Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan inklusif dengan mempersiapkan lahan seluas 5 hingga 7 hektare di kawasan Palaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang gagas oleh pemerintah pusat.
Tak hanya itu, baru-baru ini Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga turut menyiapkan lokasi alternatif yang representatif, yakni di eks Terminal Timbang Loa Janan Ilir.
“Alternatif utama tetap di Palaran. Tapi kita siapkan juga lahan eks terminal timbang sebagai pilihan kedua. Jadi nanti kalau tim pusat bertanya, kita sudah punya jawaban dan opsi,” ujar Andi Harun.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Samarinda sudah menyiapkan lahan sekitar 7 hektare di Palaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurut Andi Harun lahan yang berada tak jauh dari Stadion Palaran itu sangat layak. Ia pun memperkirakan pematangan lokasi akan selesai bulan April.
"Artinya, nanti posisinya sudah matang dan siap dibangun,” jelas Andi Harun.
Selain menyediakan lahan, Pemkot juga tengah menanti kedatangan tim dari pemerintah pusat yang dijadwalkan akan turun ke daerah setelah proses verifikasi dan validasi tingkat nasional selesai.
“Verifikasi nasional dilakukan di Jakarta pada 21–25 April, dan Samarinda kebagian jadwal di tanggal 21. Setelah itu tim pusat akan datang langsung ke sini,” jelasnya.
Tak hanya menyiapkan lahan, Pemkot juga aktif melakukan pematangan rencana pembangunan. Mulai dari perencanaan akses jalan menuju lokasi sekolah hingga peninjauan langsung ke lapangan seperti yang dilakukan pada Jumat (18/4/2025) lalu.
Meski baru akan dibangun, Sekolah Rakyat disebut bakal mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2025 ini. Sebanyak 100 murid untuk jenjang SMA dan SMP sudah dipersiapkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan bahwa para murid itu diambil berdasarkan data keluarga tidak mampu yang tercatat di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM).
"Kita ambil 50 SMP dan 50 SMA. Asalnya data base itu sudah ada di Dinsos makanya kami tidak rekrut dari luar, dan arahan dari kementerian seperti itu," jelas Asli.
Nantinya, para murid akan melangsungkan pembelajaran di gedung milik Yayasan Melati selagi menunggu pembangunan gedung Sekolah Rakyat rampung.
"Kebetulan Yayasan Melati punya asrama jadi kita kerjasama kan dulu, bisa dalam bentuk sewa nanti dibicarakan lebih lanjut" pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan inklusif dengan mempersiapkan lahan seluas 5 hingga 7 hektare di kawasan Palaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang gagas oleh pemerintah pusat.
Tak hanya itu, baru-baru ini Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga turut menyiapkan lokasi alternatif yang representatif, yakni di eks Terminal Timbang Loa Janan Ilir.
“Alternatif utama tetap di Palaran. Tapi kita siapkan juga lahan eks terminal timbang sebagai pilihan kedua. Jadi nanti kalau tim pusat bertanya, kita sudah punya jawaban dan opsi,” ujar Andi Harun.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Samarinda sudah menyiapkan lahan sekitar 7 hektare di Palaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurut Andi Harun lahan yang berada tak jauh dari Stadion Palaran itu sangat layak. Ia pun memperkirakan pematangan lokasi akan selesai bulan April.
"Artinya, nanti posisinya sudah matang dan siap dibangun,” jelas Andi Harun.
Selain menyediakan lahan, Pemkot juga tengah menanti kedatangan tim dari pemerintah pusat yang dijadwalkan akan turun ke daerah setelah proses verifikasi dan validasi tingkat nasional selesai.
“Verifikasi nasional dilakukan di Jakarta pada 21–25 April, dan Samarinda kebagian jadwal di tanggal 21. Setelah itu tim pusat akan datang langsung ke sini,” jelasnya.
Tak hanya menyiapkan lahan, Pemkot juga aktif melakukan pematangan rencana pembangunan. Mulai dari perencanaan akses jalan menuju lokasi sekolah hingga peninjauan langsung ke lapangan seperti yang dilakukan pada Jumat (18/4/2025) lalu.
Meski baru akan dibangun, Sekolah Rakyat disebut bakal mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2025 ini. Sebanyak 100 murid untuk jenjang SMA dan SMP sudah dipersiapkan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan bahwa para murid itu diambil berdasarkan data keluarga tidak mampu yang tercatat di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM).
"Kita ambil 50 SMP dan 50 SMA. Asalnya data base itu sudah ada di Dinsos makanya kami tidak rekrut dari luar, dan arahan dari kementerian seperti itu," jelas Asli.
Nantinya, para murid akan melangsungkan pembelajaran di gedung milik Yayasan Melati selagi menunggu pembangunan gedung Sekolah Rakyat rampung.
"Kebetulan Yayasan Melati punya asrama jadi kita kerjasama kan dulu, bisa dalam bentuk sewa nanti dibicarakan lebih lanjut" pungkasnya.
(Sf/Rs)