Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin upacara HUT ke-27 Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pertumbuhan ekonomi Kota Bontang berbalik positif menjadi 3,21 persen pada 2025 setelah mengalami kontraksi sebesar 2,51 persen pada 2024.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bontang di halaman Kantor Wali Kota, Senin (12/10/2026).
Di tengah kondisi defisit anggaran, Pemerintah Kota Bontang mengusung tema Bontang Berbenah, Bertumbuh dan Berdampak sebagai arah pembangunan daerah.
Neni mengatakan, pembenahan dilakukan pada sejumlah sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), hingga perekonomian.
“Pemerintah daerah berupaya mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mendorong profesionalitas dan kinerja aparatur,” ujar Neni.
Selain pertumbuhan ekonomi, Bontang mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,04 pada 2025. Angka tersebut berada di atas IPM Kalimantan Timur yang mencapai 79,39 dan nasional sebesar 75,90.
Sementara itu, persentase penduduk miskin di Bontang turun dari 4,67 persen pada 2018 menjadi 3,21 persen pada 2025.
Memasuki 2026, pemerintah kota juga menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Namun, capaian tersebut belum disertai rincian lebih lanjut mengenai dampaknya terhadap kualitas layanan maupun kondisi ekonomi masyarakat.
Neni mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan kota yang dikenal sebagai pusat industri dan jasa tersebut. Ia juga menyebut Bontang perlu memperkuat posisinya sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Mari bersama kita berbenah, bersama kita bertumbuh dan bersama kita hadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan Kota Bontang yang kita cintai,” ujarnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin upacara HUT ke-27 Kota Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pertumbuhan ekonomi Kota Bontang berbalik positif menjadi 3,21 persen pada 2025 setelah mengalami kontraksi sebesar 2,51 persen pada 2024.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bontang di halaman Kantor Wali Kota, Senin (12/10/2026).
Di tengah kondisi defisit anggaran, Pemerintah Kota Bontang mengusung tema Bontang Berbenah, Bertumbuh dan Berdampak sebagai arah pembangunan daerah.
Neni mengatakan, pembenahan dilakukan pada sejumlah sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), hingga perekonomian.
“Pemerintah daerah berupaya mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mendorong profesionalitas dan kinerja aparatur,” ujar Neni.
Selain pertumbuhan ekonomi, Bontang mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,04 pada 2025. Angka tersebut berada di atas IPM Kalimantan Timur yang mencapai 79,39 dan nasional sebesar 75,90.
Sementara itu, persentase penduduk miskin di Bontang turun dari 4,67 persen pada 2018 menjadi 3,21 persen pada 2025.
Memasuki 2026, pemerintah kota juga menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Namun, capaian tersebut belum disertai rincian lebih lanjut mengenai dampaknya terhadap kualitas layanan maupun kondisi ekonomi masyarakat.
Neni mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan kota yang dikenal sebagai pusat industri dan jasa tersebut. Ia juga menyebut Bontang perlu memperkuat posisinya sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Mari bersama kita berbenah, bersama kita bertumbuh dan bersama kita hadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan Kota Bontang yang kita cintai,” ujarnya.
(Sf/Lo)