yang baru datang menceritakan kejadian tersebut. Ia sedang bercengkerama dengan temannya termasuk Syaiful Bahri di sekitar dermaga. Kedatangan Mellang sontak membuat kaget, mereka ikut merasakan kepanikan. Daniel menyebut Mellang sedang mencari seseorang yang bernama Nono.
Setelah Daniel menjawab, tak berpikir panjang, Mellang langsung melayangkan tombaknya ke perut Syaiful Bahri. Mellang melakukan hal itu berkali-kali. Teman Bahri yang di sekitar tak memiliki daya lebih untuk melawan. Setelah Bahri terkapar, Mellang kemudian lari terbirit-birit ke arah Masjid yang ada di Jalan Sumber Baru tersebut.
Sebelumnya, korban yang mengalami luka tusukan ini juga telah memperingatkan keluarganya di rumah untuk tidak menghiraukan Mellang saat berteriak. Pihak keluarga Bahri juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan mengurung diri di rumah. Atas kejadian yang menimpanya, Bahri hingga kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD.
Amukan Massa Keroyok Mellang di Parit
Setelah kejadian Penusukan di dermaga, Polisi dari Kepolisian Sektor Samarinda Seberang kemudian datang untuk mengamankan kondisi sekitar dan menangkap Mellang. Namun amarah yang sudah memuncak, warga berusaha main hakim sendiri.
Terekam dalam video yang ramai di media sosial, Mellang dihajar warga hingga turun ke parit atau saluran drainase. Polisi yang disekitar pun turut menghalau aksi warga hingga ikut turun ke parit hingga polisi juga memberikan peringatan dengan mengeluarkan tembakan ke udara. Namun usaha yang dilakukan juga tak dihiraukan oleh warga.
Ramai-ramai warga yang menyaksikan dari pinggir selokan. Sedangkan warga lainnya yang ikut turun ke parit menghajar habis dengan tangan kosong, ada pula yang menggunakan ,balok. Dengan itu, Mellang setelah polisi berhasil mengamankan, ternyata nyawanya tak terselamatkan.
(Sf/Rs)