Seputar Kaltim

    Empat Hotspot Terpantau di PPU, BPBD Tingkatkan Pemantauan Saat Musim Kemarau

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    06 Juli 2026 pukul 10:37 WITA

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah empat titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah PPU pada Minggu (5/7/2026).

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD PPU, keempat hotspot tersebut terpantau melalui satelit BMKG Balikpapan dengan tingkat kepercayaan sedang (medium).

    Dua hotspot berada di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, sementara dua lainnya terpantau di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

    Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan kemunculan hotspot menjadi perhatian karena saat ini wilayah PPU mulai memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran lahan.

    Meski demikian, ia menegaskan hotspot bukan berarti telah terjadi kebakaran. "Hotspot merupakan indikasi adanya sumber panas yang terdeteksi satelit. Karena itu setiap laporan tetap kami pantau untuk memastikan kondisi di lapangan," ujarnya, Senin (6/7/2026).

    Pantauan tersebut dilakukan menyusul insiden kebakaran lahan yang terjadi di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, pada hari yang sama. Kebakaran itu menghanguskan semak belukar dan berhasil ditangani petugas.

    BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Empat Hotspot Terpantau di PPU, BPBD Tingkatkan Pemantauan Saat Musim Kemarau

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    06 Juli 2026 pukul 10:37 WITA

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meningkatkan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah empat titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah PPU pada Minggu (5/7/2026).

    Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD PPU, keempat hotspot tersebut terpantau melalui satelit BMKG Balikpapan dengan tingkat kepercayaan sedang (medium).

    Dua hotspot berada di Desa Labangka, Kecamatan Babulu, sementara dua lainnya terpantau di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.

    Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan kemunculan hotspot menjadi perhatian karena saat ini wilayah PPU mulai memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran lahan.

    Meski demikian, ia menegaskan hotspot bukan berarti telah terjadi kebakaran. "Hotspot merupakan indikasi adanya sumber panas yang terdeteksi satelit. Karena itu setiap laporan tetap kami pantau untuk memastikan kondisi di lapangan," ujarnya, Senin (6/7/2026).

    Pantauan tersebut dilakukan menyusul insiden kebakaran lahan yang terjadi di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, pada hari yang sama. Kebakaran itu menghanguskan semak belukar dan berhasil ditangani petugas.

    BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

    (Sf/Lo)