Cari disini...
Seputar Kaltim
Pembangunan Teras Samarinda segmen satu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Desy Damayanti menyatakan bahwa dalam pembangunan Teras Samarinda yang berada di tepi Sungai Mahakam itu tidak menyediakan tempat parkir.
Ia menegaskan bahwa dalam konsep dari perencanaan tata ruang yang menggambarkan keseluruhan proyek yang dijalankan mengusung konsep kawasan.
“Dalam master plannya memang tidak ada parkiran, itu konsepnya kawasan,” tegas Desy belum lama ini.
Lebih lanjut, saat ini pengerjaan proyek itu telah memasuki tahap dua. Di mana wilayah pengerjaan itu melanjutkan pekerjaan sebelumnya yang akan dilakukan dari depan Kantor Gubernur Kaltim hingga wilayah Masjid Raya Darussalam.
Meski pengerjaan tahap dua sudah mulai dikerjakan, namun hingga pekan ketiga bulan Juni 2024 ini pengerjaann tahap satu masih belum rampung setelah mengalami beberapa kali kemunduran dari target pengerjaan.
“Teras Samarinda di bulan Juni ini selesainya, dan itu juga bukan pengerjaan tahun ini, kelanjutan tahun lalu. Kita berharap bulan ini selesai,” ungkapnya.
Pada pengerjaan tahap dua itu, akan ada pemasangan turap di kawasan para pedagang buah yang berada di sekitar Pelabuhan Pasar Pagi.
“Di tahap dua kami memang akan memasang turap di tempat yang ada di posisi para pedagang yang di sana,” bebernya.
Sementara itu Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Didi Zulyani juga menyampaikan memang tidak ada lahan parkir yang disediakan dalam pembangunan tersebut.
Jika memang konsep yang dibangun tidak menyediakan lahan parkir di dekat kawasan itu, maka masyarakat harus merubah pola kebiasaannya. Ia ingin masyarakat terbiasa dengan pola hidup berjalan kaki.
“Kalau kami, misal tidak ada lahan parkirnya, ya kita harus mengubah kebiasaan. Sebenarnya masyarakat samarinda perlu dibiasakan jalan kaki,” ungkap Didi, Minggu (23/6/2024).
Misal masyarakat pergi ke suatu tempat yang tempat parkirnya berada cukup jauh dari tempat tujuan, ia ingin masyarakat tetap tertib parkir pada tempat yang memang sudah disediakan.
“Di luar negeri sana, mayoritas dari mereka itu jalan kaki. Tapi memang fasilitas umumnya sudah mencukupi, seperti kendaraan umumnya. Nah kita mau beranjak ke sana,” imbuhnya.
Ia berharap, ketika Teras Samarinda sudah bisa dikunjungi, nantinya masyarakat bisa lebih tertib terhadap parkir agar tidak memicu adanya juru parkir liar.
“Dishub juga sedangh mencari kantong-kantong parkir yang sekiranya bisa mengakomodir masyarakat yang akan berkunjung ke sana nanti,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pembangunan Teras Samarinda segmen satu. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Desy Damayanti menyatakan bahwa dalam pembangunan Teras Samarinda yang berada di tepi Sungai Mahakam itu tidak menyediakan tempat parkir.
Ia menegaskan bahwa dalam konsep dari perencanaan tata ruang yang menggambarkan keseluruhan proyek yang dijalankan mengusung konsep kawasan.
“Dalam master plannya memang tidak ada parkiran, itu konsepnya kawasan,” tegas Desy belum lama ini.
Lebih lanjut, saat ini pengerjaan proyek itu telah memasuki tahap dua. Di mana wilayah pengerjaan itu melanjutkan pekerjaan sebelumnya yang akan dilakukan dari depan Kantor Gubernur Kaltim hingga wilayah Masjid Raya Darussalam.
Meski pengerjaan tahap dua sudah mulai dikerjakan, namun hingga pekan ketiga bulan Juni 2024 ini pengerjaann tahap satu masih belum rampung setelah mengalami beberapa kali kemunduran dari target pengerjaan.
“Teras Samarinda di bulan Juni ini selesainya, dan itu juga bukan pengerjaan tahun ini, kelanjutan tahun lalu. Kita berharap bulan ini selesai,” ungkapnya.
Pada pengerjaan tahap dua itu, akan ada pemasangan turap di kawasan para pedagang buah yang berada di sekitar Pelabuhan Pasar Pagi.
“Di tahap dua kami memang akan memasang turap di tempat yang ada di posisi para pedagang yang di sana,” bebernya.
Sementara itu Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Didi Zulyani juga menyampaikan memang tidak ada lahan parkir yang disediakan dalam pembangunan tersebut.
Jika memang konsep yang dibangun tidak menyediakan lahan parkir di dekat kawasan itu, maka masyarakat harus merubah pola kebiasaannya. Ia ingin masyarakat terbiasa dengan pola hidup berjalan kaki.
“Kalau kami, misal tidak ada lahan parkirnya, ya kita harus mengubah kebiasaan. Sebenarnya masyarakat samarinda perlu dibiasakan jalan kaki,” ungkap Didi, Minggu (23/6/2024).
Misal masyarakat pergi ke suatu tempat yang tempat parkirnya berada cukup jauh dari tempat tujuan, ia ingin masyarakat tetap tertib parkir pada tempat yang memang sudah disediakan.
“Di luar negeri sana, mayoritas dari mereka itu jalan kaki. Tapi memang fasilitas umumnya sudah mencukupi, seperti kendaraan umumnya. Nah kita mau beranjak ke sana,” imbuhnya.
Ia berharap, ketika Teras Samarinda sudah bisa dikunjungi, nantinya masyarakat bisa lebih tertib terhadap parkir agar tidak memicu adanya juru parkir liar.
“Dishub juga sedangh mencari kantong-kantong parkir yang sekiranya bisa mengakomodir masyarakat yang akan berkunjung ke sana nanti,” pungkasnya.
(Sf/Rs)