Seputar Kaltim

    Emas dan Tiket Pesawat Kerek Inflasi Kaltim Capai 3,04 Persen di Mei 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 Juni 2026 pukul 19:02 WITA

    Info grafis data inflasi y-on-y di Kaltim. (Ilustrasi Generate Gemini AI)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 3,04 persen pada bulan Mei 2026. 

    Menariknya, pendorong utama inflasi di Bumi Etam kali ini tidak hanya didominasi oleh komoditas bahan pangan pokok, melainkan dipicu secara signifikan oleh meroketnya harga emas perhiasan dan tarif angkutan udara.

    Hal ini terungkap dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. 

    Kepala BPS Provinsi Kaltim, Mas'ud Rifai, merinci pergerakan inflasi tersebut berdasarkan kelompok pengeluarannya.

    "Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kaltim sebesar 3,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,61," terang Mas'ud Rifai dalam rilis resminya, Selasa (2/6/2026).

    Mas'ud memaparkan bahwa dari seluruh kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan lonjakan yang sangat mencolok.

    "Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,09 persen," ungkap Mas'ud. 

    Tingginya persentase pada kelompok ini memberikan andil sumbangan inflasi tahunan yang cukup besar, yakni 0,76 persen.

    Jika dibedah lebih spesifik ke level komoditas, emas perhiasan menjadi biang kerok utama tingginya angka tersebut. 

    "Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2026, antara lain: emas perhiasan, angkutan udara, beras, sigaret kretek mesin (SKM)..." paparnya.

    Komoditas emas perhiasan secara individual mencatatkan andil inflasi y-on-y paling besar, yaitu mencapai 0,62 persen.

    Selain perhiasan, sektor mobilitas dan logistik yakni kelompok transportasi juga menjadi penyumbang inflasi yang patut diwaspadai dengan angka inflasi mencapai 4,50 persen secara tahunan. 

    Komoditas angkutan udara menyumbang andil inflasi y-on-y terbesar kedua di Kaltim setelah emas, yakni sebesar 0,39 persen.

    Lebih lanjut, laporan BPS juga menyoroti adanya anomali tren harga pada beberapa sektor. Di tengah naiknya harga emas, tiket pesawat, dan beras, terdapat kelompok barang yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi secara tahunan.

    "Sebaliknya, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,11 persen," jelasnya.

    Sebagai informasi, tingkat inflasi y-on-y Kaltim sebesar 3,04 persen ini didapat dari hasil pemantauan IHK di empat kabupaten/kota. 

    Dari keempat wilayah tersebut, Kota Samarinda menjadi kota dengan tingkat inflasi tertinggi yang menembus angka 3,42 persen. 

    Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan besaran 2,33 persen.

    Secara keseluruhan, meskipun angka tahunan menembus tiga persen, inflasi secara bulanan dinilai masih terkendali. 

    "Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Mei 2026 sebesar 0,17 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Mei 2026 sebesar 1,65 persen," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Emas dan Tiket Pesawat Kerek Inflasi Kaltim Capai 3,04 Persen di Mei 2026

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 Juni 2026 pukul 19:02 WITA

    Info grafis data inflasi y-on-y di Kaltim. (Ilustrasi Generate Gemini AI)

    Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan tingkat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 3,04 persen pada bulan Mei 2026. 

    Menariknya, pendorong utama inflasi di Bumi Etam kali ini tidak hanya didominasi oleh komoditas bahan pangan pokok, melainkan dipicu secara signifikan oleh meroketnya harga emas perhiasan dan tarif angkutan udara.

    Hal ini terungkap dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. 

    Kepala BPS Provinsi Kaltim, Mas'ud Rifai, merinci pergerakan inflasi tersebut berdasarkan kelompok pengeluarannya.

    "Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Kaltim sebesar 3,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,61," terang Mas'ud Rifai dalam rilis resminya, Selasa (2/6/2026).

    Mas'ud memaparkan bahwa dari seluruh kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan lonjakan yang sangat mencolok.

    "Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,09 persen," ungkap Mas'ud. 

    Tingginya persentase pada kelompok ini memberikan andil sumbangan inflasi tahunan yang cukup besar, yakni 0,76 persen.

    Jika dibedah lebih spesifik ke level komoditas, emas perhiasan menjadi biang kerok utama tingginya angka tersebut. 

    "Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2026, antara lain: emas perhiasan, angkutan udara, beras, sigaret kretek mesin (SKM)..." paparnya.

    Komoditas emas perhiasan secara individual mencatatkan andil inflasi y-on-y paling besar, yaitu mencapai 0,62 persen.

    Selain perhiasan, sektor mobilitas dan logistik yakni kelompok transportasi juga menjadi penyumbang inflasi yang patut diwaspadai dengan angka inflasi mencapai 4,50 persen secara tahunan. 

    Komoditas angkutan udara menyumbang andil inflasi y-on-y terbesar kedua di Kaltim setelah emas, yakni sebesar 0,39 persen.

    Lebih lanjut, laporan BPS juga menyoroti adanya anomali tren harga pada beberapa sektor. Di tengah naiknya harga emas, tiket pesawat, dan beras, terdapat kelompok barang yang justru mengalami penurunan harga atau deflasi secara tahunan.

    "Sebaliknya, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,11 persen," jelasnya.

    Sebagai informasi, tingkat inflasi y-on-y Kaltim sebesar 3,04 persen ini didapat dari hasil pemantauan IHK di empat kabupaten/kota. 

    Dari keempat wilayah tersebut, Kota Samarinda menjadi kota dengan tingkat inflasi tertinggi yang menembus angka 3,42 persen. 

    Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan besaran 2,33 persen.

    Secara keseluruhan, meskipun angka tahunan menembus tiga persen, inflasi secara bulanan dinilai masih terkendali. 

    "Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Mei 2026 sebesar 0,17 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Mei 2026 sebesar 1,65 persen," pungkasnya.

    (Sf/Rs)