Seputar Kaltim

    Emak-emak di Samarinda Protes Praktik Jual Beli Buku di Sekolah, Pemkot Bentuk Tim Investigasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Agustus 2024 pukul 15:51 WITA

    Emak-emak di Samarinda menggelar aksi di depan Balai Kota Samarinda menuntut perihal semakin mahalnya buku dan komersialisasi pendidikan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Puluhan orang tua murid di Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Samarinda, Kamis (1/8/2024), memprotes dugaan praktik jual beli buku pelajaran di beberapa sekolah. Mereka juga mengeluhkan mahalnya harga buku penunjang yang dinilai memberatkan ekonomi keluarga.

    Koordinator aksi, Nina, mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik tersebut. Nina menambahkan, harga buku paket yang terus naik setiap tahun menjadi beban tersendiri bagi orang tua.

    "Anak kami diintimidasi dan dikucilkan jika tidak membeli buku yang ditentukan sekolah," ujarnya.
     
    Aksi yang dimulai pukul 10.00 WITA itu berlangsung cukup riuh. Para peserta membawa tumpukan buku dan spanduk bertuliskan tuntutan mereka. Beberapa di antaranya bahkan merobek buku sebagai bentuk protes.

    Menanggapi aksi tersebut, Asisten I Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa, menyatakan bahwa pemerintah kota akan membentuk tim untuk menyelidiki kebenaran laporan orang tua murid. "Kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan," tegasnya.

    Ridwan juga menegaskan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran, pihak sekolah yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas. "Tidak ada toleransi bagi mereka yang menyalahgunakan wewenang," tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan tim investigasi untuk menyelesaikan masalah ini. "Kami akan memastikan bahwa semua sekolah di Samarinda menjalankan aturan yang berlaku," ujarnya.

    Aksi protes orang tua murid ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi tentang kualitas pendidikan di Samarinda. Banyak pihak berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dan tidak terulang kembali.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Emak-emak di Samarinda Protes Praktik Jual Beli Buku di Sekolah, Pemkot Bentuk Tim Investigasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Agustus 2024 pukul 15:51 WITA

    Emak-emak di Samarinda menggelar aksi di depan Balai Kota Samarinda menuntut perihal semakin mahalnya buku dan komersialisasi pendidikan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Puluhan orang tua murid di Samarinda menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Samarinda, Kamis (1/8/2024), memprotes dugaan praktik jual beli buku pelajaran di beberapa sekolah. Mereka juga mengeluhkan mahalnya harga buku penunjang yang dinilai memberatkan ekonomi keluarga.

    Koordinator aksi, Nina, mengungkapkan kekecewaannya terhadap praktik tersebut. Nina menambahkan, harga buku paket yang terus naik setiap tahun menjadi beban tersendiri bagi orang tua.

    "Anak kami diintimidasi dan dikucilkan jika tidak membeli buku yang ditentukan sekolah," ujarnya.
     
    Aksi yang dimulai pukul 10.00 WITA itu berlangsung cukup riuh. Para peserta membawa tumpukan buku dan spanduk bertuliskan tuntutan mereka. Beberapa di antaranya bahkan merobek buku sebagai bentuk protes.

    Menanggapi aksi tersebut, Asisten I Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa, menyatakan bahwa pemerintah kota akan membentuk tim untuk menyelidiki kebenaran laporan orang tua murid. "Kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan," tegasnya.

    Ridwan juga menegaskan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran, pihak sekolah yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas. "Tidak ada toleransi bagi mereka yang menyalahgunakan wewenang," tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan tim investigasi untuk menyelesaikan masalah ini. "Kami akan memastikan bahwa semua sekolah di Samarinda menjalankan aturan yang berlaku," ujarnya.

    Aksi protes orang tua murid ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi tentang kualitas pendidikan di Samarinda. Banyak pihak berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dan tidak terulang kembali.

    (Sf/Rs)