Seputar Kaltim

    Elita Dukung Masalah Batas Kampung Diserahkan ke Pemerintah Daerah

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2025 pukul 10:04 WITA

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina saat acara Musrenbang Kecamatan. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menyoroti mengenai tapal batas atau batas wilayah yang menurutnya hal tersebut termasuk penting. Ia berharap permasalahan batas wilayah kampung dapat segera diselesaikan. Karena dikhawatirkan permasalahan tersebut dapat menjadi pemicu konflik antar kampung.

    "Kalau dulu, batas kampung bukan menjadi masalah, tapi sekarang dengan adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA), tentu ini yang menjadikan pemicu konflik," ungkap Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina.

    Dirinya juga setuju untuk permasalahan batas kampung di Kecamatan Tabalar diserahkan ke Pemerintah Daerah sepenuhnya untuk dicarikanbb solusi terbaik.

    Ia menekankan, batas wilayah kampung ini dapat diselesaikan melalui penegasan kepala daerah untuk melunturkan masing-masing ego pemerintah kampung dalam menentukan batas wilayah.

    "Saya sepakat. Jadi perlu penegasan dari ibu bupati dan harapan saya sudah ada ketegasan dari pemerintah daerah," ungkapnya.

    Ketika, permasalahan batas wilayah antar kampung tidak menemukan solusi yang tepat. Maka, potensi Sumber Daya Alam (SDA) dari masing-masing kampung di Kecamatan Tabalar akan menjadi sengketa juga.

    "Jangan sempai, potensi unggulan kampung menjadi tidak berkembang karena persoalan batas-batas wilayah kampung yang tidak kunjung selesai. Jadi, saya harap Musrenbang tahun depan tidak ada masalah batas kampung," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Elita Dukung Masalah Batas Kampung Diserahkan ke Pemerintah Daerah

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2025 pukul 10:04 WITA

    Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina saat acara Musrenbang Kecamatan. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menyoroti mengenai tapal batas atau batas wilayah yang menurutnya hal tersebut termasuk penting. Ia berharap permasalahan batas wilayah kampung dapat segera diselesaikan. Karena dikhawatirkan permasalahan tersebut dapat menjadi pemicu konflik antar kampung.

    "Kalau dulu, batas kampung bukan menjadi masalah, tapi sekarang dengan adanya potensi Sumber Daya Alam (SDA), tentu ini yang menjadikan pemicu konflik," ungkap Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina.

    Dirinya juga setuju untuk permasalahan batas kampung di Kecamatan Tabalar diserahkan ke Pemerintah Daerah sepenuhnya untuk dicarikanbb solusi terbaik.

    Ia menekankan, batas wilayah kampung ini dapat diselesaikan melalui penegasan kepala daerah untuk melunturkan masing-masing ego pemerintah kampung dalam menentukan batas wilayah.

    "Saya sepakat. Jadi perlu penegasan dari ibu bupati dan harapan saya sudah ada ketegasan dari pemerintah daerah," ungkapnya.

    Ketika, permasalahan batas wilayah antar kampung tidak menemukan solusi yang tepat. Maka, potensi Sumber Daya Alam (SDA) dari masing-masing kampung di Kecamatan Tabalar akan menjadi sengketa juga.

    "Jangan sempai, potensi unggulan kampung menjadi tidak berkembang karena persoalan batas-batas wilayah kampung yang tidak kunjung selesai. Jadi, saya harap Musrenbang tahun depan tidak ada masalah batas kampung," pungkasnya.

    (Sf/Rs)