Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser pada 2025 berada di angka 3,61 persen.
Hal tersebut diketahui pada saat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Paser, Bayu Agung Prasetyo memberikan laporan terkait pertumbuhan ekonomi daerah kepada Bupati Paser, Fahmi Fadli.
Bayu menyebut jika membandingkan data dari BPS Paser dalam kurun dua tahun terakhir, ia optimis di 2026 pertumbuhan ekonomi akan tetap stabil di Bumi Daya Taka.
"Pertumbuhan ekonomi saat ini berada di angka 3,61 persen," katanya, Jumat (6/3/2026).
Namun demikian, dari data yang mereka miliki pada 2024 pertumbuhan ekonomi relatif lebih stabil dibandingkan 2025. Berkaca dari data tersebut pihaknya menyimpulkan pertumbuhan ekonomi di 2026 akan tetap stabil bahkan bisa lebih baik.
Substitusi sektor ekonomi di masyarakat juga banyak berpengaruh karena kini lebih fokus secara merata pada kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Bayu juga menyampaikan beberapa data dukung lain yang mengalami kenaikan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 75,13 persen menjadi 75,85 persen dan Indeks Rasio Gini dari 0,271 menjadi 0,273.
Pencapaian itu didukung dengan turunnya tingkat kemiskinan dan stabilnya angka pengangguran terbuka.
"Angka kemiskinan menurun dari 8,63 persen menjadi 8,13 persen. Sementara angka pengangguran terbuka berada di angka 4,62 persen di bawah Kaltim, yaitu 5,18 persen," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser pada 2025 berada di angka 3,61 persen.
Hal tersebut diketahui pada saat Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Paser, Bayu Agung Prasetyo memberikan laporan terkait pertumbuhan ekonomi daerah kepada Bupati Paser, Fahmi Fadli.
Bayu menyebut jika membandingkan data dari BPS Paser dalam kurun dua tahun terakhir, ia optimis di 2026 pertumbuhan ekonomi akan tetap stabil di Bumi Daya Taka.
"Pertumbuhan ekonomi saat ini berada di angka 3,61 persen," katanya, Jumat (6/3/2026).
Namun demikian, dari data yang mereka miliki pada 2024 pertumbuhan ekonomi relatif lebih stabil dibandingkan 2025. Berkaca dari data tersebut pihaknya menyimpulkan pertumbuhan ekonomi di 2026 akan tetap stabil bahkan bisa lebih baik.
Substitusi sektor ekonomi di masyarakat juga banyak berpengaruh karena kini lebih fokus secara merata pada kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Bayu juga menyampaikan beberapa data dukung lain yang mengalami kenaikan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 75,13 persen menjadi 75,85 persen dan Indeks Rasio Gini dari 0,271 menjadi 0,273.
Pencapaian itu didukung dengan turunnya tingkat kemiskinan dan stabilnya angka pengangguran terbuka.
"Angka kemiskinan menurun dari 8,63 persen menjadi 8,13 persen. Sementara angka pengangguran terbuka berada di angka 4,62 persen di bawah Kaltim, yaitu 5,18 persen," tutupnya.
(Sf/Lo)