Seputar Kaltim

    FAJI Kutim Raih 7 Medali di Wali Kota Cup, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Kaltim 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2026 pukul 15:41 WITA

    Pengurus dan atlet FAJI Kutim berfoto bersama usai menggelar silaturahmi dan evaluasi pencapaian pada ajang Wali Kota Cup Balikpapan. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Raihan tujuh medali pada ajang Wali Kota Cup Balikpapan menjadi modal positif bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur (Kutim) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

    Dalam kejuaraan tersebut, tim arung jeram Kutim membawa pulang tujuh medali, terdiri atas dua perak dan lima perunggu. Capaian itu diraih melalui penampilan atlet-atlet lokal yang dipersiapkan sebagai bagian dari try out menuju porprov.

    Ketua FAJI Kutim, Pandi Widiarto, mengatakan kejuaraan Wali Kota Cup dijadikan sebagai ajang try out untuk mengukur perkembangan atlet menjelang Porprov Kaltim pada November mendatang.

    "Alhamdulillah kami mendapatkan tujuh medali. Walaupun ini bukan prioritas utama, tetapi menjadi bentuk untuk mengukur hasil latihan kami dalam persiapan menghadapi Porprov pada November nanti," ujar Pandi.

    Ia menilai perkembangan atlet sejauh ini berjalan cukup baik. Seluruh medali tersebut diraih oleh atlet-atlet lokal Kutim yang dipersiapkan melalui program pembinaan FAJI.

    "Persiapan sudah kami mulai sejak tiga bulan lalu. Progresnya bagus karena kemarin kami bisa mendapatkan medali dengan menggunakan atlet-atlet lokal Kutim yang kami bina dari nol. Kami juga mengolaborasikan beberapa atlet sisa porprov sebelumnya," katanya.

    Ia menegaskan FAJI Kutim tidak menggunakan atlet dari luar daerah untuk memperkuat tim. Seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan putra-putri daerah, sedangkan penguatan tim hanya dilakukan pada sektor kepelatihan dengan menghadirkan pelatih bersertifikat internasional dari Bandung.

    "Kami tidak mengambil atlet dari luar. Semua murni atlet lokal. Hanya pelatih yang berasal dari luar karena kami mendatangkan pelatih bersertifikat internasional agar bisa mencetak atlet-atlet lokal yang lebih baik," jelasnya.

    Hasil evaluasi menunjukkan kemampuan dasar atlet telah berkembang sesuai harapan. Untuk itu, pembinaan dalam sisa waktu menjelang Porprov lebih difokuskan pada peningkatan mental dan pengalaman bertanding.

    "Skill dasar mereka sudah masuk. Tinggal bagaimana meningkatkan mental dan pengalaman bertanding agar saat porprov nanti bisa tampil maksimal," ungkap Pandi.

    Ia menambahkan seluruh atlet yang dipersiapkan mengikuti ketentuan kelompok umur sesuai regulasi yang berlaku pada Porprov Kaltim. Menghadapi ajang tersebut, FAJI Kutim memasang target meraih hasil terbaik.

    "Kami berusaha mendapatkan medali emas sebanyak-banyaknya. Itu target kami di porprov nanti," ucapnya.

    Sementara Pelatih FAJI Kutim, Dyah, mengatakan persiapan atlet saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Program latihan difokuskan pada peningkatan kondisi fisik karena nomor-nomor pertandingan arung jeram menuntut daya tahan yang tinggi.

    "Persiapannya sekitar 60 persen. Yang utama sekarang kami fokus pada fisik," kata Dyah.

    Ia menjelaskan, tantangan latihan saat ini adalah atlet masih berlatih di Danau Folder Ilham Maulana, Sangatta, sehingga belum merasakan karakter arus sungai yang akan dihadapi saat pertandingan. Selain fisik, pembinaan mental atlet juga terus dilakukan agar siap menghadapi persaingan di porprov.

    "Kami belum latihan di sungai, masih di danau. Jadi yang kami gembleng sekarang fisik dan mental atlet," katanya.

    Ia menargetkan kondisi fisik atlet sudah siap sebelum Porprov Kaltim digelar pada November mendatang.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    FAJI Kutim Raih 7 Medali di Wali Kota Cup, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Kaltim 2026

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2026 pukul 15:41 WITA

    Pengurus dan atlet FAJI Kutim berfoto bersama usai menggelar silaturahmi dan evaluasi pencapaian pada ajang Wali Kota Cup Balikpapan. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Raihan tujuh medali pada ajang Wali Kota Cup Balikpapan menjadi modal positif bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur (Kutim) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.

    Dalam kejuaraan tersebut, tim arung jeram Kutim membawa pulang tujuh medali, terdiri atas dua perak dan lima perunggu. Capaian itu diraih melalui penampilan atlet-atlet lokal yang dipersiapkan sebagai bagian dari try out menuju porprov.

    Ketua FAJI Kutim, Pandi Widiarto, mengatakan kejuaraan Wali Kota Cup dijadikan sebagai ajang try out untuk mengukur perkembangan atlet menjelang Porprov Kaltim pada November mendatang.

    "Alhamdulillah kami mendapatkan tujuh medali. Walaupun ini bukan prioritas utama, tetapi menjadi bentuk untuk mengukur hasil latihan kami dalam persiapan menghadapi Porprov pada November nanti," ujar Pandi.

    Ia menilai perkembangan atlet sejauh ini berjalan cukup baik. Seluruh medali tersebut diraih oleh atlet-atlet lokal Kutim yang dipersiapkan melalui program pembinaan FAJI.

    "Persiapan sudah kami mulai sejak tiga bulan lalu. Progresnya bagus karena kemarin kami bisa mendapatkan medali dengan menggunakan atlet-atlet lokal Kutim yang kami bina dari nol. Kami juga mengolaborasikan beberapa atlet sisa porprov sebelumnya," katanya.

    Ia menegaskan FAJI Kutim tidak menggunakan atlet dari luar daerah untuk memperkuat tim. Seluruh atlet yang dipersiapkan merupakan putra-putri daerah, sedangkan penguatan tim hanya dilakukan pada sektor kepelatihan dengan menghadirkan pelatih bersertifikat internasional dari Bandung.

    "Kami tidak mengambil atlet dari luar. Semua murni atlet lokal. Hanya pelatih yang berasal dari luar karena kami mendatangkan pelatih bersertifikat internasional agar bisa mencetak atlet-atlet lokal yang lebih baik," jelasnya.

    Hasil evaluasi menunjukkan kemampuan dasar atlet telah berkembang sesuai harapan. Untuk itu, pembinaan dalam sisa waktu menjelang Porprov lebih difokuskan pada peningkatan mental dan pengalaman bertanding.

    "Skill dasar mereka sudah masuk. Tinggal bagaimana meningkatkan mental dan pengalaman bertanding agar saat porprov nanti bisa tampil maksimal," ungkap Pandi.

    Ia menambahkan seluruh atlet yang dipersiapkan mengikuti ketentuan kelompok umur sesuai regulasi yang berlaku pada Porprov Kaltim. Menghadapi ajang tersebut, FAJI Kutim memasang target meraih hasil terbaik.

    "Kami berusaha mendapatkan medali emas sebanyak-banyaknya. Itu target kami di porprov nanti," ucapnya.

    Sementara Pelatih FAJI Kutim, Dyah, mengatakan persiapan atlet saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Program latihan difokuskan pada peningkatan kondisi fisik karena nomor-nomor pertandingan arung jeram menuntut daya tahan yang tinggi.

    "Persiapannya sekitar 60 persen. Yang utama sekarang kami fokus pada fisik," kata Dyah.

    Ia menjelaskan, tantangan latihan saat ini adalah atlet masih berlatih di Danau Folder Ilham Maulana, Sangatta, sehingga belum merasakan karakter arus sungai yang akan dihadapi saat pertandingan. Selain fisik, pembinaan mental atlet juga terus dilakukan agar siap menghadapi persaingan di porprov.

    "Kami belum latihan di sungai, masih di danau. Jadi yang kami gembleng sekarang fisik dan mental atlet," katanya.

    Ia menargetkan kondisi fisik atlet sudah siap sebelum Porprov Kaltim digelar pada November mendatang.

    (Sf/Lo)