Seputar Kaltim

    ESI Kutim Kembangkan E-Sport di Sekolah, Targetkan Cetak Atlet untuk Porprov

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    06 Desember 2025 pukul 19:01 WITA

    Ketua Umum ESI Kutim, Maswar Mansur. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pengurus Cabang E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. 

    Salah satu langkah yang dilakukan melalui program pembinaan yang menyasar sekolah-sekolah tingkat SMP di seluruh wilayah Kutim.

    Ketua Umum ESI Kutim, Maswar Mansur menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekitar 92 SMP di Kutim untuk memasukkan E-Sport sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

    “Kami akan masuk ke sekolah-sekolah SMP di seluruh Kabupaten Kutim untuk menjadikan E-Sport sebagai ekstrakurikuler. Jadi sudah kami data dan juga sudah bertemu para kepala sekolah terkait persiapan U-15,” ujar Maswar.

    Ia menambahkan pembinaan atlet akan difokuskan pada kelompok usia 13-15 tahun. Hal ini sesuai dengan standar batas usia yang diperbolehkan dalam olahraga elektronik.

    “E-Sport mengisyaratkan usia minimal 13 tahun. Jadi atlet yang kami siapkan sekarang adalah mereka yang berusia 13-15 tahun,” tambahnya.

    Meski demikian, Maswar mengakui kini mayoritas pemain aktif E-Sport berasal dari kalangan SMA hingga mahasiswa.

    “Ini untuk mempersiapkan atlet-atlet yang akan kita kirim pada Babak Kualifikasi (BK) maupun porprov berikutnya,” katanya.

    Maswar menyebutkan koordinasi pembinaan telah dilakukan di 18 kecamatan se-Kutim, sehingga ke depan pembinaan akan berjalan lebih merata.

    "Di 18 kecamatan sudah kami koordinasikan," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    ESI Kutim Kembangkan E-Sport di Sekolah, Targetkan Cetak Atlet untuk Porprov

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    06 Desember 2025 pukul 19:01 WITA

    Ketua Umum ESI Kutim, Maswar Mansur. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pengurus Cabang E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. 

    Salah satu langkah yang dilakukan melalui program pembinaan yang menyasar sekolah-sekolah tingkat SMP di seluruh wilayah Kutim.

    Ketua Umum ESI Kutim, Maswar Mansur menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekitar 92 SMP di Kutim untuk memasukkan E-Sport sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

    “Kami akan masuk ke sekolah-sekolah SMP di seluruh Kabupaten Kutim untuk menjadikan E-Sport sebagai ekstrakurikuler. Jadi sudah kami data dan juga sudah bertemu para kepala sekolah terkait persiapan U-15,” ujar Maswar.

    Ia menambahkan pembinaan atlet akan difokuskan pada kelompok usia 13-15 tahun. Hal ini sesuai dengan standar batas usia yang diperbolehkan dalam olahraga elektronik.

    “E-Sport mengisyaratkan usia minimal 13 tahun. Jadi atlet yang kami siapkan sekarang adalah mereka yang berusia 13-15 tahun,” tambahnya.

    Meski demikian, Maswar mengakui kini mayoritas pemain aktif E-Sport berasal dari kalangan SMA hingga mahasiswa.

    “Ini untuk mempersiapkan atlet-atlet yang akan kita kirim pada Babak Kualifikasi (BK) maupun porprov berikutnya,” katanya.

    Maswar menyebutkan koordinasi pembinaan telah dilakukan di 18 kecamatan se-Kutim, sehingga ke depan pembinaan akan berjalan lebih merata.

    "Di 18 kecamatan sudah kami koordinasikan," pungkasnya.

    (Sf/Lo)