Seputar Kaltim

    Dukung UMKM, Pemkot Minta Pusat Perbelanjaan Sediakan Ruang Produk Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo minta swalayan maupun minimarket bisa menyiapkan tempat khusus untuk produk UMKM lokal. (Foto : Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan monitoring lapangan untuk memastikan ketersediaan dan keamanan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Selasa (2/12/2025). 

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, di empat lokasi berbeda, mulai dari toko kelas menengah di Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, hingga Hypermart Pentacity.

    Bagus mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan penjualan produk sesuai aturan, baik dari segi keamanan, kualitas, maupun masa kedaluwarsa. Ia menegaskan seluruh lokasi yang dikunjungi telah mematuhi ketentuan, termasuk menjual produk yang masih layak konsumsi.

    “Beberapa tempat juga sudah menyediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal. Kemasannya cukup baik. Namun, ada beberapa swalayan menengah yang kemasannya kurang baik. Kami minta BPOM mengecek, apakah benar masa simpan produk tersebut hanya enam bulan,” ucap Wawali Balikpapan usai kegiatan.

    Ia juga mengingatkan terkait penanganan daging ayam dan sapi beku yang hanya boleh dipasarkan dalam waktu dua hingga tiga hari sebelum dimusnahkan jika tidak terjual.

    Dari hasil pemantauan, ia menyebut stok kebutuhan pokok aman dan masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman. Ketersediaan barang yang mencukupi dinilai dapat mencegah lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

    “Biasanya harga naik karena permintaan tinggi, sementara persediaan kurang. Tapi kalau stok di pasar tradisional maupun swalayan modern aman, tentu tidak akan terjadi kekurangan. Harga juga masih cukup wajar,” jelasnya.

    Terkait temuan di lapangan, Dirinya mengatakan beberapa toko sudah menyiapkan tempat khusus untuk produk rumah tangga dan UMKM, meski ada lokasi lain yang masih perlu pembenahan. Ia menegaskan, keberadaan UMKM harus diberdayakan agar roda ekonomi masyarakat bergerak.

    Sebagai catatan tambahan, ditemukan salah satu toko sembako yang meletakkan beras langsung di lantai. Menurutnya, seharusnya beras diletakkan di atas palet agar tidak terkontaminasi cairan atau bahan berbahaya lainnya. Ia memastikan temuan ini akan ditindaklanjuti.

    “Hal-hal seperti ini penting diperhatikan demi keamanan konsumen,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dukung UMKM, Pemkot Minta Pusat Perbelanjaan Sediakan Ruang Produk Lokal

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo minta swalayan maupun minimarket bisa menyiapkan tempat khusus untuk produk UMKM lokal. (Foto : Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan monitoring lapangan untuk memastikan ketersediaan dan keamanan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Selasa (2/12/2025). 

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, di empat lokasi berbeda, mulai dari toko kelas menengah di Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, hingga Hypermart Pentacity.

    Bagus mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan penjualan produk sesuai aturan, baik dari segi keamanan, kualitas, maupun masa kedaluwarsa. Ia menegaskan seluruh lokasi yang dikunjungi telah mematuhi ketentuan, termasuk menjual produk yang masih layak konsumsi.

    “Beberapa tempat juga sudah menyediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal. Kemasannya cukup baik. Namun, ada beberapa swalayan menengah yang kemasannya kurang baik. Kami minta BPOM mengecek, apakah benar masa simpan produk tersebut hanya enam bulan,” ucap Wawali Balikpapan usai kegiatan.

    Ia juga mengingatkan terkait penanganan daging ayam dan sapi beku yang hanya boleh dipasarkan dalam waktu dua hingga tiga hari sebelum dimusnahkan jika tidak terjual.

    Dari hasil pemantauan, ia menyebut stok kebutuhan pokok aman dan masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman. Ketersediaan barang yang mencukupi dinilai dapat mencegah lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

    “Biasanya harga naik karena permintaan tinggi, sementara persediaan kurang. Tapi kalau stok di pasar tradisional maupun swalayan modern aman, tentu tidak akan terjadi kekurangan. Harga juga masih cukup wajar,” jelasnya.

    Terkait temuan di lapangan, Dirinya mengatakan beberapa toko sudah menyiapkan tempat khusus untuk produk rumah tangga dan UMKM, meski ada lokasi lain yang masih perlu pembenahan. Ia menegaskan, keberadaan UMKM harus diberdayakan agar roda ekonomi masyarakat bergerak.

    Sebagai catatan tambahan, ditemukan salah satu toko sembako yang meletakkan beras langsung di lantai. Menurutnya, seharusnya beras diletakkan di atas palet agar tidak terkontaminasi cairan atau bahan berbahaya lainnya. Ia memastikan temuan ini akan ditindaklanjuti.

    “Hal-hal seperti ini penting diperhatikan demi keamanan konsumen,” tutupnya.

    (Sf/Rs)