Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Efisiensi anggaran membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mengurangi volume sejumlah program. Salah satunya bantuan seragam sekolah yang kini diprioritaskan untuk siswa baru.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan program tetap dijalankan meski volume kegiatannya dikurangi. “Semua program tetap berjalan. Hanya mungkin volume yang kita kurangi,” ujar Mulyono.
Ia mencontohkan bantuan seragam sekolah. Jika sebelumnya bantuan diberikan kepada seluruh siswa, kini penerimanya diprioritaskan untuk siswa baru.“Kalau kemarin semua siswa, sekarang mungkin kita persempit untuk siswa yang baru saja,” katanya.
Meski volume program dikurangi, Mulyono menyebut empat indikator kinerja Disdikbud tetap dijalankan. Salah satunya pemenuhan 15 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang ditetapkan kementerian.
“Kita usahakan pemenuhan itu. Kita capai targetnya, habis itu kita lampaui,” jelasnya.
Selain SPM, Disdikbud tetap menargetkan peningkatan rapor pendidikan, akreditasi sekolah, serta pencapaian program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.
Menurut Mulyono, efisiensi anggaran memang berpengaruh terhadap pelaksanaan program, tetapi pengurangannya dilakukan pada volume kegiatan.
“Efisiensi memang berpengaruh, tapi secara umum itu masih berjalan di kita. Hanya mungkin volume saja yang kita kurangi, tapi program-program itu berjalan semuanya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Efisiensi anggaran membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) mengurangi volume sejumlah program. Salah satunya bantuan seragam sekolah yang kini diprioritaskan untuk siswa baru.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan program tetap dijalankan meski volume kegiatannya dikurangi. “Semua program tetap berjalan. Hanya mungkin volume yang kita kurangi,” ujar Mulyono.
Ia mencontohkan bantuan seragam sekolah. Jika sebelumnya bantuan diberikan kepada seluruh siswa, kini penerimanya diprioritaskan untuk siswa baru.“Kalau kemarin semua siswa, sekarang mungkin kita persempit untuk siswa yang baru saja,” katanya.
Meski volume program dikurangi, Mulyono menyebut empat indikator kinerja Disdikbud tetap dijalankan. Salah satunya pemenuhan 15 Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang ditetapkan kementerian.
“Kita usahakan pemenuhan itu. Kita capai targetnya, habis itu kita lampaui,” jelasnya.
Selain SPM, Disdikbud tetap menargetkan peningkatan rapor pendidikan, akreditasi sekolah, serta pencapaian program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim.
Menurut Mulyono, efisiensi anggaran memang berpengaruh terhadap pelaksanaan program, tetapi pengurangannya dilakukan pada volume kegiatan.
“Efisiensi memang berpengaruh, tapi secara umum itu masih berjalan di kita. Hanya mungkin volume saja yang kita kurangi, tapi program-program itu berjalan semuanya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)