Seputar Kaltim

    Dua Pasien RSUD AWS Samarinda Terindikasi COVID-19, Satu Sudah Diperbolehkan Pulang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Juni 2025 pukul 20:32 WITA

    Dokter Spesialis Paru RSUD AWS, Yanti Evi memberikan keterangan terbaru perihal kasus covid-19 ini. (Foto: kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Sempat membuat khawatir masyarakat, kabar mengenai dua pasien yang terindikasi positif COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kini mulai menemukan titik terang. 

    Satu dari dua pasien tersebut telah diperbolehkan pulang pada Selasa (10/6/2025) setelah kondisinya membaik dan keluhan respirasi tidak ada lagi.

    Dokter Spesialis Paru RSUD AWS, Yanti Evi Gultom, menjelaskan bahwa screening terhadap penyakit ini merupakan tugas rumah sakit. 

    Ia menambahkan, berdasarkan data global, varian yang beredar saat ini adalah turunan Omicron dengan gejala yang umum diketahui, seperti demam tinggi, batuk pilek, nyeri tenggorokan, mata merah, dan mual.

    "Saat ini kami sedang merawat dua pasien, di mana kedua pasien tersebut baik dan stabil kondisinya," ujar Dokter Yanti. 

    Adapun satu orang yang diperbolehkan pulang ini, hal ini terjadi karena penyakit komorbidnya sudah stabil dan keluhan respiratorinya sudah tidak ada lagi, sehingga hari ini sudah diperbolehkan pulang.

    Dilain sisi, pasien kedua masih memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi komorbidnya yang belum stabil. Pihak rumah sakit akan memulangkan pasien tersebut jika keadaannya sudah membaik.

    Senada dengan Dokter Yanti, Humas RSUD AWS, Arysia Andhina, mengkonfirmasi bahwa setelah dilakukan tes antigen ulang, salah satu pasien hasilnya negatif. 

    "Jadi hari ini setelah di antigen lagi pasien yang satunya negatif, jadi sisa satu orang yang masih observasi," ungkap Arysia.

    Sebelumnya, dua pasien yang dirawat di RSUD AWS karena penyakit bawaan (diabetes melitus dan penyakit paru-paru) menunjukkan hasil reaktif pada tes cepat antigen COVID-19. 

    Sampel kedua pasien kemudian dikirim ke Balai Besar Labkesmas Banjarbaru untuk pengujian PCR guna memastikan diagnosis dan mendeteksi kemungkinan varian baru.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Muslimin, pada Senin (9/6/2025), menjelaskan bahwa hasil positif dari swab antigen belum dapat dipastikan sebagai kasus COVID-19 tanpa konfirmasi PCR. 

    Meskipun demikian, Dinkes Kaltim segera mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan kedua pasien ke ruang isolasi khusus untuk mencegah potensi penyebaran.

    Dokter Yanti Evi Gultom menambahkan, pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat, namun mengimbau untuk tetap tenang namun waspada.

    "Apabila kita bergejala seperti flu, sebaiknya kita memakai masker, menjaga kebersihan, dan menerapkan hidup sehat, dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," pesan Dokter Yanti.

    Pihak RSUD AWS dan seluruh tenaga medis berkomitmen untuk bekerja sebaik mungkin dalam menjaga keselamatan pasien. 

    “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus menerapkan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan bersama,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Dua Pasien RSUD AWS Samarinda Terindikasi COVID-19, Satu Sudah Diperbolehkan Pulang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Juni 2025 pukul 20:32 WITA

    Dokter Spesialis Paru RSUD AWS, Yanti Evi memberikan keterangan terbaru perihal kasus covid-19 ini. (Foto: kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Sempat membuat khawatir masyarakat, kabar mengenai dua pasien yang terindikasi positif COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kini mulai menemukan titik terang. 

    Satu dari dua pasien tersebut telah diperbolehkan pulang pada Selasa (10/6/2025) setelah kondisinya membaik dan keluhan respirasi tidak ada lagi.

    Dokter Spesialis Paru RSUD AWS, Yanti Evi Gultom, menjelaskan bahwa screening terhadap penyakit ini merupakan tugas rumah sakit. 

    Ia menambahkan, berdasarkan data global, varian yang beredar saat ini adalah turunan Omicron dengan gejala yang umum diketahui, seperti demam tinggi, batuk pilek, nyeri tenggorokan, mata merah, dan mual.

    "Saat ini kami sedang merawat dua pasien, di mana kedua pasien tersebut baik dan stabil kondisinya," ujar Dokter Yanti. 

    Adapun satu orang yang diperbolehkan pulang ini, hal ini terjadi karena penyakit komorbidnya sudah stabil dan keluhan respiratorinya sudah tidak ada lagi, sehingga hari ini sudah diperbolehkan pulang.

    Dilain sisi, pasien kedua masih memerlukan penanganan lebih lanjut karena kondisi komorbidnya yang belum stabil. Pihak rumah sakit akan memulangkan pasien tersebut jika keadaannya sudah membaik.

    Senada dengan Dokter Yanti, Humas RSUD AWS, Arysia Andhina, mengkonfirmasi bahwa setelah dilakukan tes antigen ulang, salah satu pasien hasilnya negatif. 

    "Jadi hari ini setelah di antigen lagi pasien yang satunya negatif, jadi sisa satu orang yang masih observasi," ungkap Arysia.

    Sebelumnya, dua pasien yang dirawat di RSUD AWS karena penyakit bawaan (diabetes melitus dan penyakit paru-paru) menunjukkan hasil reaktif pada tes cepat antigen COVID-19. 

    Sampel kedua pasien kemudian dikirim ke Balai Besar Labkesmas Banjarbaru untuk pengujian PCR guna memastikan diagnosis dan mendeteksi kemungkinan varian baru.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Muslimin, pada Senin (9/6/2025), menjelaskan bahwa hasil positif dari swab antigen belum dapat dipastikan sebagai kasus COVID-19 tanpa konfirmasi PCR. 

    Meskipun demikian, Dinkes Kaltim segera mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan kedua pasien ke ruang isolasi khusus untuk mencegah potensi penyebaran.

    Dokter Yanti Evi Gultom menambahkan, pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat, namun mengimbau untuk tetap tenang namun waspada.

    "Apabila kita bergejala seperti flu, sebaiknya kita memakai masker, menjaga kebersihan, dan menerapkan hidup sehat, dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir," pesan Dokter Yanti.

    Pihak RSUD AWS dan seluruh tenaga medis berkomitmen untuk bekerja sebaik mungkin dalam menjaga keselamatan pasien. 

    “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus menerapkan protokol kesehatan demi menjaga kesehatan bersama,” tutupnya.

    (Sf/Rs)