Cari disini...
Seputar Kaltim
Massa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Arman/seputarfakta.com)
Samarinda - Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Aksi tersebut mengusung tema besar "2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri".
Pantauan seputarfakta.com di lokasi, massa aksi datang dari berbagai elemen. Mulai dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Samarinda hingga sejumlah organisasi masyarakat sipil. Mereka datang membawa spanduk dan pengeras suara, menuntut perhatian pemerintah pusat dan daerah.
Koordinator aksi, Wira Saguna menyebut, Kaltim sebagai daerah penyangga energi nasional justru masih berkutat dengan persoalan klasik yang tak kunjung usai. Mulai dari bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelangkaan BBM, hingga pemadaman listrik yang meresahkan warga.
Dalam aksinya, Aliansi Geram menyampaikan tujuh tuntutan resmi, di antaranya:
1. Mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai status bencana nasional.
2. Menindak tegas perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
3. Menindak tegas perusahaan tambang yang abai terhadap reklamasi pascatambang.
4. Menuntaskan persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kaltim.
5. Menghentikan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kaltim.
6. Evaluasi total terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
7. Evaluasi total terhadap program Pemprov Kaltim, Gratispol.
Hingga berita ini dipublikasikan, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur Kaltim dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Massa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Arman/seputarfakta.com)
Samarinda - Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Aksi tersebut mengusung tema besar "2 Tahun Prabowo-Gibran: Kaltim Jadi Anak Tiri, Kaltim Jadi Abu di Tanah Sendiri".
Pantauan seputarfakta.com di lokasi, massa aksi datang dari berbagai elemen. Mulai dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Samarinda hingga sejumlah organisasi masyarakat sipil. Mereka datang membawa spanduk dan pengeras suara, menuntut perhatian pemerintah pusat dan daerah.
Koordinator aksi, Wira Saguna menyebut, Kaltim sebagai daerah penyangga energi nasional justru masih berkutat dengan persoalan klasik yang tak kunjung usai. Mulai dari bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kelangkaan BBM, hingga pemadaman listrik yang meresahkan warga.
Dalam aksinya, Aliansi Geram menyampaikan tujuh tuntutan resmi, di antaranya:
1. Mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai status bencana nasional.
2. Menindak tegas perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
3. Menindak tegas perusahaan tambang yang abai terhadap reklamasi pascatambang.
4. Menuntaskan persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kaltim.
5. Menghentikan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kaltim.
6. Evaluasi total terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
7. Evaluasi total terhadap program Pemprov Kaltim, Gratispol.
Hingga berita ini dipublikasikan, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur Kaltim dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
(Sf/Lo)