Seputar Kaltim

    Endorse Politik Murah, Setiap Angkot Dibayar Rp100 ribu untuk Pasang Stiker

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Juli 2024 pukul 12:37 WITA

    Angkutan kota (angkot) di Samarinda di pasang stiker calon kepala daerah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Belum memasuki tahapan kampanye dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, para calon sudah mulai memasarkan nama, salah satunya dengan cara pemasangan stiker di angkutan kota atau yang disebut angkot. 

    Hal ini sudah lumrah dilakukan para politisi saat mendekati masa pemilihan, bagaimana tidak, karena memang ongkos yang diberikan terlalu murah. Adapun harga yang dipatok variatif, dari kisaran harga Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Bahkan lebih murahnya lagi, tidak ditentukan masa pencopotan stiker, selama penyelenggaraan pemilihan memasuki tahapan masa tenang.

    Melalui penelusuran seputarfakta.com di lapangan, salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa dia menerima uang dengan nominal tersebut. "Kami dikumpulkan di Juanda 8, ini berdasarkan angkot trayek A, B dan C. Puluhan taksi yang hadir, dikasih Rp 100 ribu, baru kemarin," ungkapnya.

    Ia tidak mempermasalahkan dengan harga demikian, selama belasan tahun menjadi supir angkot ia selalu diajak temannya untuk ikut pasang di setiap momentum politik. Apalagi, kata dia, menambah keuntungan baginya, sebab mengurangi sinar matahari. "Asalkan stiker itu tidak menghalangi pandangan saya, kalau menyusahkan ya saya tidak mau pasang, karena juga untungnya bisa mengurangi sinar matahari," jelasnya.

    Dari sumber lain, supir dengan perawakan tua ini mengaku bahwa telah menerima hanya Rp80 ribu berbeda Rp20 ribu dari angkot yang lain. Tapi ia menambahkan dijanjikan pembayaran kembali dengan nominal yang sama selama tiga bulan. 

    "Iya nanti ditambahi lagi," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Endorse Politik Murah, Setiap Angkot Dibayar Rp100 ribu untuk Pasang Stiker

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Juli 2024 pukul 12:37 WITA

    Angkutan kota (angkot) di Samarinda di pasang stiker calon kepala daerah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Belum memasuki tahapan kampanye dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, para calon sudah mulai memasarkan nama, salah satunya dengan cara pemasangan stiker di angkutan kota atau yang disebut angkot. 

    Hal ini sudah lumrah dilakukan para politisi saat mendekati masa pemilihan, bagaimana tidak, karena memang ongkos yang diberikan terlalu murah. Adapun harga yang dipatok variatif, dari kisaran harga Rp100 ribu sampai Rp200 ribu. Bahkan lebih murahnya lagi, tidak ditentukan masa pencopotan stiker, selama penyelenggaraan pemilihan memasuki tahapan masa tenang.

    Melalui penelusuran seputarfakta.com di lapangan, salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa dia menerima uang dengan nominal tersebut. "Kami dikumpulkan di Juanda 8, ini berdasarkan angkot trayek A, B dan C. Puluhan taksi yang hadir, dikasih Rp 100 ribu, baru kemarin," ungkapnya.

    Ia tidak mempermasalahkan dengan harga demikian, selama belasan tahun menjadi supir angkot ia selalu diajak temannya untuk ikut pasang di setiap momentum politik. Apalagi, kata dia, menambah keuntungan baginya, sebab mengurangi sinar matahari. "Asalkan stiker itu tidak menghalangi pandangan saya, kalau menyusahkan ya saya tidak mau pasang, karena juga untungnya bisa mengurangi sinar matahari," jelasnya.

    Dari sumber lain, supir dengan perawakan tua ini mengaku bahwa telah menerima hanya Rp80 ribu berbeda Rp20 ribu dari angkot yang lain. Tapi ia menambahkan dijanjikan pembayaran kembali dengan nominal yang sama selama tiga bulan. 

    "Iya nanti ditambahi lagi," pungkasnya.

    (Sf/Rs)