Seputar Kaltim

    Dua Proyek Jalan Bantuan Provinsi Berjalan, Ruas DBH Sawit Masih Lelang

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2026 pukul 15:41 WITA

    Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengerjakan dua proyek peningkatan jalan yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara proyek yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) sawit masih menunggu proses lelang.

    Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan proyek Bankeu meliputi peningkatan Jalan Poros Gerbang Madani dan ruas jalan di Kecamatan Babulu.

    "Progres pekerjaan di Babulu sudah sekitar 67 persen, sedangkan Jalan Poros Gerbang Madani sekitar 30 persen," katanya, Senin (27/7/2026).

    Ia menjelaskan peningkatan kedua ruas tersebut menggunakan konstruksi rigid beton. Di Babulu, pekerjaan mencakup jalan sepanjang hampir tiga kilometer dengan anggaran sekitar Rp11 miliar. Sementara Jalan Poros Gerbang Madani sepanjang sekitar 800 meter dikerjakan menggunakan anggaran sekitar Rp7 miliar.

    Menurut Petriandy, proyek di Babulu merupakan peningkatan jalan yang sebelumnya masih berupa lapis pondasi batu pecah (LPB), sedangkan di Gerbang Madani dilakukan penggantian pada ruas yang mengalami kerusakan.

    Sementara itu, proyek peningkatan jalan yang dibiayai DBH sawit masih berada pada tahap lelang. Tahun ini pekerjaan difokuskan melanjutkan penanganan jalan kabupaten di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

    Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,9 miliar untuk peningkatan ruas sepanjang sekitar 200 meter menggunakan perkerasan aspal.

    Petriandy mengatakan penanganan jalan melalui DBH sawit harus diselesaikan secara bertahap hingga seluruh ruas sesuai surat keputusan jalan kabupaten tuntas, sehingga tidak dapat dialihkan ke lokasi lain. Saat ini masih tersisa sekitar dua kilometer ruas jalan di Bangun Mulya yang belum tertangani.

    "Target kami seluruh pekerjaan bisa selesai tahun ini," ujarnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dua Proyek Jalan Bantuan Provinsi Berjalan, Ruas DBH Sawit Masih Lelang

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    28 Juli 2026 pukul 15:41 WITA

    Kabid Bina Marga DPUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengerjakan dua proyek peningkatan jalan yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara proyek yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) sawit masih menunggu proses lelang.

    Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan proyek Bankeu meliputi peningkatan Jalan Poros Gerbang Madani dan ruas jalan di Kecamatan Babulu.

    "Progres pekerjaan di Babulu sudah sekitar 67 persen, sedangkan Jalan Poros Gerbang Madani sekitar 30 persen," katanya, Senin (27/7/2026).

    Ia menjelaskan peningkatan kedua ruas tersebut menggunakan konstruksi rigid beton. Di Babulu, pekerjaan mencakup jalan sepanjang hampir tiga kilometer dengan anggaran sekitar Rp11 miliar. Sementara Jalan Poros Gerbang Madani sepanjang sekitar 800 meter dikerjakan menggunakan anggaran sekitar Rp7 miliar.

    Menurut Petriandy, proyek di Babulu merupakan peningkatan jalan yang sebelumnya masih berupa lapis pondasi batu pecah (LPB), sedangkan di Gerbang Madani dilakukan penggantian pada ruas yang mengalami kerusakan.

    Sementara itu, proyek peningkatan jalan yang dibiayai DBH sawit masih berada pada tahap lelang. Tahun ini pekerjaan difokuskan melanjutkan penanganan jalan kabupaten di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

    Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,9 miliar untuk peningkatan ruas sepanjang sekitar 200 meter menggunakan perkerasan aspal.

    Petriandy mengatakan penanganan jalan melalui DBH sawit harus diselesaikan secara bertahap hingga seluruh ruas sesuai surat keputusan jalan kabupaten tuntas, sehingga tidak dapat dialihkan ke lokasi lain. Saat ini masih tersisa sekitar dua kilometer ruas jalan di Bangun Mulya yang belum tertangani.

    "Target kami seluruh pekerjaan bisa selesai tahun ini," ujarnya. 

    (Sf/Rs)