Seputar Kaltim

    Embung Muru Menyusut, Perumdam Tirta Kandilo Hentikan Produksi Air Bersih di Kuaro

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    13 Oktober 2026 pukul 17:02 WITA

    Kantor Perumdam Tirta Kandilo unit pelayanan Kuaro. (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Dampak kemarau ekstrem mulai melanda wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Hal tersebut menyebabkan volume air di Embung Muru yang menjadi bahan baku air yang disalurkan kepada masyarakat mulai menyusut. 

    Kondisi kritis tersebut berdampak langsung pada operasional Perumdam Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo Unit Pelayanan Kuaro. Pasokan air baku yang kian menipis membuat proses pengolahan air bersih tidak dapat dilakukan secara optimal.

    Menyikapi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Kandilo memutuskan untuk menghentikan total proses produksi dan distribusi air bersih kepada seluruh pelanggan di Kecamatan Kuaro terhitung mulai Senin (12/10/2026).

    Keputusan penghentian operasional itu sekaligus mengonfirmasi edaran resmi yang sebelumnya telah beredar di tengah masyarakat. Warga di area pelayanan Kuaro kini tidak lagi menerima suplai air bersih langsung dari pipa PDAM.

    Plt Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Paulus Margita membenarkan hal tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa langkah penutupan sementara itu terpaksa diambil demi menyesuaikan kondisi ril di lapangan.

    "Iya benar," kata Paulus Margarita, Selasa (13/10/2026). 

    Paulus menyebut, pihak perumdam bergerak cepat melakukan langkah penanggulangan darurat. Pihaknya berkoordinasi lintas sektor untuk menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada warga.

    Perumdam Tirta Kandilo menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Kuaro, Dinas Sosial Kabupaten Paser, serta pihak swasta setempat. Bantuan air bersih akan dikirimkan ke pemukiman penduduk menggunakan armada mobil tangki.

    “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan Kuaro, Dinas Sosial dan pihak perusahaan swasta yang ada di Kuaro untuk mengirim bantuan air bersih dengan mobil tangki,” tambahnya. 

    Mengenai skema teknis dan tata cara pembagian air tangki ke rumah-rumah warga, Paulus menjelaskan, seluruh penanganan dan koordinasi di lapangan diserahkan penuh kepada Dinas Sosial.

    Atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan, manajemen Perumdam Tirta Kandilo menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Pihaknya juga mengimbau seluruh warga Kecamatan Kuaro untuk mempergunakan ketersediaan air secara bijak dan hemat selama masa darurat kemarau berlangsung. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Embung Muru Menyusut, Perumdam Tirta Kandilo Hentikan Produksi Air Bersih di Kuaro

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    13 Oktober 2026 pukul 17:02 WITA

    Kantor Perumdam Tirta Kandilo unit pelayanan Kuaro. (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Dampak kemarau ekstrem mulai melanda wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Hal tersebut menyebabkan volume air di Embung Muru yang menjadi bahan baku air yang disalurkan kepada masyarakat mulai menyusut. 

    Kondisi kritis tersebut berdampak langsung pada operasional Perumdam Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo Unit Pelayanan Kuaro. Pasokan air baku yang kian menipis membuat proses pengolahan air bersih tidak dapat dilakukan secara optimal.

    Menyikapi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Kandilo memutuskan untuk menghentikan total proses produksi dan distribusi air bersih kepada seluruh pelanggan di Kecamatan Kuaro terhitung mulai Senin (12/10/2026).

    Keputusan penghentian operasional itu sekaligus mengonfirmasi edaran resmi yang sebelumnya telah beredar di tengah masyarakat. Warga di area pelayanan Kuaro kini tidak lagi menerima suplai air bersih langsung dari pipa PDAM.

    Plt Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Paulus Margita membenarkan hal tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa langkah penutupan sementara itu terpaksa diambil demi menyesuaikan kondisi ril di lapangan.

    "Iya benar," kata Paulus Margarita, Selasa (13/10/2026). 

    Paulus menyebut, pihak perumdam bergerak cepat melakukan langkah penanggulangan darurat. Pihaknya berkoordinasi lintas sektor untuk menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada warga.

    Perumdam Tirta Kandilo menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Kuaro, Dinas Sosial Kabupaten Paser, serta pihak swasta setempat. Bantuan air bersih akan dikirimkan ke pemukiman penduduk menggunakan armada mobil tangki.

    “Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan Kuaro, Dinas Sosial dan pihak perusahaan swasta yang ada di Kuaro untuk mengirim bantuan air bersih dengan mobil tangki,” tambahnya. 

    Mengenai skema teknis dan tata cara pembagian air tangki ke rumah-rumah warga, Paulus menjelaskan, seluruh penanganan dan koordinasi di lapangan diserahkan penuh kepada Dinas Sosial.

    Atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan, manajemen Perumdam Tirta Kandilo menyampaikan permohonan maaf yang mendalam. Pihaknya juga mengimbau seluruh warga Kecamatan Kuaro untuk mempergunakan ketersediaan air secara bijak dan hemat selama masa darurat kemarau berlangsung. 

    (Sf/Lo)