Seputar Kaltim

    Efisiensi Anggaran Bikin Pembangunan Teras Samarinda Tahap Tiga Tertunda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 Februari 2025 pukul 18:27 WITA

    Pembangunan Teras Samarinda tahap dua menuju ke Pelabuhan Pelindo yang belum selesai dibangun, Jumat (21/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan adanya efek dari efisiensi anggaran terhadap pembangunan Teras Samarinda. 

    Ia menyebut adanya penundaan pembangunan Teras Samarinda tahap tiga yang sebelumnya direncanakan menuju Teluk Lerong seiring dengan diambil adanya kebijakan efisiensi anggaran. 

    Andi Harun, menyebutkan bahwa tahun ini Pemkot hanya fokus pada pembangunan satu titik, yakni kawasna tahap dua yang mengarah ke Pelabuhan Pelindo.

    “Tadinya kita rencanakan dua titik, satu menuju Pelabuhan Pelindo, satu lagi ke arah Teluk Lerong. Tapi untuk tahun ini, kita hanya fokus pada satu titik dulu,” ujar Andi Harun.

    Langkah ini kata dia, diambil untuk memastikan pembangunan tetap berlanjut meskipun anggaran mengalami efisiensi. Pria yang akrab disapa AH itu menjelaskan bahwa proyek ini tetap menjadi prioritas karena berkontribusi dalam mempercantik kawasan tepi Sungai Mahakam dan meningkatkan fasilitas publik bagi warga Samarinda.

    “Kita ingin agar proyek ini tuntas secara bertahap tanpa mengorbankan program prioritas lainnya,” tegasnya.

    Meskipun ada efisiensi anggaran, AH memastikan proyek infrastruktur penting lainnya tetap berjalan. Salah satunya adalah penanggulangan banjir dengan pembangunan kolam retensi di wilayah Desa Budaya Pampang dan Sungai Siring, yang tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp30 miliar.

    Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan hati-hati agar tidak menghambat pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. 

    Dengan strategi ini, ia meyakini Pemkot tetap bisa mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran.

    “Visi dan misi kita adalah pembangunan yang pro terhadap masyarakat. Jadi, kita pastikan proyek infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan tetap berjalan,” pungkas AH.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Efisiensi Anggaran Bikin Pembangunan Teras Samarinda Tahap Tiga Tertunda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    21 Februari 2025 pukul 18:27 WITA

    Pembangunan Teras Samarinda tahap dua menuju ke Pelabuhan Pelindo yang belum selesai dibangun, Jumat (21/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan adanya efek dari efisiensi anggaran terhadap pembangunan Teras Samarinda. 

    Ia menyebut adanya penundaan pembangunan Teras Samarinda tahap tiga yang sebelumnya direncanakan menuju Teluk Lerong seiring dengan diambil adanya kebijakan efisiensi anggaran. 

    Andi Harun, menyebutkan bahwa tahun ini Pemkot hanya fokus pada pembangunan satu titik, yakni kawasna tahap dua yang mengarah ke Pelabuhan Pelindo.

    “Tadinya kita rencanakan dua titik, satu menuju Pelabuhan Pelindo, satu lagi ke arah Teluk Lerong. Tapi untuk tahun ini, kita hanya fokus pada satu titik dulu,” ujar Andi Harun.

    Langkah ini kata dia, diambil untuk memastikan pembangunan tetap berlanjut meskipun anggaran mengalami efisiensi. Pria yang akrab disapa AH itu menjelaskan bahwa proyek ini tetap menjadi prioritas karena berkontribusi dalam mempercantik kawasan tepi Sungai Mahakam dan meningkatkan fasilitas publik bagi warga Samarinda.

    “Kita ingin agar proyek ini tuntas secara bertahap tanpa mengorbankan program prioritas lainnya,” tegasnya.

    Meskipun ada efisiensi anggaran, AH memastikan proyek infrastruktur penting lainnya tetap berjalan. Salah satunya adalah penanggulangan banjir dengan pembangunan kolam retensi di wilayah Desa Budaya Pampang dan Sungai Siring, yang tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp30 miliar.

    Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran dilakukan dengan hati-hati agar tidak menghambat pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. 

    Dengan strategi ini, ia meyakini Pemkot tetap bisa mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tengah keterbatasan anggaran.

    “Visi dan misi kita adalah pembangunan yang pro terhadap masyarakat. Jadi, kita pastikan proyek infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan tetap berjalan,” pungkas AH.

    (Sf/Rs)