Seputar Kaltim

    Dua Petugas Pam TPS Meninggal, Dinkes Kaltim Siapkan Siaga Medis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2024 pukul 13:48 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) akan mengevaluasi kesiapan medis para petugas pemilu, menyusul meninggalnya dua petugas pengamanan tempat pemungutan suara (Pam TPS) Pemilu 2024 di provinsi tersebut.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa dua petugas Pam TPS yang meninggal adalah Mansyah dari Kabupaten Berau dan Donny Rolano dari Kota Samarinda. Keduanya mengalami kelelahan setelah bertugas pada hari pencoblosan.

    "Saya baru dapat kabar satu petugas Pam TPS di Samarinda meninggal dunia. Ini merupakan yang kedua di provinsi ini, setelah sebelumnya ada satu petugas Pam TPS yang meninggal di Berau," kata Jaya saat dihubungi di Samarinda, Kamis (21/2/2024).

    Jaya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kesehatan para petugas pemilu, termasuk saksi dan linmas, yang mungkin memiliki penyakit bawaan. Ia juga sudah mengeluarkan surat edaran agar petugas yang membutuhkan vitamin dapat mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk mendapatkan penanganan.

    "Kami juga menyarankan agar para petugas Pam TPS memiliki BPJS Kesehatan, dan berkoordinasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) tentang apa saja yang ditanggung untuk mereka," ujarnya.

    Jaya menambahkan bahwa arahan ke depan adalah agar kondisi kesehatan linmas dan saksi dapat lebih baik lagi. Jika ada penyakit bawaan, maka harus diobati lebih dulu. Sebelum mereka dipekerjakan, harus dipertimbangkan kondisi jasmaninya.

    "Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat pemilu. Kami berharap semua petugas pemilu dapat menjaga kesehatan dan keselamatan mereka," tutupnya.

    Sebelumnya, diberitakan di media ini, Donny Rolano, salah satu petugas Pam TPS yang meninggal, adalah seorang satpam di Universitas Islam Negeri Samarinda (UINSI). Ia bertugas di TPS 70, RT. 37, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Ia meninggal sekitar pukul 17.00 Wita di rumah sakit, setelah mendapatkan perawatan sejak pagi.

    Menurut istrinya, Dini, Donny memiliki riwayat penyakit diabetes. Namun, ia tetap ingin mencoba bertugas sebagai anggota Pam TPS Pemilu tahun ini.

    "Karena setahu saya, orang diabetes tidak boleh capek. Jadi ini baru pertama kali suami saya menjadi anggota Pam TPS itu," kata Dini.

    Dini mengaku jika proses administrasi rumah sakit dan lain sebagainya, sudah dibantu oleh beberapa pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu. Bahkan, beberapa diantaranya juga sudah memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

    Donny dimakamkan pada Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 Wita. Biaya berobatnya juga sudah ditanggung oleh pihak terkait.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dua Petugas Pam TPS Meninggal, Dinkes Kaltim Siapkan Siaga Medis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2024 pukul 13:48 WITA

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) akan mengevaluasi kesiapan medis para petugas pemilu, menyusul meninggalnya dua petugas pengamanan tempat pemungutan suara (Pam TPS) Pemilu 2024 di provinsi tersebut.

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa dua petugas Pam TPS yang meninggal adalah Mansyah dari Kabupaten Berau dan Donny Rolano dari Kota Samarinda. Keduanya mengalami kelelahan setelah bertugas pada hari pencoblosan.

    "Saya baru dapat kabar satu petugas Pam TPS di Samarinda meninggal dunia. Ini merupakan yang kedua di provinsi ini, setelah sebelumnya ada satu petugas Pam TPS yang meninggal di Berau," kata Jaya saat dihubungi di Samarinda, Kamis (21/2/2024).

    Jaya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kesehatan para petugas pemilu, termasuk saksi dan linmas, yang mungkin memiliki penyakit bawaan. Ia juga sudah mengeluarkan surat edaran agar petugas yang membutuhkan vitamin dapat mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk mendapatkan penanganan.

    "Kami juga menyarankan agar para petugas Pam TPS memiliki BPJS Kesehatan, dan berkoordinasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) tentang apa saja yang ditanggung untuk mereka," ujarnya.

    Jaya menambahkan bahwa arahan ke depan adalah agar kondisi kesehatan linmas dan saksi dapat lebih baik lagi. Jika ada penyakit bawaan, maka harus diobati lebih dulu. Sebelum mereka dipekerjakan, harus dipertimbangkan kondisi jasmaninya.

    "Kami tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat pemilu. Kami berharap semua petugas pemilu dapat menjaga kesehatan dan keselamatan mereka," tutupnya.

    Sebelumnya, diberitakan di media ini, Donny Rolano, salah satu petugas Pam TPS yang meninggal, adalah seorang satpam di Universitas Islam Negeri Samarinda (UINSI). Ia bertugas di TPS 70, RT. 37, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Ia meninggal sekitar pukul 17.00 Wita di rumah sakit, setelah mendapatkan perawatan sejak pagi.

    Menurut istrinya, Dini, Donny memiliki riwayat penyakit diabetes. Namun, ia tetap ingin mencoba bertugas sebagai anggota Pam TPS Pemilu tahun ini.

    "Karena setahu saya, orang diabetes tidak boleh capek. Jadi ini baru pertama kali suami saya menjadi anggota Pam TPS itu," kata Dini.

    Dini mengaku jika proses administrasi rumah sakit dan lain sebagainya, sudah dibantu oleh beberapa pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilu. Bahkan, beberapa diantaranya juga sudah memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

    Donny dimakamkan pada Rabu pagi, sekitar pukul 10.00 Wita. Biaya berobatnya juga sudah ditanggung oleh pihak terkait.

    (Sf/Rs)