Seputar Kaltim

    Edukasi CBP Rupiah di Balikpapan Catat Rekor MURI, Libatkan 500 Sekolah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi (kanan) saat menerims penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan menggelar edukasi massal Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada ekosistem pendidikan di Balikpapan.

    Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 sekolah, 3.000 guru dan 50.000 siswa, serta berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

    Kegiatan edukasi dilakukan secara hybrid (daring dan luring) dan menyasar seluruh lapisan pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga siswa jenjang TK/PAUD hingga SMP. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi.

    “Edukasi ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan lima buku bahan ajar CBP Rupiah yang telah dirancang untuk jenjang pendidikan tersebut,” ucap Robi kepada awak media, Selasa (7/10/2025).

    Robi menjelaskan, bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal integrasi nilai-nilai CBP Rupiah ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis.

    “Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat literasi masyarakat, khususnya di dunia pendidikan, mengenai pentingnya memahami dan memperlakukan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan alat pembayaran yang sah,” ujarnya.

    MURI memberikan penghargaan atas pencapaian ini dengan mencatatnya sebagai Edukasi CBP Rupiah Secara Hybrid kepada sekolah terbanyak. Apresiasi juga diberikan kepada para guru penulis yang telah berkontribusi menyusun buku ajar CBP Rupiah.

    Dalam kegiatan tersebut, narasumber menyampaikan makna tiga pilar utama gerakan CBP Rupiah, yakni Cinta Rupiah, dengan mengenali dan memperlakukan uang dengan baik melalui prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dibasahi).

    “Lalu Bangga Rupiah, dengan mendorong penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi sebagai simbol kedaulatan bangsa. Serta Paham Rupiah, yang menanamkan kesadaran akan peran strategis Rupiah dalam perekonomian melalui perilaku belanja bijak dan hemat,” tambahnya.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan literasi keuangan sejak dini di lingkungan pendidikan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Edukasi CBP Rupiah di Balikpapan Catat Rekor MURI, Libatkan 500 Sekolah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi (kanan) saat menerims penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan menggelar edukasi massal Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada ekosistem pendidikan di Balikpapan.

    Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 sekolah, 3.000 guru dan 50.000 siswa, serta berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

    Kegiatan edukasi dilakukan secara hybrid (daring dan luring) dan menyasar seluruh lapisan pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga siswa jenjang TK/PAUD hingga SMP. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi.

    “Edukasi ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan lima buku bahan ajar CBP Rupiah yang telah dirancang untuk jenjang pendidikan tersebut,” ucap Robi kepada awak media, Selasa (7/10/2025).

    Robi menjelaskan, bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal integrasi nilai-nilai CBP Rupiah ke dalam kurikulum sekolah secara sistematis.

    “Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat literasi masyarakat, khususnya di dunia pendidikan, mengenai pentingnya memahami dan memperlakukan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan alat pembayaran yang sah,” ujarnya.

    MURI memberikan penghargaan atas pencapaian ini dengan mencatatnya sebagai Edukasi CBP Rupiah Secara Hybrid kepada sekolah terbanyak. Apresiasi juga diberikan kepada para guru penulis yang telah berkontribusi menyusun buku ajar CBP Rupiah.

    Dalam kegiatan tersebut, narasumber menyampaikan makna tiga pilar utama gerakan CBP Rupiah, yakni Cinta Rupiah, dengan mengenali dan memperlakukan uang dengan baik melalui prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dibasahi).

    “Lalu Bangga Rupiah, dengan mendorong penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi sebagai simbol kedaulatan bangsa. Serta Paham Rupiah, yang menanamkan kesadaran akan peran strategis Rupiah dalam perekonomian melalui perilaku belanja bijak dan hemat,” tambahnya.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan literasi keuangan sejak dini di lingkungan pendidikan.

    (Sf/Rs)