Seputar Kaltim

    Ekspor Kerapu Berau Tembus 10 Ton per Bulan, Hong Kong Jadi Pasar Utama

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    23 April 2026 pukul 15:56 WITA

    Kepala Bidang Budi Daya Diskan Berau, Budiono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat capaian ekspor ikan kerapu yang signifikan dengan total mencapai 149 ton per tahun. 

    Dalam aktivitas ekspor tersebut, Hong Kong menjadi salah satu pihak yang berperan dominan sebagai pasar, sekaligus distributor utama.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono menjelaskan ekspor kerapu dilakukan secara rutin, termasuk pengiriman sekitar 10 ton setiap bulan ke Hong Kong.

    "Jadi nelayan itu memang ada transaksi langsung ke kapal Hong Kong dan itu ada kuotanya. Biasanya per bulan sekitar 10 ton mereka kirim," ujar Budiono.

    Ia menegaskan dari sisi produksi, ikan kerapu di Kabupaten Berau tidak mengalami penurunan. Namun kondisi pasar global justru menunjukkan tren penurunan.

    "Informasi terkait adanya penurunan itu tidak benar kalau dari sisi produksi. Secara produksi tidak, cuma dari pasarnya yang mengalami penurunan," jelasnya.

    Ia mengungkapkan pembatasan impor yang diterapkan oleh China menjadi salah satu penyebab menurunnya permintaan langsung dari negara tersebut. Ini juga membuat Hong Kong memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama distribusi.

    "Hong Kong juga memiliki akses dan kuota untuk mendistribusikan ke negara-negara selanjutnya. Mereka yang memegang kuota untuk mengambil hasil budi daya dan tangkapan dari kita," tuturnya.

    Selain Hong Kong, pasar ekspor kerapu dari Berau juga menjangkau wilayah Eropa dan China, menjadikan komoditas ini sebagai salah satu unggulan sektor perikanan daerah.

    Budiono pun menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas hasil budi daya agar mampu bersaing di pasar global meskipun terjadi dinamika permintaan.

    "Kami terus mendorong pembudi daya untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, sehingga peluang ekspor tetap terbuka dan bisa meningkat ke depannya," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ekspor Kerapu Berau Tembus 10 Ton per Bulan, Hong Kong Jadi Pasar Utama

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    23 April 2026 pukul 15:56 WITA

    Kepala Bidang Budi Daya Diskan Berau, Budiono. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat capaian ekspor ikan kerapu yang signifikan dengan total mencapai 149 ton per tahun. 

    Dalam aktivitas ekspor tersebut, Hong Kong menjadi salah satu pihak yang berperan dominan sebagai pasar, sekaligus distributor utama.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budi Daya, Budiono menjelaskan ekspor kerapu dilakukan secara rutin, termasuk pengiriman sekitar 10 ton setiap bulan ke Hong Kong.

    "Jadi nelayan itu memang ada transaksi langsung ke kapal Hong Kong dan itu ada kuotanya. Biasanya per bulan sekitar 10 ton mereka kirim," ujar Budiono.

    Ia menegaskan dari sisi produksi, ikan kerapu di Kabupaten Berau tidak mengalami penurunan. Namun kondisi pasar global justru menunjukkan tren penurunan.

    "Informasi terkait adanya penurunan itu tidak benar kalau dari sisi produksi. Secara produksi tidak, cuma dari pasarnya yang mengalami penurunan," jelasnya.

    Ia mengungkapkan pembatasan impor yang diterapkan oleh China menjadi salah satu penyebab menurunnya permintaan langsung dari negara tersebut. Ini juga membuat Hong Kong memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama distribusi.

    "Hong Kong juga memiliki akses dan kuota untuk mendistribusikan ke negara-negara selanjutnya. Mereka yang memegang kuota untuk mengambil hasil budi daya dan tangkapan dari kita," tuturnya.

    Selain Hong Kong, pasar ekspor kerapu dari Berau juga menjangkau wilayah Eropa dan China, menjadikan komoditas ini sebagai salah satu unggulan sektor perikanan daerah.

    Budiono pun menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas hasil budi daya agar mampu bersaing di pasar global meskipun terjadi dinamika permintaan.

    "Kami terus mendorong pembudi daya untuk menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, sehingga peluang ekspor tetap terbuka dan bisa meningkat ke depannya," tutupnya.

    (Sf/Lo)