Seputar Kaltim

    Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Dinilai Meningkatkan PAD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    13 April 2023 pukul 16:57 WITA

    Rapat High Level Meeting membahas elektronifikasi dan penggunaan anggaran belanja. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya meningkatkan serapan APBD melalui elektronifikasi transaksi pemerintah.

    Ini disampaikan ketika Rapat High Level Meeting (HLM) pada Senin (13/4/2023) lalu.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda, Rusmadi Wongso yang memimpin jalannya rapat memberikan pesan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan elektronifikasi.

    Ia menyebut penggunaan elektronifikasi berjalan dengan baik. Ini terlihat dari angka serapan belanja yang sudah mencapai 98 persen.

    "Sekarang PAD juga meningkat, nilainya berkisar Rp747 Milyar dan semoga di APBD Perubahan bisa mencapai Rp1 trilyun," ungkapnya.

    Sistem digitalisasi ini menjadi salah satu indikator peningkatan belanja. "Kinerja elektronifikasi di Kota Samarinda membawa pada urutan tertinggi di Kaltim," ungkitnya.

    Lebih lanjut, Rusmadi mengungkapkan pemerintah masih memiliki ruang peningkatan pendapatan daerah. "Yang harus kita lakukan dalam peningkatan pendapatan adalah optimalisasi pencapaian target. Untuk menggerakkan ekonomi artinya harus menyeimbangkan pendapatan dan belanja," lanjutnya.

    Apalagi dari segi pendapatan sudah bagus, tapi belanja masih ditumpuk di triwulan keempat. "Ayo kita belanja di triwulan pertama, jangan sampai terjadi penumpukan belanja di triwulan keempat kalau tujuannya untuk menggerakkan ekonomi," ajaknya.

    Pihaknya mengaku pemerintah sudah memberikan kemudahan. "Kami masih menggunakan program tender. Kemudahannya dengan tender dini, sebelum APBD ditetapkan dan DPA rencanakan pun bisa," tandasnya.

    Dengan penggunaan elektronifikasi tentu semua pihak tidak perlu khawatir. "Semua akan terekam tidak perlu khawatir bila catatan terselip, kalau sudah terekam tau pembayaran yang kurang dimana, tentu kemudahan digitalisasi ini membuat informasi lebih cepat," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Dinilai Meningkatkan PAD

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    13 April 2023 pukul 16:57 WITA

    Rapat High Level Meeting membahas elektronifikasi dan penggunaan anggaran belanja. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya meningkatkan serapan APBD melalui elektronifikasi transaksi pemerintah.

    Ini disampaikan ketika Rapat High Level Meeting (HLM) pada Senin (13/4/2023) lalu.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Samarinda, Rusmadi Wongso yang memimpin jalannya rapat memberikan pesan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan elektronifikasi.

    Ia menyebut penggunaan elektronifikasi berjalan dengan baik. Ini terlihat dari angka serapan belanja yang sudah mencapai 98 persen.

    "Sekarang PAD juga meningkat, nilainya berkisar Rp747 Milyar dan semoga di APBD Perubahan bisa mencapai Rp1 trilyun," ungkapnya.

    Sistem digitalisasi ini menjadi salah satu indikator peningkatan belanja. "Kinerja elektronifikasi di Kota Samarinda membawa pada urutan tertinggi di Kaltim," ungkitnya.

    Lebih lanjut, Rusmadi mengungkapkan pemerintah masih memiliki ruang peningkatan pendapatan daerah. "Yang harus kita lakukan dalam peningkatan pendapatan adalah optimalisasi pencapaian target. Untuk menggerakkan ekonomi artinya harus menyeimbangkan pendapatan dan belanja," lanjutnya.

    Apalagi dari segi pendapatan sudah bagus, tapi belanja masih ditumpuk di triwulan keempat. "Ayo kita belanja di triwulan pertama, jangan sampai terjadi penumpukan belanja di triwulan keempat kalau tujuannya untuk menggerakkan ekonomi," ajaknya.

    Pihaknya mengaku pemerintah sudah memberikan kemudahan. "Kami masih menggunakan program tender. Kemudahannya dengan tender dini, sebelum APBD ditetapkan dan DPA rencanakan pun bisa," tandasnya.

    Dengan penggunaan elektronifikasi tentu semua pihak tidak perlu khawatir. "Semua akan terekam tidak perlu khawatir bila catatan terselip, kalau sudah terekam tau pembayaran yang kurang dimana, tentu kemudahan digitalisasi ini membuat informasi lebih cepat," tutupnya.

    (Sf/By)