Seputar Kaltim

    Evaluasi Kebersihan Jadi Alasan UMKM Nusantara Fest Tutup Lebih Cepat

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 16:36 WITA

    Suasana Event Nusantara Fest di Panggung utama Teras Samarinda. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Polemik penutupan operasional UMKM lebih awal saat Event Nusantara Fest di Teras Samarinda akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pengelola.

    Penanggung Jawab Teknis Teras Samarinda, Fiqry Alfian saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (28/9/2026), membenarkan adanya penyesuaian jam operasional tersebut. Menurutnya, kebijakan itu diambil setelah evaluasi di lapangan terkait kebersihan dan ketertiban.

    Soal aturan kebersihan, Fiqry menegaskan pihaknya sudah memiliki ketentuan khusus yang wajib dipatuhi setiap penyelenggara acara atau Event Organizer (EO).

    "Setiap kegiatan di Teras Samarinda memiliki ketentuan kebersihan dan ketertiban yang sudah disampaikan kepada pihak EO. Termasuk pengelolaan sampah, limbah cair dan minyak goreng yang tidak diperbolehkan dibuang atau ditumpahkan di area taman maupun fasilitas Teras Samarinda," ujar Fiqry.

    Ia menambahkan, ketentuan itu juga sudah tercantum secara tertulis dalam confirmation letter yang disepakati dan ditandatangani oleh pihak EO. Selama kegiatan berlangsung, pihaknya juga melakukan pengawasan dan koordinasi agar ketentuan tersebut dipenuhi.

    Terkait pedagang UMKM di Nusantara Fest yang diminta tutup lebih awal, Fiqry tidak menampik hal tersebut.

    "Pada pelaksanaannya memang dilakukan penyesuaian operasional UMKM dari jadwal awal. Hal ini berkaitan dengan evaluasi terhadap aspek ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung," jelasnya.

    Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para pelaku UMKM akibat penyesuaian tersebut.

    "Kami memahami penyesuaian ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pelaku UMKM dan untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf. Namun, hal ini bukan berarti kami tidak mendukung UMKM," tuturnya.

    Fiqry menegaskan, keberadaan UMKM dan kegiatan ekonomi di Teras Samarinda tetap menjadi bagian penting yang didukung pengelola.

    "Saat ini kami juga sedang melakukan evaluasi agar ke depan kegiatan dapat berjalan lebih baik, dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, kenyamanan masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Evaluasi Kebersihan Jadi Alasan UMKM Nusantara Fest Tutup Lebih Cepat

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    28 September 2026 pukul 16:36 WITA

    Suasana Event Nusantara Fest di Panggung utama Teras Samarinda. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Polemik penutupan operasional UMKM lebih awal saat Event Nusantara Fest di Teras Samarinda akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pengelola.

    Penanggung Jawab Teknis Teras Samarinda, Fiqry Alfian saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (28/9/2026), membenarkan adanya penyesuaian jam operasional tersebut. Menurutnya, kebijakan itu diambil setelah evaluasi di lapangan terkait kebersihan dan ketertiban.

    Soal aturan kebersihan, Fiqry menegaskan pihaknya sudah memiliki ketentuan khusus yang wajib dipatuhi setiap penyelenggara acara atau Event Organizer (EO).

    "Setiap kegiatan di Teras Samarinda memiliki ketentuan kebersihan dan ketertiban yang sudah disampaikan kepada pihak EO. Termasuk pengelolaan sampah, limbah cair dan minyak goreng yang tidak diperbolehkan dibuang atau ditumpahkan di area taman maupun fasilitas Teras Samarinda," ujar Fiqry.

    Ia menambahkan, ketentuan itu juga sudah tercantum secara tertulis dalam confirmation letter yang disepakati dan ditandatangani oleh pihak EO. Selama kegiatan berlangsung, pihaknya juga melakukan pengawasan dan koordinasi agar ketentuan tersebut dipenuhi.

    Terkait pedagang UMKM di Nusantara Fest yang diminta tutup lebih awal, Fiqry tidak menampik hal tersebut.

    "Pada pelaksanaannya memang dilakukan penyesuaian operasional UMKM dari jadwal awal. Hal ini berkaitan dengan evaluasi terhadap aspek ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung," jelasnya.

    Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para pelaku UMKM akibat penyesuaian tersebut.

    "Kami memahami penyesuaian ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pelaku UMKM dan untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf. Namun, hal ini bukan berarti kami tidak mendukung UMKM," tuturnya.

    Fiqry menegaskan, keberadaan UMKM dan kegiatan ekonomi di Teras Samarinda tetap menjadi bagian penting yang didukung pengelola.

    "Saat ini kami juga sedang melakukan evaluasi agar ke depan kegiatan dapat berjalan lebih baik, dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, kenyamanan masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang," tutupnya.

    (Sf/Lo)