Seputar Kaltim

    Era Digital Jadi Tantangan, Karang Taruna Kutim Didorong Lebih Inovatif

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    20 April 2026 pukul 13:01 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya peran pemuda, khususnya Karang Taruna dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan potensi yang ada secara optimal.

    Menurutnya Karang Taruna Kutim memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan dan tidak disia-siakan. Ia menyebut berbagai kontribusi telah disiapkan oleh para pemuda dan diharapkan dapat terintegrasi dengan seluruh organisasi hingga tingkat kecamatan.

    “Potensi yang dimiliki Karang Taruna ini luar biasa. Kontribusi yang sudah disiapkan jangan sampai disia-siakan, tapi harus benar-benar dimaksimalkan dan menyatu dalam semua organisasi,” ujar Ardiansyah usai menghadiri pelantikan Pengurus Karang Taruna, Minggu (19/4/2026).

    Ia menjelaskan Karang Taruna merupakan organisasi sosial yang terbuka dan inklusif dengan peran luas, mulai dari bidang sosial, ekonomi, budaya, keagamaan hingga olahraga.

    Namun di era digital sekarang, pemuda menghadapi berbagai tantangan, seperti masih rendahnya literasi teknologi dan pemahaman kecerdasan buatan, serta risiko menurunnya kreativitas dan kemampuan berpikir kritis akibat ketergantungan teknologi.

    Pemerintah juga menyoroti adanya penurunan moral, meningkatnya sikap individualis, serta berkurangnya kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

    “Partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial cenderung berkurang karena kalah menarik dibandingkan dunia digital,” katanya.

    Untuk itu Ardiansyah mendorong Karang Taruna Kutim melakukan transformasi menjadi organisasi yang adaptif, produktif dan berkarakter.

    Langkah yang disarankan meliputi peningkatan literasi digital, penguatan nilai sosial, serta pengembangan program kreativitas pemuda dan UMKM.

    Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi Karang Taruna melalui pengembangan usaha pemuda yang didukung pendampingan dari tingkat kabupaten hingga desa.

    Pemkab Kutim akan terus membuka ruang kolaborasi dengan Karang Taruna sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

    “Kami percaya pemuda adalah kekuatan utama dalam pembangunan. Sinergi harus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Ia juga mendorong pemuda untuk memanfaatkan potensi daerah dalam mendukung industri kreatif, seperti komoditas cokelat, pisang, nanas, hingga sektor pertanian dan perikanan.

    Menurutnya peluang tersebut dapat menjadi sumber ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan industri. Di sisi lain, Ardiansyah berharap pemuda mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, terutama melalui pemanfaatan media digital secara bijak.

    “Di era digital ini, pemuda harus kreatif dan santun dalam memanfaatkan media sosial, serta memberikan kontribusi positif,” katanya.

    Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak bersikap individualis di media sosial, tetapi memanfaatkannya untuk membangun komunikasi dan kepedulian sosial.

    Ardiansyah mengajak seluruh pengurus Karang Taruna menjaga kekompakan dan menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian nyata bagi masyarakat.

    “Jadilah pelopor perubahan dan hadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Era Digital Jadi Tantangan, Karang Taruna Kutim Didorong Lebih Inovatif

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    20 April 2026 pukul 13:01 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya peran pemuda, khususnya Karang Taruna dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan potensi yang ada secara optimal.

    Menurutnya Karang Taruna Kutim memiliki potensi besar yang perlu terus dikembangkan dan tidak disia-siakan. Ia menyebut berbagai kontribusi telah disiapkan oleh para pemuda dan diharapkan dapat terintegrasi dengan seluruh organisasi hingga tingkat kecamatan.

    “Potensi yang dimiliki Karang Taruna ini luar biasa. Kontribusi yang sudah disiapkan jangan sampai disia-siakan, tapi harus benar-benar dimaksimalkan dan menyatu dalam semua organisasi,” ujar Ardiansyah usai menghadiri pelantikan Pengurus Karang Taruna, Minggu (19/4/2026).

    Ia menjelaskan Karang Taruna merupakan organisasi sosial yang terbuka dan inklusif dengan peran luas, mulai dari bidang sosial, ekonomi, budaya, keagamaan hingga olahraga.

    Namun di era digital sekarang, pemuda menghadapi berbagai tantangan, seperti masih rendahnya literasi teknologi dan pemahaman kecerdasan buatan, serta risiko menurunnya kreativitas dan kemampuan berpikir kritis akibat ketergantungan teknologi.

    Pemerintah juga menyoroti adanya penurunan moral, meningkatnya sikap individualis, serta berkurangnya kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

    “Partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial cenderung berkurang karena kalah menarik dibandingkan dunia digital,” katanya.

    Untuk itu Ardiansyah mendorong Karang Taruna Kutim melakukan transformasi menjadi organisasi yang adaptif, produktif dan berkarakter.

    Langkah yang disarankan meliputi peningkatan literasi digital, penguatan nilai sosial, serta pengembangan program kreativitas pemuda dan UMKM.

    Bupati juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi Karang Taruna melalui pengembangan usaha pemuda yang didukung pendampingan dari tingkat kabupaten hingga desa.

    Pemkab Kutim akan terus membuka ruang kolaborasi dengan Karang Taruna sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

    “Kami percaya pemuda adalah kekuatan utama dalam pembangunan. Sinergi harus diperkuat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Ia juga mendorong pemuda untuk memanfaatkan potensi daerah dalam mendukung industri kreatif, seperti komoditas cokelat, pisang, nanas, hingga sektor pertanian dan perikanan.

    Menurutnya peluang tersebut dapat menjadi sumber ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan industri. Di sisi lain, Ardiansyah berharap pemuda mampu berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, terutama melalui pemanfaatan media digital secara bijak.

    “Di era digital ini, pemuda harus kreatif dan santun dalam memanfaatkan media sosial, serta memberikan kontribusi positif,” katanya.

    Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak bersikap individualis di media sosial, tetapi memanfaatkannya untuk membangun komunikasi dan kepedulian sosial.

    Ardiansyah mengajak seluruh pengurus Karang Taruna menjaga kekompakan dan menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian nyata bagi masyarakat.

    “Jadilah pelopor perubahan dan hadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)