Seputar Kaltim

    Efek IKN, Penduduk PPU Terus Bertambah hingga 203 Ribu Jiwa

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    15 Oktober 2025 pukul 19:12 WITA

    Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) turut memicu pertumbuhan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir.

    Berdasarkan data yang dihimpun Disdukcapil PPU, tercatat jumlah populasi pada 2023 mencapai 196.500 jiwa. 

    Angka itu mengalami peningkatan pada 2024 menjadi 199.600 jiwa dan kembali naik pada semester I 2025 mencapai 203.661 jiwa.

    Meningkatnya jumlah penduduk ini didominasi para pendatang dari berbagai daerah di luar Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki tujuan untuk mencari peluang kerja di PPU.

    Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo mengatakan peningkatan jumlah penduduk justru lebih berpusat di Penajam dari pada Sepaku yang secara geografis berdekatan langsung dengan IKN.

    “Penambahan jumlah penduduk justru lebih ke Penajam dibandingkan Sepaku,” ucap Waluyo, Rabu (15/10/2025).

    Apabila dirincikan jumlah penduduk di setiap kecamatan, sebanyak 99.233 jiwa berdomisili di Penajam, Babulu 40.900 jiwa, Waru 21.550 jiwa dan Sepaku 41.956 jiwa.

    Waluyo menyampaikan ada sebagian besar pendatang, khusus pekerja IKN yang belum berpindah domisili secara resmi karena hanya bersifat menetap untuk sementara waktu.

    “Masih non-permanen karena kemungkinan mereka akan kembali ke tempat asalnya setelah proyek IKN selesai,” jelasnya.

    Pertumbuhan jumlah penduduk ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap daerah, baik secara ekonomi maupun sosial.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Efek IKN, Penduduk PPU Terus Bertambah hingga 203 Ribu Jiwa

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    15 Oktober 2025 pukul 19:12 WITA

    Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) turut memicu pertumbuhan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir.

    Berdasarkan data yang dihimpun Disdukcapil PPU, tercatat jumlah populasi pada 2023 mencapai 196.500 jiwa. 

    Angka itu mengalami peningkatan pada 2024 menjadi 199.600 jiwa dan kembali naik pada semester I 2025 mencapai 203.661 jiwa.

    Meningkatnya jumlah penduduk ini didominasi para pendatang dari berbagai daerah di luar Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki tujuan untuk mencari peluang kerja di PPU.

    Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo mengatakan peningkatan jumlah penduduk justru lebih berpusat di Penajam dari pada Sepaku yang secara geografis berdekatan langsung dengan IKN.

    “Penambahan jumlah penduduk justru lebih ke Penajam dibandingkan Sepaku,” ucap Waluyo, Rabu (15/10/2025).

    Apabila dirincikan jumlah penduduk di setiap kecamatan, sebanyak 99.233 jiwa berdomisili di Penajam, Babulu 40.900 jiwa, Waru 21.550 jiwa dan Sepaku 41.956 jiwa.

    Waluyo menyampaikan ada sebagian besar pendatang, khusus pekerja IKN yang belum berpindah domisili secara resmi karena hanya bersifat menetap untuk sementara waktu.

    “Masih non-permanen karena kemungkinan mereka akan kembali ke tempat asalnya setelah proyek IKN selesai,” jelasnya.

    Pertumbuhan jumlah penduduk ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap daerah, baik secara ekonomi maupun sosial.

    (Sf/Lo)