Seputar Kaltim

    Edi-Rendi Dinilai Berhasil Berdayakan Pelaku Usaha dan Nelayan di Kukar

    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Tenggarong - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin didapuk sebagai Tokoh Inspiratif karena dinilai berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat di sektor perikanan, khususnya untuk neyalan.

    Trophy penghargaan diterima langsung oleh Rendi Solihin pada malam "Anugerah Inspiratif Liputan6.com" di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

    Rendi Solihin meraih penghargaan dalam kategori Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nelayan. Penghargaan tersebut semakin menegaskan program-program Pemerintah Kabupaten Kukar, tepat sasaran dan menimbulkan banyak manfaat bagi masyarakat.

    Sejumlah program yang telah dirasakan masyarakat, khususnya nelayan. Antara lain program fasilitasi bantuan mesin dan alat tangkap untuk 25.000 nelatan dan infrastruktur pendukung penangkapan ikan.

    Menyalurkan alat tangkap ramah lingkungan kepada 400 orang nelayan dan pembudi daya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa Bimtek dan pelatihan yang telah dilakukan sebanyak 7.173 kali.

    Dalam sambutannya, Rendi Solihin mempersembahkan penghargaan tersebut untuk ribuan nelayan di Kukar.

    Ia menilai, Kukar kini tidak hanya dikenal sebagai kabupaten kaya penghasil minyak, gas dan batubara, tapi juga bisa berdaya saing di sektor perikanan dan pertanian.

    "Kalau selama ini Kukar dikenal sebagai kabupaten kaya karena sektor migas dan batu bara, kali ini kami buktikan bahwa Kukar juga bisa dikenal dan berprestasi di sektor pertanian dan perikanan," ucap Rendi.

    Lebih lanjut, Rendi menjelaskan Kukar memiliki berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) di sektor perikananyang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

    Beberapa potensi di sektor perikanan, meliputi panjang garis pantai 1.600 Km, 29 danau seluas kurang lebih 29.000 Hektare (Ha), embung seluas 250 Ha, tambak seluas 76.672 Ha hingga wilayah Delta Mahakam seluas 108.000 Ha.

    "Selain itu, kami menjadi penyuplai ikan untuk Kalimantan Timur (Kaltim), kemudian untuk beberapa daerah di Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa," tuturnya.

    Selain di sektor perikanan, 51 persen padi di Kaltim berasal dari Kukar. Bahkan Kukar telah bersiap menjadi lumbung pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Kami terus berbenah, ke depannya Kukar bisa topang dari sektor pertanian, dan tidak lagi bertumpu pada hasil migas, serta batu bara," pungkasnya.

    (sf/by)

    Seputar Kaltim

    Edi-Rendi Dinilai Berhasil Berdayakan Pelaku Usaha dan Nelayan di Kukar

    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Tenggarong - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin didapuk sebagai Tokoh Inspiratif karena dinilai berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat di sektor perikanan, khususnya untuk neyalan.

    Trophy penghargaan diterima langsung oleh Rendi Solihin pada malam "Anugerah Inspiratif Liputan6.com" di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (31/7/2024).

    Rendi Solihin meraih penghargaan dalam kategori Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nelayan. Penghargaan tersebut semakin menegaskan program-program Pemerintah Kabupaten Kukar, tepat sasaran dan menimbulkan banyak manfaat bagi masyarakat.

    Sejumlah program yang telah dirasakan masyarakat, khususnya nelayan. Antara lain program fasilitasi bantuan mesin dan alat tangkap untuk 25.000 nelatan dan infrastruktur pendukung penangkapan ikan.

    Menyalurkan alat tangkap ramah lingkungan kepada 400 orang nelayan dan pembudi daya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa Bimtek dan pelatihan yang telah dilakukan sebanyak 7.173 kali.

    Dalam sambutannya, Rendi Solihin mempersembahkan penghargaan tersebut untuk ribuan nelayan di Kukar.

    Ia menilai, Kukar kini tidak hanya dikenal sebagai kabupaten kaya penghasil minyak, gas dan batubara, tapi juga bisa berdaya saing di sektor perikanan dan pertanian.

    "Kalau selama ini Kukar dikenal sebagai kabupaten kaya karena sektor migas dan batu bara, kali ini kami buktikan bahwa Kukar juga bisa dikenal dan berprestasi di sektor pertanian dan perikanan," ucap Rendi.

    Lebih lanjut, Rendi menjelaskan Kukar memiliki berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) di sektor perikananyang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.

    Beberapa potensi di sektor perikanan, meliputi panjang garis pantai 1.600 Km, 29 danau seluas kurang lebih 29.000 Hektare (Ha), embung seluas 250 Ha, tambak seluas 76.672 Ha hingga wilayah Delta Mahakam seluas 108.000 Ha.

    "Selain itu, kami menjadi penyuplai ikan untuk Kalimantan Timur (Kaltim), kemudian untuk beberapa daerah di Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa," tuturnya.

    Selain di sektor perikanan, 51 persen padi di Kaltim berasal dari Kukar. Bahkan Kukar telah bersiap menjadi lumbung pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

    "Kami terus berbenah, ke depannya Kukar bisa topang dari sektor pertanian, dan tidak lagi bertumpu pada hasil migas, serta batu bara," pungkasnya.

    (sf/by)