Seputar Kaltim

    Edi-Rendi Optimis RS Muara Badak Bakal Beroperasi di Akhir 2024 Ini

    Redaktur:Buniyamin
    07 Mei 2024 pukul 19:21 WITA

    Bupati Kukar, Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. (Istimewa)

    Tenggarong - Masyarakat di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke Samarinda, Bontang atau ke Tenggarong untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

    Sebab di akhir 2024 ini Rumah Sakit (RS) Muara Badak ditargetkan sudah dapat dioperasikan untuk melayani masyarakat.

    Pembangunan RS Muara Badak telah dimulai sejak 10 Juli 2023, dengan peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kukar, Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.

    Dalam pembangunannya, terdapat dua instansi yang memiliki peran penting, yakni Dinkes dan Dinas PU Kukar.

    Dinkes Kukar menyiapkan teknik analisis (feasibility study), Detail Engineering Design (DED) dan pembuatan master plan-nya. 

    Sementara Dinas PU Kukar yang akan melakukan pengerjaan fisiknya. Total 100 lebih tempat tidur yang akan disiapkan, untuk rumah sakit bertipe C ini. 

    Selain itu, RS Muara Badak ditunjang dengan ruang UGD, ruang rawat jalan, ruang rawat inap, ruang radiologi, ruang laboratorium, ruang intensif dan ruang operasi.

    RS Muara Badak dibangun di lahan seluas 2,5 Hektare (Ha), dari total lahan yang ada seluas 7,5 ha. 

    Edi Damansyah mengungkapkan, rumah sakit ini menjadi salah satu harapan masyarakat Kecamatan Muara Badak, Marangkayu dan sekitarnya.

    Sebab, selama ini masyarakat harus ke Samarinda ataupun Bontang untuk bisa berobat. 

    Untuk itu, Edi menginginkan Dinas PU Kukar bisa mengerjakan pembangunan rumah sakit ini dengan sebaik-baiknya.

    Sebab, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 63,2 miliar dengan melibatkan lima perusahaan, mulai dari penyedia jasa, pengawas konsultan dan konsultan perencanaannya.

    “Untuk itu, saya minta Dinas PU, jajaran kontraktor yang sudah mendapatkan kepercayaan ini agar melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya,” ucap Edi Damansyah.

    Rendi Solihin juga optimis RS Muara Badak dapat segera diresmikan dan dapat difungsikan pada akhir 2024 mendatang.

    Rendi bersama instansi terkait telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan RS Muara Badak.

    Ia menilai progres pengerjaan berjalan positif tanpa ada hambatan berarti. “Mungkin kalau estimasi sekitar Agustus sampai November, kemungkinan kita sudah bisa melakukan peresmian,” ucap Rendi.

    “Rumah sakit ini sudah on the track pembangunannya, dari beberapa pembangunan di Kukar untuk tahun 2023-2024, rumah sakit Muara Badak ini salah satu pengerjaannya cukup baik,” sambungnya.

    Kata Rendi, hal yang tidak kalah penting selain pembangunan fisifk adalah sarana dan prasarana dan fasilitas penunjang operasional, baik dari segi peralatan kesehatan hingga Sumber Daya Manusianya (SDM).

    “Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah SDM-nya, seperti dokter spesialis dan beberapa dokter sudah ditraining 'kan di beberapa rumah sakit, baik di AM Parikesit Tenggarong, Kota Bangun dan Samboja,” pungkasnya.

    (*)

    Seputar Kaltim

    Edi-Rendi Optimis RS Muara Badak Bakal Beroperasi di Akhir 2024 Ini

    Redaktur:Buniyamin
    07 Mei 2024 pukul 19:21 WITA

    Bupati Kukar, Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. (Istimewa)

    Tenggarong - Masyarakat di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke Samarinda, Bontang atau ke Tenggarong untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

    Sebab di akhir 2024 ini Rumah Sakit (RS) Muara Badak ditargetkan sudah dapat dioperasikan untuk melayani masyarakat.

    Pembangunan RS Muara Badak telah dimulai sejak 10 Juli 2023, dengan peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kukar, Edi Damansyah didampingi Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.

    Dalam pembangunannya, terdapat dua instansi yang memiliki peran penting, yakni Dinkes dan Dinas PU Kukar.

    Dinkes Kukar menyiapkan teknik analisis (feasibility study), Detail Engineering Design (DED) dan pembuatan master plan-nya. 

    Sementara Dinas PU Kukar yang akan melakukan pengerjaan fisiknya. Total 100 lebih tempat tidur yang akan disiapkan, untuk rumah sakit bertipe C ini. 

    Selain itu, RS Muara Badak ditunjang dengan ruang UGD, ruang rawat jalan, ruang rawat inap, ruang radiologi, ruang laboratorium, ruang intensif dan ruang operasi.

    RS Muara Badak dibangun di lahan seluas 2,5 Hektare (Ha), dari total lahan yang ada seluas 7,5 ha. 

    Edi Damansyah mengungkapkan, rumah sakit ini menjadi salah satu harapan masyarakat Kecamatan Muara Badak, Marangkayu dan sekitarnya.

    Sebab, selama ini masyarakat harus ke Samarinda ataupun Bontang untuk bisa berobat. 

    Untuk itu, Edi menginginkan Dinas PU Kukar bisa mengerjakan pembangunan rumah sakit ini dengan sebaik-baiknya.

    Sebab, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 63,2 miliar dengan melibatkan lima perusahaan, mulai dari penyedia jasa, pengawas konsultan dan konsultan perencanaannya.

    “Untuk itu, saya minta Dinas PU, jajaran kontraktor yang sudah mendapatkan kepercayaan ini agar melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya,” ucap Edi Damansyah.

    Rendi Solihin juga optimis RS Muara Badak dapat segera diresmikan dan dapat difungsikan pada akhir 2024 mendatang.

    Rendi bersama instansi terkait telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan RS Muara Badak.

    Ia menilai progres pengerjaan berjalan positif tanpa ada hambatan berarti. “Mungkin kalau estimasi sekitar Agustus sampai November, kemungkinan kita sudah bisa melakukan peresmian,” ucap Rendi.

    “Rumah sakit ini sudah on the track pembangunannya, dari beberapa pembangunan di Kukar untuk tahun 2023-2024, rumah sakit Muara Badak ini salah satu pengerjaannya cukup baik,” sambungnya.

    Kata Rendi, hal yang tidak kalah penting selain pembangunan fisifk adalah sarana dan prasarana dan fasilitas penunjang operasional, baik dari segi peralatan kesehatan hingga Sumber Daya Manusianya (SDM).

    “Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah SDM-nya, seperti dokter spesialis dan beberapa dokter sudah ditraining 'kan di beberapa rumah sakit, baik di AM Parikesit Tenggarong, Kota Bangun dan Samboja,” pungkasnya.

    (*)