Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Pinterest)
Tenggarong - Sebanyak dua orang Korban keracunan makanan di Kecamatan Sebulu Ilir dinyatakan meninggal dunia yang disebabkan oleh penyakit komplikasi, Rabu (18/9/2024).
Kepala Puskesmas Kecamatan Sebulu I, Abdullah Ramli menjelaskan, korban atas nama H (53) meninggal dunia di Puskesmas Sebulu Ilir. Sementara, R (55) meninggal di RSUD AM Parikesit, keduanya mempunyai riwayat penyakit komplikasi.
"Iya memang benar ada dua orang korban keracunan kemarin meninggal dunia setelah kami rawat di dua tempat yang berbeda, mereka ada penyakit komplikasi," kata Abdullah Ramli Rabu (18/9/2024).
Terkait dengan penanganan kepada pasien, pihaknya telah berusaha dalam memenuhi kebutuhan hingga menyediakan obat-obatan kepada pasien rawat inap maupun rawat jalan.
"Kami sudah maksimalkan tenaga untuk melayani pasien dan dibantu juga oleh nakes karena memang penyakit korban ini komplikasi," sebutnya.
Pihak puskesmas juga membantu para pasien dengan menggratiskan semua pembiayaan terhitung sejak awal masuk hingga kini.
"Tadi juga ada kunjungan Dinas Sosial (Dinsos) mereka akan buatkan BPJS untuk pasien," ungkapnya.
Sementara untuk update pasien per 17 September 2024, sebanyak 255 orang yang terdiri dari rawat inap 33 orang, rujuk ke rumah sakit tujuh orang, rawat jalan 215 orang dan korban meninggal dunia dua orang.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Pinterest)
Tenggarong - Sebanyak dua orang Korban keracunan makanan di Kecamatan Sebulu Ilir dinyatakan meninggal dunia yang disebabkan oleh penyakit komplikasi, Rabu (18/9/2024).
Kepala Puskesmas Kecamatan Sebulu I, Abdullah Ramli menjelaskan, korban atas nama H (53) meninggal dunia di Puskesmas Sebulu Ilir. Sementara, R (55) meninggal di RSUD AM Parikesit, keduanya mempunyai riwayat penyakit komplikasi.
"Iya memang benar ada dua orang korban keracunan kemarin meninggal dunia setelah kami rawat di dua tempat yang berbeda, mereka ada penyakit komplikasi," kata Abdullah Ramli Rabu (18/9/2024).
Terkait dengan penanganan kepada pasien, pihaknya telah berusaha dalam memenuhi kebutuhan hingga menyediakan obat-obatan kepada pasien rawat inap maupun rawat jalan.
"Kami sudah maksimalkan tenaga untuk melayani pasien dan dibantu juga oleh nakes karena memang penyakit korban ini komplikasi," sebutnya.
Pihak puskesmas juga membantu para pasien dengan menggratiskan semua pembiayaan terhitung sejak awal masuk hingga kini.
"Tadi juga ada kunjungan Dinas Sosial (Dinsos) mereka akan buatkan BPJS untuk pasien," ungkapnya.
Sementara untuk update pasien per 17 September 2024, sebanyak 255 orang yang terdiri dari rawat inap 33 orang, rujuk ke rumah sakit tujuh orang, rawat jalan 215 orang dan korban meninggal dunia dua orang.
(Sf/By)