Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
BALIKPAPAN – Upaya Pemkot Balikpapan memperkuat kapasitas ekspor daerah memasuki fase baru dengan beroperasinya Export Center Balikpapan yang kini mulai menjadi simpul penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM untuk menembus pasar internasional.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar menyebut keberadaan Export Center sebagai tonggak penting bagi Balikpapan dalam meningkatkan daya saing di rantai perdagangan global.
Fasilitas ini diresmikan Menteri Perdagangan pada 1 Agustus 2025 sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat ekosistem ekspor, terutama bagi UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Export Center Balikpapan menyediakan layanan konsultasi prosedur ekspor, standarisasi produk, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan perjanjian dagang internasional,” ucap Haemusri saat ditemui awak media, Sabtu (29/11/2025).
Sejak beroperasi, layanan Export Center tidak hanya dimanfaatkan pelaku usaha Balikpapan, tetapi juga UMKM dari berbagai wilayah di Kalimantan. Keberadaan fasilitas ini mempercepat adaptasi pelaku usaha terhadap kebutuhan dan standar pasar global.
Haemusri menambahkan banyak UMKM memiliki potensi ekspor, tetapi masih terkendala kurangnya pemahaman mengenai regulasi, persyaratan internasional, serta proses ekspor.
“Dengan pendampingan yang lebih terstruktur, Export Center diharapkan mampu mendorong UMKM lokal naik kelas dan memperluas jangkauan produk mereka,” lanjutnya.
Lanjutnya, Export Center akan menjadi tempat belajar, bertumbuh, sekaligus jembatan agar UMKM Balikpapan mampu bersaing dan memanfaatkan peluang ekspor.
Pemerintah berharap lebih banyak produk unggulan Balikpapan mulai dari hasil laut, olahan pangan, kerajinan, hingga komoditas hutan non kayu dapat menembus pasar luar negeri melalui fasilitas ini.
Ia juga menegaskan bahwa Export Center merupakan bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim perdagangan yang kondusif.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Dengan dukungan pusat, kami lebih mudah mendorong pelaku usaha Balikpapan memanfaatkan fasilitas ekspor secara optimal,” terangnya.
Ke depan, Pemkot Balikpapan menargetkan Export Center tidak hanya menjadi proyek seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjadikan Balikpapan sebagai pusat ekspor regional yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Semoga langkah awal ini menjadi lompatan besar yang menempatkan Balikpapan pada posisi strategis dalam peta perdagangan internasional,” tutup Haemusri.
Dengan terus diperkuatnya ekosistem ekspor, Balikpapan kini berada di jalur yang lebih jelas untuk menjadi salah satu gerbang ekonomi Kalimantan yang terhubung langsung ke pasar global.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)
BALIKPAPAN – Upaya Pemkot Balikpapan memperkuat kapasitas ekspor daerah memasuki fase baru dengan beroperasinya Export Center Balikpapan yang kini mulai menjadi simpul penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM untuk menembus pasar internasional.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar menyebut keberadaan Export Center sebagai tonggak penting bagi Balikpapan dalam meningkatkan daya saing di rantai perdagangan global.
Fasilitas ini diresmikan Menteri Perdagangan pada 1 Agustus 2025 sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat ekosistem ekspor, terutama bagi UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“Export Center Balikpapan menyediakan layanan konsultasi prosedur ekspor, standarisasi produk, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan perjanjian dagang internasional,” ucap Haemusri saat ditemui awak media, Sabtu (29/11/2025).
Sejak beroperasi, layanan Export Center tidak hanya dimanfaatkan pelaku usaha Balikpapan, tetapi juga UMKM dari berbagai wilayah di Kalimantan. Keberadaan fasilitas ini mempercepat adaptasi pelaku usaha terhadap kebutuhan dan standar pasar global.
Haemusri menambahkan banyak UMKM memiliki potensi ekspor, tetapi masih terkendala kurangnya pemahaman mengenai regulasi, persyaratan internasional, serta proses ekspor.
“Dengan pendampingan yang lebih terstruktur, Export Center diharapkan mampu mendorong UMKM lokal naik kelas dan memperluas jangkauan produk mereka,” lanjutnya.
Lanjutnya, Export Center akan menjadi tempat belajar, bertumbuh, sekaligus jembatan agar UMKM Balikpapan mampu bersaing dan memanfaatkan peluang ekspor.
Pemerintah berharap lebih banyak produk unggulan Balikpapan mulai dari hasil laut, olahan pangan, kerajinan, hingga komoditas hutan non kayu dapat menembus pasar luar negeri melalui fasilitas ini.
Ia juga menegaskan bahwa Export Center merupakan bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan iklim perdagangan yang kondusif.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Dengan dukungan pusat, kami lebih mudah mendorong pelaku usaha Balikpapan memanfaatkan fasilitas ekspor secara optimal,” terangnya.
Ke depan, Pemkot Balikpapan menargetkan Export Center tidak hanya menjadi proyek seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjadikan Balikpapan sebagai pusat ekspor regional yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Semoga langkah awal ini menjadi lompatan besar yang menempatkan Balikpapan pada posisi strategis dalam peta perdagangan internasional,” tutup Haemusri.
Dengan terus diperkuatnya ekosistem ekspor, Balikpapan kini berada di jalur yang lebih jelas untuk menjadi salah satu gerbang ekonomi Kalimantan yang terhubung langsung ke pasar global.
(Sf/Lo)