Seputar Kaltim

    Dukung Program Zero ODOL 2026, Polres Kutim Fokus Sosialisasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Agustus 2025 pukul 21:50 WITA

    Salah satu truk angkutan barang yang terjaring dalam kegiatan sosialisasi larangan ODOL di Kutai Timur. Penindakan masih berupa teguran dan pengecekan kelengkapan. (Dok. Polres Kutai Timur)

    Sangatta - Polres Kutai Timur (Kutim) fokus sosialisasikan aturan soal kendaraan angkutan barang yang melebihi dimensi dan kapasitas muatan. 

    Ini sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2026 yang dicanangkan Korlantas Polri sejak 1 Juni 2025.

    Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan pihaknya fokus melakukan sosialisasi dan memberi teguran kepada para pengemudi truk yang terbukti melakukan pelanggaran ODOL. 

    “Tahap sosialisasi kita melakukan pengecekan dan penegakan aturan, dalam hal ini kami memberikan pemberitahuan terkait aturan ke depan mengenai ODOL itu seperti apa,” jelasnya. 

    Penertiban ini juga melibatkan Dinas Perhubungan. Menurut ini penting karena ranah pengawasan terhadap dimensi kendaraan turut menjadi kewenangan mereka.

    “Kita bersinergi dengan rekan-rekan Dinas Perhubungan untuk sama-sama memberikan sosialisasi dan melakukan penertiban terhadap angkutan-angkutan yang kita temukan ODOL,” tambahnya.

    Meskipun belum masuk ke tahap penindakan hukum berupa tilang, ia menekankan pengecekan kelengkapan kendaraan tetap dilakukan. 

    “Kita tidak melakukan penilangan untuk ODOL karena masih dalam tahap sosialisasi. Tapi pengecekan kelengkapan surat kendaraan tetap kami lakukan,” tegas Rezky.

    Dari hasil operasi di lapangan, ia mengungkap mayoritas pelanggaran ditemukan pada kendaraan roda empat, terutama truk angkutan barang. Hal ini karena Kutim merupakan jalur lintas provinsi yang banyak dilalui kendaraan besar.

    “Memang hasil di lapangan itu lebih banyak roda empat untuk angkutan-angkutan ODOL. Kalau untuk tempat pelaksanaannya, kemarin sudah dilakukan di lintas poros. Saya rasa itu tempat yang sudah paling pas,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Dukung Program Zero ODOL 2026, Polres Kutim Fokus Sosialisasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Agustus 2025 pukul 21:50 WITA

    Salah satu truk angkutan barang yang terjaring dalam kegiatan sosialisasi larangan ODOL di Kutai Timur. Penindakan masih berupa teguran dan pengecekan kelengkapan. (Dok. Polres Kutai Timur)

    Sangatta - Polres Kutai Timur (Kutim) fokus sosialisasikan aturan soal kendaraan angkutan barang yang melebihi dimensi dan kapasitas muatan. 

    Ini sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2026 yang dicanangkan Korlantas Polri sejak 1 Juni 2025.

    Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan pihaknya fokus melakukan sosialisasi dan memberi teguran kepada para pengemudi truk yang terbukti melakukan pelanggaran ODOL. 

    “Tahap sosialisasi kita melakukan pengecekan dan penegakan aturan, dalam hal ini kami memberikan pemberitahuan terkait aturan ke depan mengenai ODOL itu seperti apa,” jelasnya. 

    Penertiban ini juga melibatkan Dinas Perhubungan. Menurut ini penting karena ranah pengawasan terhadap dimensi kendaraan turut menjadi kewenangan mereka.

    “Kita bersinergi dengan rekan-rekan Dinas Perhubungan untuk sama-sama memberikan sosialisasi dan melakukan penertiban terhadap angkutan-angkutan yang kita temukan ODOL,” tambahnya.

    Meskipun belum masuk ke tahap penindakan hukum berupa tilang, ia menekankan pengecekan kelengkapan kendaraan tetap dilakukan. 

    “Kita tidak melakukan penilangan untuk ODOL karena masih dalam tahap sosialisasi. Tapi pengecekan kelengkapan surat kendaraan tetap kami lakukan,” tegas Rezky.

    Dari hasil operasi di lapangan, ia mengungkap mayoritas pelanggaran ditemukan pada kendaraan roda empat, terutama truk angkutan barang. Hal ini karena Kutim merupakan jalur lintas provinsi yang banyak dilalui kendaraan besar.

    “Memang hasil di lapangan itu lebih banyak roda empat untuk angkutan-angkutan ODOL. Kalau untuk tempat pelaksanaannya, kemarin sudah dilakukan di lintas poros. Saya rasa itu tempat yang sudah paling pas,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)