Seputar Kaltim

    Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 2.059 Penumpang di Balikpapan Terdampak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    07 September 2026 pukul 16:19 WITA

    Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sebanyak 2.059 penumpang terdampak gangguan penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Gangguan tersebut terjadi pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan Minggu (6/9/2026) hingga pukul 13.00 Wita. Kondisi ini terutama berdampak pada penerbangan yang terhubung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, serta satu rute menuju Bandung.

    Pejabat Sementara General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aris Laksono menjelaskan, berdasarkan data sementara terdapat 11 penerbangan kedatangan dan 13 penerbangan keberangkatan yang terdampak.

    “Total ada 11 kedatangan dan 13 keberangkatan. Sebagian besar rutenya ke Cengkareng dan ada satu rute ke Bandung,” ucap Rizal kepada media.

    Dampak erupsi membuat sejumlah pesawat yang seharusnya menuju Balikpapan tidak dapat diberangkatkan dari bandara asal. Sebaliknya, penerbangan dari Balikpapan menuju sejumlah daerah tujuan juga mengalami gangguan.

    Untuk menangani penumpang yang terdampak, maskapai menyediakan sejumlah pilihan. Sebagian penumpang memilih pengembalian biaya tiket atau refund, sementara lainnya menjadwalkan kembali penerbangan atau reschedule.

    “Jadi, dari data di lapangan, sebagian besar memang dilakukan refund, ada juga sebagian yang dilakukan reschedule,” ujarnya.

    Sejumlah maskapai yang terdampak antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Super Air Jet, dan Batik Air.

    Rizal menyebut jumlah penerbangan terdampak masih dapat bertambah. Hal itu bergantung pada perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta yang masih membutuhkan proses pembersihan landasan pacu.

    “Sangat mungkin itu terjadi karena sampai saat ini masih perlu dilakukan pembersihan runway juga di Soekarno-Hatta dan kami juga menunggu kepastian erupsi,” terangnya.

    Menurutnya, lama gangguan penerbangan juga dipengaruhi arah angin. Jika erupsi masih berlangsung dan angin membawa material vulkanik ke arah barat hingga wilayah Cengkareng dan sekitarnya, gangguan penerbangan berpotensi berlangsung lebih lama.

    Sebaliknya, apabila aktivitas erupsi berhenti dan hanya menyisakan proses pembersihan landasan pacu, operasional penerbangan diperkirakan dapat kembali normal dalam waktu lebih singkat.

    “Kami di Bandara SAMS Sepinggan terus memantau perkembangan kondisi, serta berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani penumpang dan memastikan perkembangan operasional penerbangan,” ungkapnya.

    (Sf/Lo).

    Seputar Kaltim

    Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 2.059 Penumpang di Balikpapan Terdampak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    07 September 2026 pukul 16:19 WITA

    Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sebanyak 2.059 penumpang terdampak gangguan penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Gangguan tersebut terjadi pada penerbangan kedatangan maupun keberangkatan Minggu (6/9/2026) hingga pukul 13.00 Wita. Kondisi ini terutama berdampak pada penerbangan yang terhubung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, serta satu rute menuju Bandung.

    Pejabat Sementara General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Rizal Aris Laksono menjelaskan, berdasarkan data sementara terdapat 11 penerbangan kedatangan dan 13 penerbangan keberangkatan yang terdampak.

    “Total ada 11 kedatangan dan 13 keberangkatan. Sebagian besar rutenya ke Cengkareng dan ada satu rute ke Bandung,” ucap Rizal kepada media.

    Dampak erupsi membuat sejumlah pesawat yang seharusnya menuju Balikpapan tidak dapat diberangkatkan dari bandara asal. Sebaliknya, penerbangan dari Balikpapan menuju sejumlah daerah tujuan juga mengalami gangguan.

    Untuk menangani penumpang yang terdampak, maskapai menyediakan sejumlah pilihan. Sebagian penumpang memilih pengembalian biaya tiket atau refund, sementara lainnya menjadwalkan kembali penerbangan atau reschedule.

    “Jadi, dari data di lapangan, sebagian besar memang dilakukan refund, ada juga sebagian yang dilakukan reschedule,” ujarnya.

    Sejumlah maskapai yang terdampak antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Super Air Jet, dan Batik Air.

    Rizal menyebut jumlah penerbangan terdampak masih dapat bertambah. Hal itu bergantung pada perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta yang masih membutuhkan proses pembersihan landasan pacu.

    “Sangat mungkin itu terjadi karena sampai saat ini masih perlu dilakukan pembersihan runway juga di Soekarno-Hatta dan kami juga menunggu kepastian erupsi,” terangnya.

    Menurutnya, lama gangguan penerbangan juga dipengaruhi arah angin. Jika erupsi masih berlangsung dan angin membawa material vulkanik ke arah barat hingga wilayah Cengkareng dan sekitarnya, gangguan penerbangan berpotensi berlangsung lebih lama.

    Sebaliknya, apabila aktivitas erupsi berhenti dan hanya menyisakan proses pembersihan landasan pacu, operasional penerbangan diperkirakan dapat kembali normal dalam waktu lebih singkat.

    “Kami di Bandara SAMS Sepinggan terus memantau perkembangan kondisi, serta berkoordinasi dengan maskapai untuk menangani penumpang dan memastikan perkembangan operasional penerbangan,” ungkapnya.

    (Sf/Lo).